
Akhirnya ujian pun telah selesai, pengumuman akan tibanya liburan disambut antusias oleh semua siswa.
Tak terkecuali Vey, dia sangat senang akhirnya hari yang ditunggu akan tiba. Vey sudah merencanakan sesuatu untuk liburanya. Dia ingin berkunjung ketempat neneknya dan berkunjung kemakam sang kakak.
Tapi sebelum Vey berangkat, Vey ingin mengajak semua teman sekelasnya dan teman kampung untuk merayakannya. Bukan merayakan kelulusan melainkan Vey ingin lebih jauh lagi mengenal mereka.
Vey meminta rekomendasi tempat yang enak untuk merilekskan pikirannya.
Wildan menawarkan tempat tongkrongan yang dulu pernah dia datangi bersama Tio. Tempat itu berada ditengah-tengah sawah, dibawahnya juga ada kolam ikannya.
Kafe itu memiliki tempat yang strategis, tempatnya yang luas dan enak. Tempat yang sederhana bisa membuat nyaman pengunjungnya. Ditambah lagu cuaca malam ini sangat mendukung.
meskipun sedikit mendung tapi bintang masih tampak terlihat sinarnya. Tak tertinggi juga hewan sawah yang indah. Sekawan kunang-kunang menambah keindahan malam ini.
Dikafe itu ada juga life musiknya, tanpa sepengetahuan lainnya Wildan kadang juga ikut menyumbangkan suaranya. Band yang tadinya terdiri dari enam orang itu kini bertambah satu Wildan.
Vey, datang terlebih dulu untuk menyiapkan semuanya. Tak berselang lama datang Wildan dan teman lainnya.
Iren yang melihat Vey langsung berlari kearahnya. Vey berdiri untuk menyambut kedatangan sahabat-sahabatnya.
Vey, memilih tempat dipinggiran agar bisa leluasa memandang hijaunya sawah yang tertutup gelapnya malam.
Vey, yang dulu pernah mendengar Wildan bernyanyi mempunyai pikiran untuk menyuruh Wildan nyanyi.
"Wil, nyanyi gih biar tambah seru." pinta Vey.
" Gak ah Vey, Iren thu suaranya juga bagus." imbal Wildan menunjuk Iren yang sedang bercanda dengan Ima.
Iren yang ditunjuk langsung menggeleng. Melihat mereka berdua yang menolak, Vey langsung berdiri berjalan menuju panggung life musik.
" Permisi, Mas boleh saya pinjam tempat, mikrofon dan juga teman-temannya." pinta Vey kepada anak band itu.
" Silahkan Mbak, mau dibawa pulang juga mau Mbak." jawab Roni salah satu anggota band.
Vey hanya tersenyum dan mengambil alih tempat sang Vokalis.
" Mohon perhatiannya sebentar, saya ingin meminta kepada dua sahabat saya untuk menyambungkan suaranya. Iren dan Wildan saya harap kalian berkenan menghibur semuanya." ucap Vey.
Wildan Dan Iren kemudian berdiri berjalan dimana Vey berdiri saat ini. Vey tertawa cengengesan saat Iren memukul lengannya. Belum sempat Vey melangkahkan kakinya turun Iren sudah menahannya.
Terpaksa Vey pun juga ikut disana. Vey tampak membisikkan sesuatu kepada Wildan. Ini kesempatan bagus juga buat Wildan mencoba mengutarakannya kembali.
Wildan memilih lagu yang dinyanyikan oleh Andmesh. Setelah meminta diiringi oleh teman bandnya Wildan mulai mengeluarkan suaranya.
π€π€π΅π΅
'Ku harap semua ini bukan sekedar harapan
Dan juga harapan ini bukan sekedar khayalan
Biarkan 'ku menjaganya sampai berkerut dan putih rambutnya
Jadi saksi cintaku padanya
'Tak main-main hatiku
Apapun rintangannya 'ku ingin bersama dia
'Ku mau dia, 'tak mau yang lain
Hanya dia yang s'lalu ada kala susah dan senangku
'Ku mau dia, walau banyak perbedaan
'Ku ingin dia bahagia hanyalah denganku
Biarkan 'ku menjaganya sampai berkerut
Dan putih rambutnya jadi saksi cintaku padanya
'Tak main-main hatiku
Apa pun rintangannya 'ku ingin bersama dia
'Ku mau dia, 'tak mau yang lain
Hanya dia yang s'lalu ada kala susah dan senangku
'Ku mau dia, walau banyak perbedaan
'Ku ingin dia bahagia hanyalah denganku
Bukan 'ku memaksa oh Tuhan
Tapi 'ku cinta dia (yang 'ku cinta hanya dia)
__ADS_1
'Ku mau dia (yang 'ku mau hanya dia)
'Ku mau dia
Dan hanyalah dia
Aku mau dia, 'tak mau yang lain
Hanya dia yang s'lalu ada kala susah dan senangku
'Ku mau dia, walau banyak perbedaan
'Ku ingin dia bahagia hanyalah denganku
Bukan 'ku memaksa oh Tuhan
Tapi 'ku cinta dia ('Ku cinta dirinya)
'Ku mau dia ('Ku mau dirinya)
Hanyalah dia
Tuhan, 'Ku cinta dia
Tatapan mata Wildan tidak pernah luput memandang dua gadis yang berada disampingnya.
