Seperti Sampah

Seperti Sampah
Teni.


__ADS_3

Siapakah Teni sebenarnya ? Teni bukanlah orang baru dalam kehidupan Doni. Dulu mereka pernah punya hubungan yang spesial di masa lalu.


Teni adalah adik kelas Doni saat di SMA. Lebih tepatnya Teni adalah cinta pertama Doni. Dan Doni pun adalah pelabuhan hati Teni yang pertama. Mereka berpacaran hampir tiga tahun lamanya. Itulah sebabnya mereka bisa saling mengerti satu sama lain meski tanpa harus berkata. Bahkan kedua orang tua Teni sudah akrab dengan Doni.


Namun mereka terpaksa harus berpisah karena tiba-tiba Teni pindah ke luar Jawa bersama keluarganya. Pernah mencoba menjalani hubungan jarak jauh namun tidak berhasil. Seiring berjalannya waktu akhirnya mereka memutuskan mengakhiri hubungan itu. Mereka pun akhirnya kehilangan kontak.


Keduanya memilih melanjutkan hidup dengan mencari pelabuhan hati yang lain. Doni berhasil move on setelah bertemu Suci tapi Teni tidak seperti itu. Berkali-kali membina kasih dengan pria lain namun posisi Doni tak dapat digantikan oleh mereka.


"Pa aku mau kembali ke Bandung. Kebetulan temanku yang ada di sana mengajakku berbisnis. Sepertinya sangat menjanjikan." Teni mengutarakan rencananya.


"Sejak kapan kamu tertarik dengan dunia bisnis ? apa semua ini ada hubungannya dengan Doni ?" Papanya balik bertanya.


Teni hanya menjawab dengan senyum meronanya.


"Papa tidak akan melarang kamu untuk memperjuangkan cintamu. Yang terpenting kamu bisa jaga diri di sana."


"Makasih pa..." memeluk erat.


Namun saat tiba di kota tujuan semua harapannya sirna. Teni mendengar kabar pernikahan Doni dengan seorang gadis. Sejak saat itu dia bertekad untuk melupakan cinta pertamanya.


Menyibukkan diri dengan memulai merintis bisnis yang ditawarkan temannya.


Suatu ketika Teni tanpa sengaja dipertemukan kembali dengan Doni di sebuah klub malam.


"Mas apa kabar ? sudah lama sekali kita tidak bertemu. Aku senang bisa bertemu mas di sini." Teni menghampiri dan duduk di sebelah Doni.


"Teni ? aku gak nyangka kita bisa bertemu di tempat ini. Aku juga senang bertemu denganmu." Memeluk gadis yang ada di sebelahnya.


"Aku dengar mas udah nikah ya ? kenalin aku sama istri mas dong. Aku pengen lihat seperti apa wanita yang beruntung itu."

__ADS_1


"Jangan bicarakan dia." Air muka Doni berubah jadi kusut.


Ada apa ini ? mas Doni kelihatannya tidak suka jika membahas tentang istrinya.


Awalnya Doni enggan bercerita. Namun karena semakin seringnya mereka bertemu maka Doni pun berani mengungkapkan semua yang terjadi dalam rumah tangganya. Hal itu memunculkan harapan Teni untuk kembali berada di sisi pujaan hatinya.


Seolah mendapat angin segar saat Doni pun menunjukkan hasratnya untuk kembali mengulang masa-masa indah mereka. Membuatnya semakin bersemangat memiliki pria yang sudah lama bersemayam dalam hatinya.


Aku akan merebut kembali mas Doni dari wanita itu. Mas Doni memang cinta sejatiku. Kami masih saling mencintai. Itu adalah fakta !!! tak ada seorang pun yang akan mampu menghalangiku ! aku tidak mau kehilangan lagi mas Doni.


Dan seperti itulah kini mereka kembali merajut asmara yang statusnya terlarang.


***


Sesuai janji malam itu Doni menginap di rumah Teni. Mereka semakin terbuai dengan kebebasan apalagi di sana tidak ada siapapun kecuali mereka berdua.


"Mas apa mas pernah merindukanku saat kita berpisah ?" memeluk erat Doni yang terbaring di atas tempat tidur.


"Sedikit."


"Curang...padahal aku tak pernah sekejap pun tak merindukan mas." Memukul pelan dada Doni.


"Tapi sekarang aku selalu ingin ada di dekatmu." Membelai wajah Teni dan membuatnya tersipu malu.


"Wanita itu bagaimana ? aku kan ingin segera menjadi istrimu yang sah. Aku gak mau jadi selingkuhan. Kapan mas mau menceraikan dia ?" bersikap so cemberut dan membelakangi Doni.


"Aku akan urus semuanya. Aku juga mau cepat-cepat menceraikan dia. Aku sudah muak melihat wajah so polosnya itu. Aku bahkan tidak suka saat kau membicarakan dia. Mulai saat ini kita jangan membahas wanita itu lagi. Lebih baik kita menikmati kebersamaan kita sepuasnya." Memeluk tubuh Teni.


Gadis itu kembali tersenyum. Akhirnya terjadilah hal yang tak pantas terjadi. Setiap mereka bertemu pasti hubungan itu menjurus pada ketidak senonohan.

__ADS_1


Mereka tak memikirkan dan tak mau peduli jika saat ini seseorang tengah menderita akibat kebersamaan mereka.


***


Jadi mas Doni benar-benar tidur di rumah wanita itu ? kenapa kamu senekat itu mas ? apa kamu lupa bahwa kamu pernah mempunyai perasaan yang hangat untukku ? sepertinya semua cinta dan sayangku sama sekali tak ada nilainya untukmu. Kamu bahkan sengaja mencabik hatiku.


Perasaan Suci semakin berkecamuk. Tak ada yang dapat dia lakukan untuk melunakkan hati suaminya. Jangankan mengajaknya bicara, untuk bersitatap saja Doni sudah tak sudi.


Hanya lewat doa yang dipanjatkannya tiap malam Suci berusaha merayu Tuhan agar mengembalikan suaminya.


Shalat-shalat malam selalu dia lakoni untuk meminta petunjuk. Namun Doni semakin menjauh bahkan dalam mimpi sekalipun suaminya itu tak mau menatap Suci.


Dan malam ini di alam mimpi.....


"Mas jangan !!! tolong !!!" Suci didorong ke jurang yang dalam oleh Doni.


Suci terus berteriak dan memohon namun Doni malah pergi dengan Teni tanpa berbalik lagi.


"Tolong !!!" Suci masih bergelantungan mencegah tubuhnya agar tidak jatuh ke dalam jurang dengan memegang kuat pada cabang pohon.


Saat tubuhnya tak mampu bertahan tiba-tiba sebuah tangan meraihnya dan berhasil membawanya ke atas. Suci pun selamat dan.....mimpinya berakhir.


"Astaghfirullah. Aku bermimpi rupanya." Memegang dadanya yang berdetak hebat seolah barusan dia mengalaminya dalam nyata.


Mimpi itu kembali berputar di kepalanya. Mengingat potongan yang terasa buram.


Apa ini sebuah petunjuk ? mungkinkah hubunganku dengan mas Doni akan berakhir begitu saja ? tapi kenapa tiba-tiba Riki muncul di mimpiku ?


Tapi Suci segera menepis semua praduganya. Dia tetap akan mempertahankan rumah tangganya sebisa mungkin.

__ADS_1


__ADS_2