
"Tugas seorang istri itu apa saja sih?"
"Kayanya memang benar deh, aku harus mandi dulu." Jesslyn berkilah, dia mengulur waktu untuk menjawab pertanyaan Dodo.
"Iya Non, silahkan"
Kegiatan mandi kali ini lebih lama dari sebelumnya, Dodo khawatir jika istrinya itu akan tertidur di dalam bathub, akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke dalam kamar mandi.
Dan ternyata, pemandangan istrinya sedang bermain ponsel yang terlihat disana. "Ehemm, Non sudah subuh?" Jesslyn mengerjap kaget, ponselnya hampir jatuh kedalam genangan air yang bercampur aromaterapi.
"Sayang, hei kamu main masuk sembarangan, apakah kau tidak tahu ada anak perawan lagi mandi?" Jesslyn menenggelamkan tubuh ke air sampai batas bahu. Wanita itu mencebikkan bibirnya pura-pura keberatan jika Dodo harus mengganggunya mandi.
"Maaf non, saya cuma memastikan keadaan non saja. Habisnya non sudah lama berada di kamar mandi. Takut kenapa-kenapa." Padahal yang ada di benak Dodo takut istrinya ketiduran.
"Hemm"
Satu kata jawaban sudah membuat Dodo pamit untuk keluar. Jesslyn pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dia meraih ponselnya kembali.
Anak perawan? ada-ada saja aku ini kalau bicara. Gumam Jesslyn.
...........
Di gedung Manggala.
__ADS_1
Hari demi hari sudah dilewati dengan baik, bukan hal yang mudah untuk bisa bertahan dalam situasi tempat kerja yang sama sekali tidak mendukung dalam hal apapun.
Dengan keuletan, dan juga rasa sabar yang dimiliki, serta beberapa persiapan sebelum menghadapi esok hari, Dodo mampu menjalani hari-hari nya yang begitu menakutkan.
Sebuah prestasi, dia mampu mengubah jalan bisnis Manggala ke arah yang lebih baik. Setiap harinya ribuan protes selalu dilayangkan para karyawan, baik lisan maupun tindakan. Semua itu dia terima dengan lapang dada.
"Kenapa laporan produksi ini cukup memperihatinkan?"
Semua kepala Divisi diam, terkesan acuh dan menganggap ini bukanlah masalah besar. Namun bagi Dodo, jika ini sampai terus menerus terulang, dapat dipastikan Manggala tidak akan meraup keuntungan, dan lama-lama akan hancur.
Karena kehancuran yang paling mutlak adalah tindakan meludah sendiri pada sumur yang airnya akan dia minum. Tindakan tidak peduli pada kelompoknya sendiri juga salah satu penyebab.
"Kenapa diam? pertanyaan saya begitu sulit kah untuk di jawab?" Dodo menegaskan kembali, dia berjalan sambil memperhatikan kepala divisi satu persatu.
"Katakanlah"
"Jika lima di tambah dengan lima sama dengan sepuluh, maka lima belas akan lebih besar dari angka sepuluh. Tapi bagaimana bisa jika lima di kali dua hasilnya lebih besar daripada angka lima belas?"
Semua mata tertuju pada pembuat soal, mereka paham orang itu telah membahas tentang kejujuran.
"Tentu saja rumus yang kedua harus dihilangkan. Bagaimana pun lima di tambah lima, dengan lima dikali dua hasilnya akan tetap sepuluh." Jawab Dodo tidak ragu. "Yang perlu ditanyakan adalah buku apa yang sudah mereka pelajari?" sambungnya lagi.
Sesi tanya jawab dalam pertemuan rapat antar kepala divisi semakin menghilangkan sikap acuh dan rasa ego. Masing-masing kepala mengeluarkan apa yang dipikirkan selama ini, entah ide briliant, pembongkaran rahasia, atau bersuara atas rasa tidak suka menghilangkan jati diri Manggala yang identik dengan bisnis hitam.
__ADS_1
Rapat di tutup, Dodo memutuskan untuk meninjau langsung kelapangan. Dia juga tidak segan untuk bertindak tegas dan memberi arahan pada karyawannya yang tidak patuh.
Dodo berjalan dengan diikuti para kepala divisi di belakangnya. Cih, lihatlah para munafik berjalan mengiringi sang raja, begitulah isi kepala para karyawan yang melihat.
"Selamat siang, wahai sahabat"
Suara lantang datang menggema, karyawan Manggala sudah mengaktifkan mode perang dengan wajah bengis yang mereka miliki. Kenapa demikian?
Mereka kedatangan musuh bebuyutan Manggala, yang kemarin sempat menghancurkan ponsel milik Dodo hingga hancur berkeping. Lelaki itu berkunjung dengan maksud tidak tahu, karena hati manusia tidak ada yang tahu.
Memang lemah pemimpin baru ini, musuh saja bisa masuk dengan leluasa. Isi pikiran menggebu para karyawan Manggala.
"Salam hormat untuk Tuan Dodo."
Pemimpin dan pasukannya membungkuk hormat.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung ..