
Kembali ke dalam ruangan yang bercat putih dan berkelambu hijau. Masih tampak wajah itu menutup kedua matanya dengan rapat.
Tidakkah dia--lelaki yang biasanya kuat itu membuka kedua matanya. Lelaki yang selalu menampakkan senyum tampannya. Lemah, itu yang sekarang terlihat.
Ditemani calon adiknya Vey menunggu menatap Devano. Tangannya mengusap wajah pucat pasih itu tanpa henti. Ada rasa kecewa yang Vey punya saat ini.
Pasalnya, dokter yang menangani Devano menyatakan kabar baik. Akan tetapi, sekembalinya dari kantin Vey hanya melihat lelaki tampannya masih menutuo rapat indra penglihatnya.
Queen, hanya mampu meneteskan air matanya. Sungguh, Queen tidak bisa melihat Vey terus seperti ini. Hidup tidak seperti hidup, bernafas semampunya saja.
Tidak tahan melihatnya Queen beranjak hendak keluar. Namun, sedetik kemudian Queen berhenti setelah mendengar suara Vey keluar dengan merdu.
Maaf yah, kali ini aku tidak bisa menahan ingin menyanyi lagiπππππ€£π€£π€£π€£.
Di hidup ini
Telah ku singgahi banyak cinta
Namun tak pernah aku temui cinta
Sekuat aku menginginkan dia
Hal hebat kurasakan
Kini dicintai seseorang
Yang 'ku pun mencintai
Itu sempurna
Takkan siakan dia
__ADS_1
Belum tentu ada yang seperti dia
Satu dunia tahu aku bahagia
Banyak pasang mata saksinya
Takkan duakan dia
Belum tentu esok 'kan masih ada
Kesempatan tak datang kedua kalinya
Hargai dan jaga hatinya
Dalam diamku
Kupanjatkan selalu doa untuknya
Jodoh bukan soal sempurna
Dan berjuang
Takkan siakan dia
Belum tentu ada yang seperti dia
Satu dunia tahu aku bahagia
Banyak pasang mata saksinya
Takkan duakan dia
__ADS_1
Belum tentu esok 'kan masih ada
Kesempatan tak datang kedua kalinya
Hargai dan jaga hatinya
Tangis Queen semakin menjadi hanya saja Queen berusaha menahan isakannya. Queen tidak ingin menangis di hadapan Vey. Meski banyak orang tahu Vey hanya menahan semuanya. Jika waktunya tiba Queen dan semuanya yakin tangis itu akan pecah seketika.
"Dev, hal terhebatku adalah mengenalmu. Aku tidak memiliki rasa cinta untukmu. Tetapi aku, memiliki cinta yang tidak akan pernah hilang sampai kapanpun. Apa kamu juga memiliki itu, Dev?" Dalam tali sungguh menyayat.
Sakit, sakit benar-benar sakit mendengar ucapan Vey. Siapapun itu akan merasakan duri yang menancap dalam sebuah luka. Queen langsung berlari keluar dan tanpa sengaja menutup pintu dengan kasar.
Brak!
Vey yang terfokus menatap wajah mas tampannya. Seketika merespon dengan sedikit memalingkan wajahnya ke bahu. Ekor matanya melihat Queen berlari keluar. Akhirnya, isakan Vey pun terdengar samar di pendengaran Queen yang bertengger di pintu.
Wildan, dan kedua dokter manis itu berlari melihat Queen merosot dengan tangis yang tertahan.Β
"Dek, ada apa?" tanya Wildan setelah sampai. Tanpa menjawab lagi Queen langsung memeluk Wildan yang berjongkok di depannya.
Kedua dokter itu hendak menekan handle pintu dengan cepat Queen menahan kaki dari salah satu dokter.
"Jangan, biarkan kak Vey mengeluarkan semuanya. Biarkan dia menangis selama dia mau. Dengarkan, dengarkan suara itu dokter. Begitu gampangnya dokter memberikan harapan yang padahal dokter tahu itu tidak akan penting buat dokter."
Sekali lagi dokter Anton merasa bersalah dengan ucapannya. Padahal dokter Anton tidak bermaksud apa-apa. Dokter Dandi yang tahu temannya itu mencoba menguatkannya dengan menepuk-nepuk bahunya.
"Queen, tenangkan dirimu. Jangan sampai Vey mendengar tangismu. Ini akan semakin membuatnya merasa bersalah. Sudahlah, jangan menangis," bujuk Wildan menangkup wajah basah Queen. Adik dari sahabatnya.
Hatinya tidak kala hancur dari Queen. Hanya saja Wildan berusaha untuk kuat dan tegar. Wildan tidak ingin Vey semakin sedih dan depresinya kembali kambuh lagi.
Dengan susah payah Wildan beserta keluarga Vey membangun semangat Vey kembali. Menjadikan Vey ceriah seperti dulu kala. Sangat sulit dan butuh proses yang sangat lama.
__ADS_1
Berkat dukungan dari keluargq, sahabat dan warga desa ditempat barunya Vey mampu bangkit dan mulai semuanya dengan tawa candanya lagi.
Tidak ada lagi yang mencoba untuk mengungkit kenangan buruk yang membuatnya dijuluki gadis cantik yang gila.