
Ting ! sebuah pesan masuk ke ponsel Teni. Senyum menyeringai muncul di bibirnya.
"Wahhh wah wahh ! kalian serasi sekali jika beradegan hot seperti ini. Main selimut berdua ya ?! sekarang saatnya aku ke sana. Sepertinya sayang sekali jika aku harus melewatkan tontonan seru ini. Mas Doni juga harus ikut menyaksikan secara langsung biar lebih seru lagi !" Teni bergegas menghampiri suaminya yang berada di kamar sebelah.
"Mas kita ke rumah Suci yuk. Aku harus membicarakan sesuatu dengannya." Bergelayut manja.
"Mau apa kamu ke sana ? mencurigakan sekali." Bicara namun matanya menatap ke arah ponsel.
"Aku sekarang sadar bahwa selama ini kita sudah sangat bersalah padanya. Aku mau minta maaf agar hatiku tenang. Akhir-akhir ini aku sering susah tidur karena dihantui perasaan bersalah pada Suci. Mas mau kan mengantarku ke sana ? kita berdua minta maaf padanya."
Aku tidak yakin dengan apa yang Teni katakan tapi aku akan menurut saja agar bisa bertemu dengan Suci.
"Baiklah, tapi di sana kamu jangan buat masalah."
"Mas harus percaya bahwa aku ini tulus. Aku tidak akan melakukan hal buruk pada Suci."
Teni dan Doni pun segera berangkat.
Saat sampai di sana. Doni mengetuk pintu rumah Suci dan mengucap salam sampai beberapa kali namun tak kunjung ada jawaban.
"Mas mungkin mereka tidak ada di rumah."
Padahal aku tahu sekarang ada dimana mereka. Haha !
"Cari siapa ya ?" seorang wanita paruh baya menghampiri keduanya.
"Apa ibu tahu kemana pemilik rumah ini ?" tanya Doni.
"Neng Suci sekarang sedang ada di kantor RW lagi diintrogasi gara-gara kepergok mesum dengan pacarnya. Ini saya juga lagi otw mau ke sana, mau nobar sama tetangga yang lain. Jarang-jarang ada tontonan seru seperti ini." Semangat sekali wanita itu menjelaskan.
Pacar ? apa maksudnya Riki ? apa benar yang dikatakan ibu ini ?
"Kalau begitu kami ikut." Teni berinisiatif.
Mereka pun menuju kantor RW dimana saat itu sudah banyak warga yang berkerumun. Ada yang hanya menonton dan kebanyakan dari mereka melempari kata-kata yang mengiris.
"Tidak sangka ya, perempuan kalem dan penampilannya tertutup begitu bisa berbuat mesum."
"Penampilannya hanya kedok untuk menutupi kebobrokannya."
"So alim tahunya murahan."
__ADS_1
"Mereka sudah mengotori kampung kita."
"Siapa yang bisa menolak sih kalau diajak begituan sama pria setampan itu. Aku juga mau !" seorang gadis kecentilan sendiri setelah melihat wajah si pria yang sedang diadili.
Hampir semuanya menyudutkan pihak wanita. Suci dan Riki sudah berusaha menjelaskan semuanya namun tak ada yang percaya karena mereka sudah sangat yakin dengan apa yang mereka lihat. Karena pasti tak ada seorang pun yang akan berbaik sangka pada sepasang manusia yang kepergok berada di ranjang yang sama apalagi dalam keadaan tanpa busana. Terlebih Bu Agus sudah menunjukkan foto mereka pada warga kampung. Padahal apa yang mereka lihat tidak seperti apa yang sebenarnya terjadi.
"Mas ternyata ibu tadi benar, Suci dan mas Riki ada di sini. Apa benar mereka sudah berbuat mesum ?" Teni mengompori agar Doni membenci Suci.
Apa mereka benar-benar berbuat tidak senonoh ? atau jangan-jangan hanya salah paham saja ?
"Jika kalian terus menyudutkan kami maka saya akan laporkan kalian ke polisi karena sudah mencemarkan nama baik kami !" Riki naik pitam.
"Silahkan saja lapor, paling kalian berdua yang akan ditindak. Kami akan memberikan semua bukti pada polisi." Seorang warga menantang.
"Pak RW saya memang tidak mengerti kenapa kami bisa sampai berduaan di dalam kamar. Tapi saya yakin bahwa kami tidak melakukan apa-apa." Sekali lagi Suci mencoba menjelaskan.
