SUAMI DARI ALAM LAIN

SUAMI DARI ALAM LAIN
part_23


__ADS_3

Bismillah


"SUAMI DARI ALAM LAIN"


#Part_23


#by:R.D.Lestari.


Bima dan Indri terbang menembus langit, dingin akibat hembusan angin membuat tubuh Indri menggigil. Bima dengan lembutnya mempererat pelukan dan membawa Indri ke dalam dada bidangnya yang sixpack.


Indri semakin terhanyut. Perlahan energi Indri semakin terisi, tubuhnya kembali bugar. Ia bisa dengan mudah mengangkat kepalanya dan matanya menyisir sekitar. Mereka melewati bukit, laut dan kembali melesat membelah awan malam. Pendar bintang dan rembulan menambah suasana romantis untuk mereka berdua.


Cup!



Kembali Bima mengecup bibir Indri lembut, membuat wanita itu tersipu malu.



Tap!



Bima menjejakkan kakinya di sebuah bukit yang berada di atas deburan ombak laut. Indri perlahan di turunkan dari gendongannya. Tubuh Bima yang semula penuh luka kini sudah sembuh sempurna, tak ada segores pun luka di sana. Begitu menakjubkan, membuat Indri terkesima.



Di bawah suara debur ombak bersahut-sahutan. Angin malam semilir membelai tubuh Indri yang kini lebih kurus karena siksaan Silva.


Indri membelakangi Bima menikmati indahnya suasana malam diantara rindangnya pepohonan dan percikan air deburan ombak yang menghantam karang.


Bima perlahan mendekati nya dan memeluk wanita itu dari belakang, tubuhnya yang hangat membuat Indri betah dengan pelukannya. Indri sadar Bima belum menyatakan cinta, tapi itu tak penting baginya. Yang terpenting Bima ada di dekatnya.


Bima menurunkan wajahnya dan berbisik di telinga Indri, jemarinya menggenggam jemari Indri pelan. Hembusan napasnya terdengar merdu di telinga Indri.



"Aku mencintaimu, In. Sungguh,"



"Aku juga, Kak Bim. Aku tahu jika Kak Bima juga mencintaiku, terimakasih sudah menolongku,"



Debaran jantung Bima terasa menggetarkan, ia dengan mesra membalikkan tubuh Indri dan menyentuh dagu wanita muda itu perlahan agar bisa bersitatap dengannya.

__ADS_1



Indri larut dalam romansa cintanya bersama Bima, dalam lubuk hati sebenarnya terselip rasa ragu. Bagaimanapun sampai saat ini Indri tak tau siapakah Bima sesungguhnya. Dan itu akan menjadi kendala bagi hubungan mereka.



"Indri, Sayangku. Aku tau apa yang ada di otak kecilmu ini," Bima menyentil jidat Indri pelan.



"Apa?"



"Kamu pasti masih bingung aku makhluk apa, 'kan?" Indri mengangguk pelan.



"Kamu tau Uwentira?"



"Kota tempat kelahiran Kak Bima?"




"Kami bukan golongan genderuwo ataupun kuntilanak, mereka adalah golongan rendah dan tak bisa masuk ke Kota uwentira. Maka kami ini berbeda golongan. Di duniamu kaum kami ibarat pejabat dan raja,"



Bima merangkul pundak Indri dan mengajaknya menatap langit yang di penuhi bintang.



"Aku tau jika aku berdosa karena mencintaimu, tapi sungguh aku ingin kamu jadi istriku ,"



Bima menyentuh pipi Indri lembut dan menatap wajah gadis pujaannya dengan penuh haru.



"Indri, menikahlah denganku," ia lalu mengecup punggung tangan Indri dengan mesra.


__ADS_1


Indri bingung. Dalam hati ia sebenarnya sangat ingin bersama dengan Bima. Tapi, bagaimana dengan keluarganya? mereka pasti sangat khawatir padanya.



"Kamu tetap bisa pulang kerumah, selama kita menikah 3 kali kamu bisa pulang, selebihnya kamu akan tinggal selamanya denganku,"


Indri menatap Bima penuh keraguan. Haruskah ia memilih antara cinta dan keluarga?


"Jika aku rindu Ibu dan Bapakku, bagaimana?" Indri mulai terisak.



"Kamu tetap bisa melihat mereka dari jauh tapi mereka tak akan bisa melihatmu , jika mereka kangen, kirimkan doa, yasin dan tahlil, dengan begitu kamu akan bisa terus bahagia dan dalam perlindungan,"



"Berarti aku mat\*, Kak?"



"Apa sekarang kamu merasa mat\*? kamu hanya berpindah dunia, itu saja," Bima menangkupkan tangannya di wajah Indri yang basah karena air mata. Berusaha membuat Indri percaya pada cinta dan ucapannya.



Indri menyingkirkan tangan Bima pelan. Ia mengapit kedua tangannya di dada. Hatinya bingung. Bima tak tinggal diam. Ia kembali memeluk Indri dari belakang.



"Percuma jikapun kamu pergi, aku akan tetap ada dalam hatimu, kamu pasti akan selalu ingat aku,"



"Maksud Kakak?" jantung Indri berdetak kencang mendapat pelukan mesra dan merasakan hembusan napas pria yang sangat ia cintai itu. Indri merasa tak mampu jika harus kehilangan Bima, ia benar-benar bimbang.



"Maafkan aku, In. Karena ingin menyelamatkanmu , aku terpaksa menggores tanganku dengan cakarku dan meneteskan darah abadiku untukmu , itu sebabnya kamu kini bisa tegak berdiri tanpa merasa sakit, aku minta maaf,"


Bima menyenderkan kepala nya di leher Indri.


"Hmmmmh ," Indri melepaskan udara yang beberapa saat membuat dadanya sesak. Ia sekarang yakin, Bima tak ingin menyakitinya.


Ia tahu apa yang di perbuat Bima untuk menyelamatkan hidupnya . Kalau bukan karena Bima, ia pasti sudah tak bisa bernapas seperti sekarang ini.


Indri terdiam dan berpikir sejenak. Ia menimbang-nimbang jalan mana yang harus ia tempuh. Kalaupun ia harus meninggalkan Bima, ia amat yakin jika itu tak mungkin baginya. Cinta Bima sudah merasuk di jiwa nya.


Sedangkan orang tuanya, ia bisa kapan saja melepas rindu walau tak tersentuh. Ya, Indri memang egois. Tapi ini hidup yang ingin ia jalani. Ini pilihan nya. Ia ingin bersama dengan Bima untuk selamanya. Merajut menjalin cinta tanpa ada penghalang.

__ADS_1


__ADS_2