SUAMI DARI ALAM LAIN

SUAMI DARI ALAM LAIN
part_17


__ADS_3

Bismillah


"SUAMI DARI ALAM LAIN"


#part_17


#by: R.D.Lestari.


"In ... Indri!" seseorang mengguncang keras tubuhku. Terpaksa membuka mata, samar kulihat seseorang di hadapan. Ku picingkan mata. Netraku mengedar ke segala ruangan. Di mana Bima?


"In, nyariin apa, sih?"


"Ah, nggak. Kamu ngapain di sini, Sri?" aku sempat heran juga kenapa Sri bisa berada di sini. Di kamarku. Kamar? berarti aku tadi cuma mimpi?


"Hufffft," aku menghela napas panjang. Ternyata yang ku alami barusan hanya mimpi. Kecupan itu ...


"Heh, kamu kenapa, sih, In! aneh banget deh," protes Sri yang melihatku berubah murung .


"Aku mimpi Kak Bima, Sri," sahutku.


Aku termenung sesaat. Rasanya jika itu mimpi tak ingin segera terbangun. Mimpi yang amat indah. Terasa amat nyata.


"Kamu jangan mikirin Bima lagi. Jelas dia bukan manusia. Kalau dia manusia, dia pasti datang mengunjungi kita," Sri mengelus lembut pundakku.


"Kamu tak tahu siapa Bima. Dia manusia biasa sama seperti kita," tukasku. Aku tak terima Bima di jelek-jelekkan sahabatku ini.

__ADS_1


"Ya, terserah dirimu aja, In. Aku cuma khawatir padamu, seminggu kamu hilang, dan setelah kamu hilang, Rena tiba-tiba bangun dan sadar. Aku heran, apa ini ada hubungannya dengan kepergianmu?" cacar Sri. Ia menatapku bingung.


Sejenak terdiam dan berpikir. Apa aku jujur saja kepada Sri?


"Ya, aku kembali ke dalam hutan untuk mengembalikan barang yang di curi Rena," ku tatap dalam mata Sri sembari berbisik," Rena mencuri tas branded yang harganya fantastis dan itu punya seorang pejabat. Ternyata tempat kita kemarin tinggal bukan tempat sembarangan. Penuh hal mistis,"


"Serius? ah, gil* juga Rena ini! untung dia ga mat*," maki Sri kesal.


"Sudahlah, ga usah di perpanjang," sahutku malas.


"In, aku yakin jika kemarin itu kita masuk dunia gaib. Perasaan baru dua hari tapi tenyata sebulan kita hilang," Sri berspekulasi.


"Ya, aku tak menampik hal itu. Tapi, kehidupan mereka sama seperti kita, aku bisa pastikan jika mereka manusia biasa," jawabku yakin.


"Kamu jangan terpercaya In, bisa jadi itu tipu muslihat mereka saja," Sri bergumam tak percaya.


" Apa kau tak melihat keanehan pada mereka , In?" lagi-lagi Sri seperti meragukan ucapanku.


"Tidak, mereka sama saja seperti kita," sahutku .


"Kata Nenek, di hutan waktu kita kesasar itu ada kota gaib yang tak kasat mata. Kota yang amat indah dan menakjubkan," papar Sri.


"Kota itu terletak di atas gunung dan sangat moderen," lanjutnya.


"He-he-he, mana ada kota di tengah hutan, apalagi di gunung," ejekku.

__ADS_1


"Aku kemarin di ajak ke kota Kak Bima. Asli keren banget," pujiku.


"Di mana?" sela Sri.


"Uwentira," sahutku .


"U--Uwentira? ga mungkin!" Sri melotot melihatku. Bibirnya gemetar mendengar kata Uwentira.


"Iya, Uwentira," aku balas melotot supaya Sri percaya ucapanku.


"Ga mungkin. Nama kota itu adalah nama yang di sebut Nenek. Aku rasa ini bukan kebetulan," Sri beranjak dari duduknya.


"Besok aku jemput, kita ketemu dengan Nenekku. Aku yakin ada yang tidak beres denganmu ," titah Sri sembari melenggang pergi. Ia hanya melambaikan tangan dan mengucap salam. Sampai ia hilang dari pandangan , aku tak mengerti sedikit pun apa yang ia ucapkan.


"Sri mungkin cuma iri denganku karena aku yang di ajak pergi dengan Kak Bima dan bukan dia," batinku.


***


"Assalamualaikum," ucap kami serentak begitu masuk kedalam rumah panggung tempat Sri tinggal.


"Waalaikumsalam," suara yang terdengar parau menyahut dari dalam.


Nampak jelas seorang wanita tua sedang duduk menjahit di ruang tengah. Ia tersenyum melihat kedatangan kami dan menyuruhku duduk di hadapannya .


Mata nya yang dominan putih menatapku tajam. Dengan bibir gemetar ia berucap," seseorang sedang mengikutimu dan ia sangat mencintaimu ,"

__ADS_1


Aku terpaku mendengar ucapan Nenek. Seseorang mengikutiku? siapa? dia mencintaiku? siapa yang di maksud Nenek. Apa dia ....?


__ADS_2