"Jangan dengarkan wanita pembohong ini pak ! lebih baik kita lempari saja keduanya dengan batu sampai mereka mati. Mereka sudah menyebar kesialan pada warga kampung."
"Kita arak saja mereka keliling kampung !"
Para warga semakin membara.
"Mas mau apa ? tidak ada gunanya membela mereka. Yang ada nanti malah mas ikut dihakimi masa."
Orang-orang terus saja meneriaki kata-kata kasar pada Suci dan Riki.
Kenapa ini bisa terjadi ? apalagi yang harus ku lakukan agar mereka percaya. Suci sudah berderai air mata menghadapi fitnahan para warga.
Aku tidak peduli mereka mau memperlakukanku sekasar apapun. Aku hanya tidak mau Suci sampai terluka sedikit pun. Riki terus menatap lekat wanita yang tengah duduk di sebelahnya.
"Bapak-bapak dan ibu-ibu mohon tenang !!! saya sudah memutuskan. Lebih baik kita nikahkan saja mereka." Pak RW berdiri sambil mengayunkan tangannya.
Para warga saling diskusi berbisik-bisik.
"Baiklah pak RW tapi setelah itu mereka harus segera pergi dari sini. Kami tidak mau kampung kami tercemar."
"Ya benar pak ! Suci usir saja dari kampung ini ! biarkan dia tinggal bersama teman mesumnya !"
"Ya benar !!!"
Semua warga kembali riuh.
__ADS_1
"Ini tidak boleh dibiarkan !" Doni kembali ingin menghentikan tapi lagi-lagi dihadang oleh istrinya.
"Mas kamu jangan ikut campur ! nanti kamu bisa dihajar warga karena telah membela Suci dan mas Riki."
Akhirnya Doni pun hanya bisa diam dan menonton.
Ternyata orang-orang kampung suruhanku itu aktingnya sangat bagus. Tidak sia-sia aku membayar mereka.
Teni tersenyum puas.
"Pak, tapi kami tidak melakukan apa-apa." Suci berupaya menjelaskan kembali.
"Benar pak, kami tidak melakukan apa yang orang-orang itu katakan !" Riki menambahkan.
"Sudah sudah ! kalian jangan membela diri lagi ! sudah untung saya mau menikahkan kalian daripada harus dihukum rajam. Pertanggung jawabkan perbuatan kalian dengan menikah di tempat ini, saat ini juga !" Pak RW bersikukuh.
Suci dan Riki bersitatap sejenak dan kembali mengalihkan pandangan mereka.
"Baik pak, saya bersedia menikahi Suci !" Riki berbicara mantap tanpa keraguan.
Suci menoleh lagi pada Riki. Dia hanya merasa tidak enak hati, tidak pantas jika harus bersanding dengan pria itu.
Maafkan aku Suci ! aku bukannya mau mengambil kesempatan, aku hanya ingin melindungimu dari mereka. Aku memang ingin sekali menikahimu tapi bukan dengan cara dan di situasi seperti ini.
Riki menghubungi nomer Syarif dan memintanya segera datang untuk menjadi wali nikah. Setelah lama menunggu akhirnya Syarif hadir di sana dengan penuh kebingungan. Setelah dijelaskan Syarif pun bersedia meski dia masih syok. Sementara itu Bu Ayu yang baru datang pun hanya bisa pasrah melihat kejadian tak terduga itu. Dari tadi Bu Ayu sengaja ditahan oleh wanita yang berpura-pura meminta diajarkan membuat kue. Wanita itu memang bersekongkol dengan Pak Agus dan istrinya atas suruhan Teni.
Penghulu didatangkan dan pernikahan itu pun dimulai. Riki hanya memberi mas kawin uang cash yang ada di dompetnya.
Dengan satu tarikan nafas, Riki berhasil melafadkan janji suci pernikahan. Akhirnya dia resmi menjadi pasangan Suci meski pernikahan itu belum tercatat di mata hukum negara.
Doni segera angkat kaki dari sana karena merasa terbakar melihat Suci resmi menjadi istri mantan sahabatnya. Teni segera menyusul.
Rencanaku berjalan sangat sukses ! mas Doni tidak akan bisa lagi kembali pada Suci.
Senyum kemenangan kembali muncul di wajah Teni.
Note.
Mohon maaf sekali karena up nya telat ! hari ini kesibukan author bertambah dari biasanya. Harap maklum☺️
Terima kasih banyak sudah mampir ☺️
__ADS_1