
Jesslyn memasuki rumah sambil terus mendecih, raut wajahnya sudah tidak bersahabat seperti sedang ingin menerkam. Sudah pasti Dodo akan menjadi tempat menumpahkan kekesalannya.
"Non, ada apa? maaf saya habis berbicara dengan Iyan untuk meminjam motornya." Dodo memegangi pipi wanita yang masih saja manyun.
"Do, jangan salahkan aku jika aku membuat keributan di kampung ini karena kesal dengan tetanggamu." Jika sedang dikuasai rasa kesal maka Jesslyn selalu asal bicara dengan tidak memperhatikan panggilannya, yang penting baginya, rasa dongkol yang menyeruak di dada terhempas.
"Memangnya siapa yang mengganggu? apa yang dia lakukan Non?" tangan Dodo sudah beralih mengusap-usap rambut, di lanjut mengecup kening. Cium di kening memiliki makna mendalam. Ketika si dia mendaratkan bibirnya di kening, rasa damai dan nyaman akan terasa. Namun jangan salah, Cium di kening juga dapat dilakukan untuk sebuah perpisahan manis.
"Pokoknya dia membicarakan kita kenapa tidak punya anak sampai sekarang. Kalau saja tidak ada emak disitu aku sudah berkelahi dengannya."
Ada emak? tidak mungkin emak diam saja. Batin Dodo.
"Non, ayo kita keluar." Dodo menuntun istrinya untuk memastikan apa praduganya benar bahwa emak akan memberi perhitungan. Dodo tahu bagaimana sifat ibunya, dan memang benar, Kini Jesslyn menyaksikan sendiri bagaimana ibu mertuanya dengan tegas memberi petuah kepada Bu Sarnih.
Jesslyn sedikit bernafas lega lalu menyunggingkan senyum, dia terharu, Ingin sekali dia berlari dan memeluk Bu Unah.
Begini rasanya dilindungi oleh seorang ibu. Mah, tenang ya disana. Aku disini juga memiliki ibu yang tak kalah hebatnya denganmu. Walaupun otak masa kecilku belum menangkap baik wajahmu dan kisah kita, tapi aku yakin kita pasti sudah menjalani hubungan anak dan ibu dengan hangat.
Jesslyn masih berdiri di ambang pintu sampai Bu Unah mengetahui keberadaannya. Bu Unah tertangkap basah, dia tidak tahu harus melakukan dan berbicara apa.
"Mak"
"Iya Neng" Bu Unah canggung dan memilih merapikan sayurannya. Berharap Jesslyn tidak mendengar apa yang dia katakan pada Bu Sarnih.
__ADS_1
Memang yang di lontarkan bukanlah hal menjelekkan Jesslyn, melainkan sebuah pembelaan yang menyentuh hati. Tapi Bu Unah terlalu banyak berfikir hingga dia takut Jesslyn akan menanggapinya dengan beda arti dan menjauhi dirinya lagi.
Bisa jadi Jesslyn menganggap dia telah merepotkan emak dengan kehadirannya lalu memilih untuk pergi lagi. Tapi tidak dengan sekarang, pemikiran Bu Unah salah. Jesslyn semakin mantap memilih untuk tinggal di dekatnya.
............
Drama mulut tetangga telah usai, Jesslyn dan Dodo sudah bersiap untuk traveling menggunakan sepeda motor atas permintaan Jesslyn.
Dengan bermodalkan motor milik Iyan, mereka berangkat dengan minim persiapan. Kata Jesslyn, tidak usah membawa banyak persiapan, ribet. Yang penting uang jangan lupa di bawa.
Mau makan, tinggal beli. Mau ganti baju tinggal beli, Mau berteduh tinggal nyewa tempat. Yang penting uang tersedia. Jadi tidak ada yang namanya tas besar.
Jesslyn memeluk erat suaminya di atas motor, pemandangan hamparan hijau dengan udara sejuk sempat membuat Jesslyn berdiri merentangkan tangan. Melepas penat yang membuat otot menjadi kaku.
Tempat tujuan yang dipilih memang sering di sambangi Dodo dengan kawanan grup bukan ikan biasa. Jadi tidak masalah jika satu hari harus pulang pergi, sebab Dodo sudah hafal seluk beluk jalan pintas dan juga kekuatan menyetir sudah tidak di ragukan.
"Saya juga senang bisa seperti ini." Timpal Dodo, tangan kirinya mengusap tangan yang ada di perutnya. "Oh ya, ini sudah siang, kita mampir di rumah makan dulu ya Non."
"Iya sayang aku juga lapar mau makan, mau makan kamu."
"Kan tadi pagi sudah, masih kurang makannya?" Dodo malu-malu tapi mau lagi. Senyam senyum sendiri mengingat dirinya pagi-pagi sudah memakai syal.
"Yang mana? itu cuma cicip doang kali." Jawab Jesslyn acuh.
__ADS_1
Gujlak.. jalan berlubang kecil tidak sengaja di hantam, untung kecepatannya sedang rendah.
"Awh,, sayang.. hati-hati. Nanti Dodo juniornya terganggu."
Mendengar apa yang dikatakan Jesslyn, Dodo berfikir tentang Dodo junior. Terganggu? apanya yang terganggu? dan Dodo junior itu sebenarnya apa? apakah sejenis spesies Joni.
Membayangkannya saja sudah geli.
"Non..maksudnya Dodo Junior itu apa?" tanya Dodo hati-hati.
"Dodo kecil, anakmu sayang."
Apa?
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Warganet : Thor Joni itu sebenarnya apa? manusia atau bukan? kalau bukan kok aku jadi curiga ya.
Author : 😁