
Ketika jodoh datang tanpa diminta dan ingin memeluk. Raga hanya bisa terdiam dan berusaha untuk menerima.
Tidak pernah ada yang tahu siapa jodoh yang diberikan tuhan. Semuanya begitu misterius dan tersembunyi.
Ingin menolak tapi rasa tidak bisa. Terlalu memilih juga tidak baik. Jika cinta tidak bisa datang diawal, mungkin akan datang ketika hati benar-benar mau memeluk.
Percayakah dengan jodoh ditangan tuhan? Dengan bantuannya jodoh itu akan datang dengan sendirinya.
Sekali diminta dalam sujud malam, seketika itu pula tuhan akan memberikan apa yang di inginkan. Jika usaha tidak membuahkan hasil. Berpasralah dan biarkan tangan tuhan yang membawa jodohmu datang.
Seperti halnya Vey, yang tidak pernah tahu siapa jodohnya. Dan kapan jodohnya akan membawanya pada kebahagiaan.
Usia matang belum tentu membuat seseorang menjadi lebih dewasa. Banyak dijaman sekarang yang terlihat. Usia yang lebih sangat muda memilih untuk mengikat sebuah hubungannya.
Yang muda terkadang malah bisa berfikir dewasa. Kenapa harus memilih berpacaran lama tapi, niat untuk ke jenjang lebih serius tidak pernah ada.
Ada juga yang bilang menikah muda itu tidak enak. Ketika menikah muda tidak bisa bebas lagi. Tidak bisa bertemu dengan teman-teman, tidak bisa nongkrong bareng lagi.
Salah, jika jodoh datang saat usia yang masih lebih muda. Kenapa harus menolaknya, tidak ada salahnya menikah umur dua puluh tahun atau lebih. Bahkan sekarang sudah menjadi trend. Karena, mereka lebih memilih menikah muda daripada terlalu lama menjalin kasih tapi ujungnya tidak berjodoh.
Tidak, bukannya memaksakan. Akan tetapi, lebih indah berpacaran ketika setelah menikah.
Jika, tangan tuhan sudah terulur maka tidak akan bisa menghindar. Menghindar Pun sama saja menolak bantuan dari tuhan yang diberikan secara cuma-cuma.
__ADS_1
Veyo Putri Natali, gadis cantik yang selalu terlihat ceria. Pintar juga cerdas, tetapi Vey tidak pernah sedikitpun sibuk untuk memikirkan yang namanya pacaran.
Seperti saat ini Vey hanya sekedar mengagumi lelaki yang pernah ditemui. Tanpa Vey tahu, lelaki itu ingin mengajaknya untuk ta'aruf.
Devano lelaki tampan yang saat pertama kali melihat Vey. Sudah sangat yakin dan sangat penasaran dengannya. Devano selalu membuat seribu alasan agar bisa bertemu dengan Vey.
Dan, malam ini Devano sudah merencanakan sesuatu yang akan membuat wanitanya terkejut.
Di dalam kamar Vey masih sibuk dengan novel yang dibacanya. Setelah kepergian bu lenya Vey merenung sejenak.
Pikirannya masih terkukung dengan gadis cantik yang bersama Devano. Hatinya tiba-tiba seperti terkena air cuka. Perih pastinya, tetapi dengan cepat Vey menyangkalnya.
"Kenapa aku harus cemburu toh dia bukan siapa-siapa aku," gumam Vey mendongakkan kepalanya. Menahan agar buliran berlian jernih itu tidak sampai jatuh.
"Ada apa pak le, masuk bu lek?"ย tanya Vey membiarkan pintunya terbuka.
"Sayang, kamu ikut kita yah menghadiri acara," bujuk bu lek.
"Kapan bu lek, pak lek?"
"Sore ini, kau tidak ada kegiatan lain kan?" tanya buk le lagi dan Vey langsung menggeleng.
Vey yang posisinya berada di tengah-tengah tidak mengetahui. Jika, pak le nya tersenyum sumringah.
__ADS_1
"Jam berapa bu lek acaranya?" tanya Vey.
"Habis magrib," jawab Pak le sangat antusias.
"Baiklah, lagipula Vey tidak ada kegiatan dirumah. Bosen juga," setuju Vey.
"Ya sudah, bu lek sama pak le mau kembali ke kamar lagi. Dandan yang cantik yah, jangan lupa pakai baju yang tadi bu lek pilihkan," pamit bu lek sebelum pergi dan meminta Vey untuk memakai baju yang diambilnya tadi.
"Iya, bu lek?" jawab Vey dengan senyumannya.
Pak le dan bu lek keluar dari kamar Vey. Kedua orang tua paruh baya itu sudah selesai membujuk keponakannya itu.
"Pak e cepat kasih tahu nak Devano. Kalau Vey, mau ikut kita!" suruh bu lek yang sudah berada dikamarnya.
Pak le langsung menekan nomor yang sudah tertera namanya Devano disana. Keduanya langsung memberitahukan kalau rencananya membujuk Vey berhasil.
Devano yang saat itu sedang berkumpul dengan kedua orang tuanya juga orang tua Vey. Sangat senang sekali mendengarnya. Tak ayal bunda sampai meneteskan air matanya.
Putri keduanya akan segera menuju kemasa depan. Masa depan yang tidak pernah terbayangkan akan secepat ini.
Beberapa jam lagi sudah menunjukkan pukul enam. Pak le dan Bu lek sudah bersiap-siap. Tinggal menunggu sang ratu yang sedang mempersiapkan dirinya.
Vey, memakai baju yang dipilihkan bu leknya. Dres berwarna gold, dengan aksen bunga-bunga kecil yang tertempel di pinggangnya.
__ADS_1