
ku tersadar baru aku merasakan
cinta kita ku hiasi dengan mekar
ku lukai hatimu, aku kehilanganmu
aku terima kekalahanku
apa kabar kamu kekasih masa laluku
baru ku sadari tak ada sehebat kamu
apa kabar kamu, kau mantan terbaik aku
terimalah ini laguku mengenang kamu, penyesalanku
apa kabar kamu kekasih masa laluku
baru ku sadari tak ada sehebat kamu
apa kabar kamu, kau mantan terbaik aku
terimalah ini laguku mengenang kamu
(mantan terbaik) kekasih masa laluku
baru ku sadari tak ada sehebat kamu
kini kau bahagia, bahagia bersama dia
terimalah ini laguku mengenang kamu, penyesalanku
Keheningan yang lama tercipta kini berubah ramai dengan tepukan tangan. Pendengaran mereka berempat langsung menangkap suara siapa itu. Irene langsung berdiri dan melihat Reza yang sudah mulai bernyanyi.
Vey, dan Tyo saling pandang sebelum kemudian melihat ke arah Wildan yang sudah pasti kacau. Vey menyenggol siku Tyo yang berada diatas meja. Begitupun dengan Tyo yang juga sama menyenggol siku Vey untuk melihat Irene.
Vey menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya. Pemikirannya yang tadi dia positif kan kini akan berbalik negativ.
Irene mematung disamping Wildan yang sedang menikmati minumannya. Bendungan air yang sedari tadi Irene tampung kini sudah lolos membanjiri kedua pipi itu. Irene langsung menghapus kasar air mata yang hendak mengalir lagi. Vey menyadari Irene yang menangis tapi, dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Vey tidak ingin ikut campur lagi untuk masalah ini. Biar Wildan dan Irene saja yang menyelesaikannya. Karena hanya mereka yang tahu bagaimana baiknya.
"Vey, apa kamu tidak mau nambah minuman lagi." tawar Tyo mencoba mencairkan suasananya.
"Pengen Yo, pesenin yah satu lagi." kata Vey tertawa.
"Wah, kamu bener-bener dehidrasi Vey. Makanya otakmu gesrek sekarang." tawa Tyo meledak diikuti Vey. Mereka hanya tertawa berdua saja.
Wildan hanya tersenyum tipis melihat Vey dan Tyo yang berusaha mencairkan suasana. Ekor mata Wildan melirik Irene yang masih mematung melihat sang mantan bernyanyi.
"Hampirilah, jika kamu ingin menghampirinya." kata Wildan datar tanpa melihat ke arah lawan bicaranya.
Seketika Vey dan Tyo menghentikan tawanya dan bersamaan melihat ke arah Irene yang terlihat menunduk. Wildan berdiri untuk sedekar memberi jalan Irene untuk me ghampiri Reza yang slesai bernyanyi namun masih diam ditempatnya.
"Larilah, tap sebelum kamu menghampirinya dan kembali padanya. Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Lebih baik sampai disini saja cinta kita, bukan lebih tepatnya cintaku. Aku mengaku kalah dan saatnya juga aku menyerah." ucap Wildan dengan kepala tertunduk.
__ADS_1
Tertunduk bukan karena kecewa atau sedih melainkan sudah cukup perasaannya dipermainkan. Dipermainkan oleh cinta pertamanya yang dia kira menerimanya dengan cinta yang sama tulusnya.
Irene menutup mulutnya terisak dengan perasaan yang kacau. Tyo dan Vey tidak tahu lagi harus berbuat apa. Mereka hanya menyaksikan perpisahan yang tidak pernah mereka duga.
Tyo mengajak ketiga sahabatnya ke warkop ini bukan untuk bersedih. Bukan juga harus menyaksikan perang dingin antara Wildan dan Irene. Vey juga tidak pernah menduga jika niatnya untuk bersenang-senang harus berakhir dengan putusnya hubungan Wildan dan Irene.
"Wil," panggil Vey yang mendapat gelengan dari Tyo. Tyo melihat kedua mata Vey sudah banjir air mata.
Irene menggeleng tidak percaya dengan ucapan Wildan. Tanpa dia sadari dirinya sudah menyakiti Wildan. Sakit, tapi lebih sakit perasaan Wildan saat ini. Irene hanya bisa menangis dan menyesali semuanya.
