
Selepas kegiatan yang sudah terselesaikan satu persatu, saatnya Jesslyn mengistirahatkan diri dari segala penat. Berguling kesana kemari diatas kasur dengan pandangan yang terus tertuju pada ponsel.
Tidak ada pesan maupun telepon dari sang suami, ah, dia mengingat satu kata pesan dari Dodo. percaya!
Percaya jika Dodo akan kesini lagi.
Berada dalam waktu menunggu tanpa kabar, membuat Jesslyn menjadi uring-uringan. Dia pun mulai melihat penampilan dirinya di depan cermin. Terbesit ide untuk berdandan cantik di depan suami.
Cream malam ditepuk-tepukan ke wajah, begitu pun dengan bibirnya, diolesi pelembab racikan dia sendiri dari bahan alami agar ada rasa manisnya. Rambutnya di rapikan dengan jari sambil tersenyum ke arah cermin.
"Cantik."
Jesslyn menoleh, berlari kecil menyambut suaminya yang baru datang, saling memberi dan menjawab salam setelahnya.
"Cantik non."
Jesslyn tersipu, pipinya merah walau tidak memakai blush on.
"Sayang bagaiamana urusan kamu?"
"Alhamdulillah lancar. Non sendiri bagaimana?"
"Sama"
Jesslyn menyembunyikan apa yang telah terjadi antara dia dan Bram. Obrolan yang meragukan pantas atau tidak Dodo berada di sisi Jesslyn.
"Saya punya sesuatu buat non, tapi maaf ya kalau non tidak suka. Ini pilihan saya, dan baru pertama kali juga." Dodo tersenyum canggung, mengumpulkan keberanian untuk menyodorkan hadiahnya.
Dari bungkusannya, Jesslyn sudah menebak jika hadiah nya itu adalah perhiasan. Jesslyn langsung berwajah antusias agar sang pemberi hadiah juga senang.
"Buka ya, aku ingin lihat isinya."
"Iya non, silahkan."
__ADS_1
Sepasang anting emas nan cantik terselip di balik kotak kecil, bentuknya elegan sangat cocok jika dipakai oleh Jesslyn sang wanita karir.
"Sayang pasti kamu beli ini pakai hasil panen kamu hari ini ya?"
"Iya non." terlalu jujur.
"Saya ada satu lagi hadiah buat non."
Belum selesai terpesona nya Jesslyn sudah dikagetkan lagi.
"Apa sayang? dimana?"
"Disini"
Dodo memperlihatkan kepalan tangan. Hadiahnya terselip di balik telapak tangannya. Kali ini, untuk bisa membukanya Dodo mengajukan sebuah syarat.
"Sayang kok tidak bisa di buka, ayolah kepalan tanganmu buka." merengek sambil memanyunkan bibir.
"Ada syaratnya, baru bisa di buka."
"Senyum."
Dipaksa senyum oleh orang yang dicintai bagai naik wahana roller coaster, nyesss nya berasa ke ubun-ubun.
Senyuman Jesslyn sudah tercipta, hadiah pun terbuka. Isinya jepitan rambut dengan desain yang mirip tapi beda warna dengan jepitan kesayangan Jesslyn. Bentuk sama dengan warna yang berbeda pada benda kesayangan merupakan ide yang tidak pernah terpikirkan.
"Sayang,, terimakasih." Jesslyn sampai menangis haru dalam pelukan Dodo.
"Iya non, saya juga berterimakasih non sudah mau menjadi pendamping hidup saya, dengan segenap cinta yang dimiliki non, begitu sangat berharga."
Bram, jika saja kamu mau mengenal Dodo lebih dekat, pasti kamu juga akan merelakan ku saat ini juga. kamu terlalu dibutakan oleh rasa dan ambisi hingga menilai Dodo berdasarkan kasta.
*K*amu salah besar Bram, Dodo adalah permata hidupku yang amat berharga. dia memiliki apa yang tidak kamu miliki. yaitu keikhlasan dan tidak pendendam.
__ADS_1
*T*utur katanya baik, kesopanan tidak diragukan, tanggung jawabnya penuh. bahkan dia memberikan semua hasil kerja kerasnya kepadaku. yang notabene nya aku adalah bosnya di kantor. Aku harap suatu saat kamu bakal mengerti Bram.
"Non, saya salah ya? saya sudah buat non sedih."
"Gak sayang, cukup kamu tidak usah berbicara apa-apa lagi, biarkan aku yang berbicara."
"Saya siap mendengarkan nya non."
"Aku dingin." ucap jesslyn dengan ambigu. Cuaca terik di siang hari masih menyisakan gerah di malam harinya. Sangat berbanding terbalik dengan kata 'dingin'.
Dodo sudah paham, dia langsung mendaratkan b*birnya, entah kenapa dia lepas lagi dan mengecap seperti merasakan sebuah rasa.
"Manis non."
"Hahaha, kamu makan pelembab bibir aku yang ada ekstrak madu serta campuran bahan alami lainya. Tenang sayang aman untuk di konsumsi, sehat malah."
Mereka langsung tertawa bersama.
.
.
.
.
Bersambung...
Warganet : Thor..
Author : apa?
Warganet : jangan lupa bahagia.
__ADS_1
Author : oh iya lupa hehe