Para pengunjung tampak mendengarkan dengan seksama. Suara Wildan mampu menghipnotis telinga pendengarnya.
Suara tepukan tangan terdengar saat Wildan sudah selesai menyumbangkan satu buah lagu. Sekarang giliran Iren, dengan malu-malu Iren menyanyikan lagu.
Lagu ini mungkin mengutarakan isi hatinya saat ini yang masih dipenuhi kegalauan. Lagu dari ST12.
π€π€π΅π΅
Malam ini ku lihat bulan
Tak terjatuh lalu terurai
Ku nggak ngerti apa yang harus
Ku lakukan
Hari ini aku putuskan
Untuk jauh ku langkahkan kaki
Biarkanlah kan kubawa
Sejuta harapan yang indah
Yang pernah kita lalui
Saat bersama
Ku harap kau bisa mengerti
Cinta kita tak direstui
Malam ini harus
Rela ku pergi
Maafkanlah kekasih
Ku harus tinggalkanmu
Meski ku tahu ini menjadi
Kau sakit hati
Relakanlah kekasih
Tutup air matamu
Semua ini aku lakukan
Untuk kebaikanmu
Dengarkanlah kekasih
Ku harus tinggalkanmu
Meski ku tahu ini menjadi
Kau sakit hati
__ADS_1
Relakanlah kekasih
Tutup air matamu
Ini semua aku lakukan
Untuk kebaikanmu
Dengarkanlah kekasih
Ku harus tinggalkanmu
Meski ku tahu ini menjadi
Kau sakit hati
Relakanlah kekasih
Tutup air matamu
Semua ini aku lakukan
Untuk kebaikanmu
Iren terlihat sangat menikmati setiap alunan musik yang mengiringinya. Sesekali juga Iren menutup matanya untuk lebih menghayati. Tanpa permisi air mata Iren akhirnya lolos juga. Dan dengan segera Iren langsung menghapusnya, Wildan yang tau Iren menangis langsung mendekatinya.
Wildan menggenggam tangan yang dulu pernah melepaskannya. Vey, yang melihat perhatian Wildan itu melepas pelukannya dan berjalan turun menuju tempatnya lagi. Sekarang yang menemani Iren diatas sana adalah Wildan.
Iren masih belum menyadari kalau yang menggenggam tangannya adalah Wildan. Saat matanya terbuka iren melihat kearah genggaman itu, genggaman yang sangat nyaman. Kedua mata itu saling memandang satu sama lain.
Semua pengunjung bertepuk tangan dan suara siulan juga ramai menghoda mereka. Wildan dan Iren masih diatas panggung. Wildan yang sudah mau turun dipegang pundaknya oleh sang Vokalis. Dia ingin melihat Wildan dan Iren duet.
Wildan dan Iren akhirnya menyanyikan satu lagu lagi mereka memilih lagi my heart yang pernah hits dijamannya.
π€π€π΅π΅
lirik pertama Wildan
Di sini kau dan aku
Terbiasa bersama
Menjalani kasih sayang
Bahagia 'ku denganmu
lirik kedua Iren
Pernahkah kau menguntai
Hari paling indah?
Kuukir nama kita berdua
Di sini surga kita
Bila kita mencintai yang lain
Mungkinkah hati ini akan tegar?
Sebisa mungkin tak akan pernah
Sayangku akan hilang
If you love somebody could we be this strong
I will fight to win our love will conquer all
Wouldn't reach my love
Even just one night
Our love will stay in my heart
My heart
β€ β€ β€
Diakhir lagu Wildan langsung. berjongkok didepan Iren. Dengan memagang satu tangan Iren dan menekuk satu kakinya bergaya seperti orang yang akan melamar kekasihnya.
Vey yang menyaksikan keromantisan mereka mendadak sedikit murung. Tampak jelas saat senyum itu tiba-tiba hilang. Vey, berulang kali menundukkan wajahnya dan menarik nafas pelan kemudian menghembuskannya pelan.
Tio yang menyadari perubahan Vey pun hanya bisa melihatnya. Apa yang dipikirkan Tio selama ini benar. Sebenarnya Vey juga memiliki perasaan yang sama, tapi Vey tau betul bahwa Wildan masih belum melupakan Iren.
NOTES: AKU BAHAGIA JIKA MELIHAT DIA BAHAGIA.
__ADS_1
Jangan lupa LIKE, SARAN kalau berkenaneberikan VOTE aku terima dengan senang hatiβΊπ