SUAMI DARI ALAM LAIN

SUAMI DARI ALAM LAIN
part_26


__ADS_3

Bismillah


"SUAMI DARI ALAM LAIN"


#part_26


#by: R.D.Lestari.


"Cantik sekali Kak Indri," Anima menatap takjub Indri yang memakai gaun pengantin warna putih dengan kristal swarowzki. Cantik begitu anggun membalut tubuh Indri yang langsing. Make up natural juga menghiasi wajah cantik Indri, menambah kesan manis di setiap titik wajahnya. Senyum Indri merekah, jilbab dan mahkota mungil menambah kesempurnaan hiasan Indri malam ini.


Ya, Indri dan Bima menikah di pertengahan malam ketika pendar cahaya bulan bersinar sempurna.


Keluarga sudah berkumpul memenuhi meja-meja yang di letakkan di tengah padang rumput. Rangkaian bunga mawar putih, jingga dan merah mendominasi hiasan dekorasi di alam terbuka itu. Lilin-lilin memenuhi meja tamu dengan gelas-gelas kristal yang di penuhi minuman sirup aneka rasa. Makanan enak aneka jenis bertabur penuh rasa nikmat tersedia di meja.


Semua tamu bercengkrama dengan akrab. Tak banyak tamu yang datang. Hanya beberapa anggota keluarga dan orang terdekat.


Bima, menunggu Indri di tengah-tengah gazebo yang di hiasi rangkaian bunga dan juga selendang berwarna putih. Mata nya menatap bahagia semua tamu yang datang.


Seorang penghulu sudah hadir dan ikut menunggu kedatangan wanita cantik yang akan jadi primadona malam ini. Siapa lagi jika bukan Indri.


***


"Ayo, Kak. Tamu-tami sudah menunggu. Sebentar lagi tepat jam dua belas malam, pernikahan akan segera di laksanakan," Anima mendesak Indri untuk gegas menuju tempat pernikahan yang jaraknya hanya beberapa langkah saja.


"Dek, Kakak deg-degan," sahut Indri menyentuh dadanya yang berdegup amat kencang.


"Ayo, Kak. Ga ada waktu lagi," Anima menarik pelan tangan Indri. Ia tak sabar berada di tengah-tengah acara yang sebentar lagi akan berlangsung. Indri akhirnya beranjak dan mengekor Anima dari belakang. Ia berjalan dengan anggun dan perlahan melewati para tamu undangan yang menatapnya dengan takjub. Mereka memuji kecantikan Indri yang natural dan bersinar.


Bima seketika berdiri begitu tau jika Indri sedang berjalan mendekatinya, ia pun sama seperti para tamu undangan. Berdiri terpaku karena terpesona kecantikan Indri malam ini. Jantung nya berdegup kencang menatap Indri yang semakin mendekatinya.

__ADS_1



Tangan Bima bergetar hebat ketika ia menyambut Indri masuk ke dalam gazebo dan duduk di sampingnya. Indri melirik Bima yang tampak sangat tampan memakai paduan jas abu-abu kemeja putih.



Wajahnya bersemu merah ketika wajah Bima mendekat di telinganya seraya berbisik "Kamu sangat cantik, Sayangku ," lalu Bima duduk di sebelahnya dan menghadap penghulu yang sejak tadi sudah menunggu.


***


"Sah ... alhamdulillah,"



Prosesi pernikahan berjalan khidmat. Semua tamu undangan ikut larut dalam suasana yang syahdu. Aura kebahagiaan terpancar di kedua wajah pengantin yaitu Bima dan Indri.




Bima dan Indri sesekali saling beradu pandang. Senyum bahagia tak pernah lepas dari bibir mereka. Akhirnya impian untuk mengarungi hidup berumah tangga bersama telah mereka gapai. Keraguan itu telah sirna berganti mimpi indah yang kini sudah di depan mata.



Tepat pukul tiga dini hari acara pernikahan selesai sudah, menyisakan lelah dan pegal di sekujur tubuh. Dengan mesra Bima merangkul Indri dan membawanya dalam gendongannya. Semua tamu beserta keluarga bersorak-sorai melihat keromantisan mereka, termasuk Anima dan kedua orang tua Bima yang mengulum senyum malu melihat perbuatan Bima yang spontan itu.



Bima tergesa membawa Indri masuk ke kamar pengantin yang di penuhi dengan hiasan mawar dan juga selendang warna warni. Di beberapa sudut terdapat lilin aroma terapi yang menguarkan wangi menenangkan.

__ADS_1



Brakkk!



Bima segera menutup pintu kamar dan membaringkan Indri pada ranjang pengantin yang amat lembut dan empuk.



"In ... aku bahagia sekali karena sekarang kamu menjadi istriku. Sekarang apa boleh aku menyentuhmu?"



Indri mengangguk pelan dan memejamkan mata saat wajah Bima mulai mendekat. Tangan Bima yang kekar menari di punggung mulus Indri, perlahan tangan itu mencari retsleting baju dan berniat membukanya hingga sesuatu tiba-tiba menghentikan kegiatan Bima.



Tok!tok!tok!



"Kak Bim di tunggu Ibu di ruang tengah! ada yang mau di bicarakan!"



Suara Anima terdengar lantang di luar sana, membuat Bima merutuk karena kesenangannya terganggu.


__ADS_1


"Ah, gagal!"


__ADS_2