Kalau saja dia jujur sejak awal mungkin saat ini Wildan tidak akan terluka seperti ini. Tidak pernah merasakan cintanya tak terbalaskan.
"Ren, sebaiknya kita pulang dulu saja. Mungkin sekarang suasananya memang tidak bersahabat sama kita." ajak Vey dan diangguki Tyo.
Vey dan Tyo menarik Irene untuk meninggalkan tempat ini. Melewati Wildan yang masih menunduk Tyo menepuk dan berbisik.
"Tenangkan dirimu dulu disini Wil, biar aku meminta Niko untuk menyuruh Reza pergi." bisik Tyo ditelinga Wildan.
Wildan tak menjawab hanya melihat sekilas ke arah Reza yang ditarik lagi oleh Danu. Vey dan Irene berpapasan dengan Reza dan Danu. Tyo juga Wildan memperhatikannya dari jauh.
Reza yang menarik tubuh Irene untuk didekapnya. Menenggelamkan rasa rindu yang selama ini terpendam. Begitupun Irene tanpa menolak dia pun membalas pelukan Reza.
Vey menengok ke arah Wildan dan Tyo yang melihat adegan cinta lama bersemi kembali ini. Semua pengunjung yang melihatnya pun tampak dibuat bingung. Tidak mengerti dengan apa yang sedang mereka lihat. Masalah apa yang sedang mereka alami.
"Yah, beginilah kalau masih kecil cinta-cintaan galau kan jadinya." gerutu Vey yang terus berjalan ke arah Niko. Vey membisikkan sesuatu kepada Niko sehingga membuat Niko terkekeh.
"Perasaanku tiba-tiba gak enak yah kalau Vey sudah seperti itu." kata Tyo yang didengar Wildan. Wildan langsung menatap ke arah Vey.
Vey mulai beraksi dengan mikrofon yang sudah dia genggam.
๐ค๐ต
Sakitnya tuh di sini di dalam hatiku
Sakitnya tuh di sini melihat kau selingkuh
Sakitnya tuh di sini pas kena hatiku
Teganya hatimu
Permainkan cintaku
Sadisnya caramu
Mengkhianati aku
Sakitnya hatiku
Hancurnya jiwaku
Di depan mataku
Kau sedang bercumbu
Sakitnya tuh di sini di dalam hatiku
__ADS_1
Sakitnya tuh di sini melihat kau selingkuh
Sakitnya tuh di sini pas kena hatiku
Sakit, sakit
Sakitnya tuh di sini
Sakit, sakit
Sakitnya tuh di sini
Teganya hatimu
Permainkan cintaku
Sadisnya caramu
Mengkhianati aku
Sakitnya hatiku
Hancurnya jiwaku
Di depan mataku
Kau sedang bercumbu
Sakitnya tuh di sini di dalam hatiku
Sakitnya tuh di sini melihat kau selingkuh
Sakitnya tuh di sini pas kena hatiku
Sakitnya tuh di sini di dalam hatiku
Sakitnya tuh di sini melihat kau selingkuh
Sakitnya tuh di sini pas kena hatiku
Sakit, sakit
Sakitnya tuh di sini
Sakit, sakit
Sakitnya tuh di sini
Niko dan Vey bergoyang seraya menirukan gaya lagu sakitnya tuh disini. Semua pengunjung tertawa melihat kelakuan sang vokalis dan gadis cantik itu. Sedangkan Tyo menepuk dahinya dengan telapak tangannya.
"Vey, Vey ada-ada saja anak itu. Bisa banget ngerubah suasana yang panas ini." jawab Tyo ikut menari didepan Vey dan Niko.
NOTES: CINTA IBARAT SENJA YANG TERANG JIKA WAKTUNYA DAN MULAI HILANG TERGANTIKAN OLEH MALAM.
Maaf yah, kalau terlalu banyak nyanyi nya
__ADS_1
Gak tahu akhir-akhir ini aku pengen bikin cerita kek gitu. Pengen nyanyi beneran takut telinga kalian rusak๐๐๐๐jadi biar mereka saja yang nyanyi yah,
selamat mendengarkan mereka bernyanyi๐๐