SENYUM DIBALIK DUKA

SENYUM DIBALIK DUKA
DEVANO BISA MELIHAT


__ADS_3

"Saat awal datang ke sini Vey memiliki sahabat yang sangat menyuport Vey. Irene adalah sahabat perempuan yang Vey punya. Ada dua sahabat Vey yang lain. Tapi, mereka merantau ke kota lain. Tinggalah Irene di sini bersama tunangannya Reza. Irene dan Reza akan melangsungkan pernikahan setelah Reza lulus dari kuliahnya. Reza dan Irene sempat tidak direstui dan Irene mencoba mencintai salah satu dari dua sahabat Vey. Kalau menurut Vey sahabatnya yang satunya memang sejak awal sudah menaruh hati kepada Irene. Sebelum, Vey pindah ke sini dia sudah terlebih dulu mencintai Irene. Namun, sayang ketika Wildan memulai merangkulnya kembali. Mencintainya kembali Irene tidak mencintainya. Malah Irene lebih menjadikan Wildan sebagai pelarian cintanya saja. Itu lah sebabnya sekarang Wildan memilih pergi setelah acara wisuda," cerita bunda kepada Devano.


Mengingat kejadian beberapa tahun dulu. Dimana, Wildan memilih untuk tidak menceritakan keberangkatannya ke kota lain kepada semua teman-temannya.


Devano mendengarkan semua cerita dengan seksama. Merangkum, mencerna ucapan demi ucapan yang keluar dari bibir bundanya.


"Dev, apa kamu tahu Wildan Tyo sempat mengutarakan isi hatinya kepada Vey. Tapi, Vey lebih memilih untuk menolak keduanya. Dengan alasan, Vey lebih memilih persahabatan mereka daripada cinta. Karena, Vey tahu meskipun Vey menerima Wildan atau Tyo. Vey akan menyakiti mereka berdua. Dev, mbak mau bertanya satu hal. Apa yang membuatmu tiba-tiba melamar Vey? Mbak yakin, kamu pasti mengetahui sesuatu?"

__ADS_1


"Devano tidak ada niatan lain lagi. Selain, ingin berpacaran dengan Vey secara sah menurut agama mbak. Saat pertama kali Devano bertemu Vey waktu itu. Devano cukup terkejut karena, kejadian waktu itu sama persis dengan mimpi Devano. Devano dipertemukan dengan Vey di parkiran sepeda. Sejak itu, Devano mencari tahu dimana Vey tinggal. Tapi, jujur Devano tidak ada niatan jelek apapun mbak," yakin Devano menjelaskan apa yang sebenarnya dirasakan.


"Awas saja kalau kamu berani menyakiti adek mbak. Aku buat kamu jadi kambing guling," ancam mbak Asri di selingi tawa kecil. Dan. semuanya juga ikut tertawa, mbak Asri paling pintar untuk mengusir suasana tegang seperti saat ini.


"Bunda, apa yang mengakibatkan tunangan Irene meninggal?" tanya Devano.


"Bunda tidak sempat nanyak waktu ngelayat. Ibu dan bapak Irene sibuk menenangkan Irene yang terus menangis meraung. Sampai-sampai semua pelayat ibu-ibu ikut menangis melihat Irene. Bunda. jadi teringat Vey yang waktu itu pernah berada di posisi Irene. Bunda dan papa sangat kuwalahan, iya kan mbak Asri," jawab bunda yang juga bertanya kepada mbak Asri.

__ADS_1


"Bunda, papa. Kalau Devano boleh jujur. Reza sebenarnya belum benar-benar pergi," ucap Devano.


"Maksudnya?" tanya mbak Asri yang sudah merinding.


"Iya, Devano tahu tadi kenapa tiba-tiba mbak Asri menyuruh Vey dan Devano cepat-cepat pergi. Mungkin mbak Asri mengira Devano terpana dengan kecantikan Irene bukan?" diangguki oleh mbak Asri.


"Hihi, bukan. Devano bukan melihat Irene, melainkan Devano melihat sosok laki-laki yang berada di belakang Irene. Sebenarnya Devano tidak menduga kalau sosok itu ternyata tunangan Irene," jelas Devano sinta membuat mbak Asri memeluk suaminya karena takut.

__ADS_1


"Dev, jangan bilang kalau kamu sebenarnya-,"


"Iya, mbak. Makanya saya ingin ke makam Mas Fahmi. Dan Vey manyanggupi permintaan Devano waktu itu. Mereka bertiga tersenyum bahagia ke arah aku dan terutama Vey. Bun, apa itu wajah tunangan Irene?" tunjuk Devano pada sebuah bingkai foto yang terpasang di dinding.


__ADS_2