Suamiku Bukan Orang Kaya

Suamiku Bukan Orang Kaya
Dua hari lagi


__ADS_3

Semakin hari rasa rindu memenuhi relung hati, belum lagi ocehan Dodo bukanlah pria yang baik menggema di kepala. Jesslyn mengalami kegalauan besar ketika Dodo tidak ada di hadapannya.


Asupan makanan Jesslyn selalu terjaga, rasa yang sama dan tidak berubah, tidak mungkin juga jika makanan ini bukan hasil masakan Dodo, karena rasa cinta tidak ada yang jual.


Tapi, kenapa Dodo harus ikutan tidak mengabari walau hanya berupa pesan.


Pikirannya kalut, mungkinkah Dodo tersiksa mengemban tugas dari nona Rianti di bawah tekanan tuan Niko. Atau bisa saja lebih parah dari ini, Dodo menemukan wanita yang lebih baik dari dirinya.


Jesslyn menggoyangkan kepala, mengusir pikiran negatif yang akan memperparah rasa rindu. "Tidak, tidak, aku harus percaya, sesuai perkataan Dodo, aku harus percaya."


Pintu kamar terbuka, muncul pak Dirga di baliknya.


"Boleh papah masuk?"


"Papah udah masuk ke kamar aku kali pah."


"Haha, maaf ya."


"Iya santai aja pah. Ada apa ini tumben papah ke kamar aku?"


"Mau tahu aja kalau putri papah baik-baik saja atau tidak."


"Baik kok."


"Tapi matamu berkata tidak nak. Jangan bohongi dirimu sendiri, ada papah tempatmu berbagi."


Nasihat orang tua memang selalu menyentuh, air mata Jesslyn sudah jatuh deras membasahi pipi. Dia tidak kuat menahan kerinduannya sendiri.


Pak Dirga mengusap kepala anaknya, tidak bicara sepatah katapun karena dia tahu apa yang dirasakan Jesslyn lewat air mata.


Jiwa yang terguncang berangsur membaik, air mata yang hampir mengering segera di hempas dengan air. Pak Dirga merapikan baju yang kusut dan basah akibat terjangan air mata putrinya.


"Nak" Pak Dirga pikir inilah waktu yang tepat untuk bicara.

__ADS_1


"Maaf papah sekarang tidak bisa menghadirkan suamimu secara tiba-tiba seperti waktu, papah sudah coba tapi untuk sekarang sangat sulit."


Jesslyn menyimak, otaknya mencerna kalimat ayahnya dan suatu kebenaran telah terungkap.


"Jadi waktu itu papah pelakunya."


"Iya sayang "


"Pantas saja Dodo langsung bisa berada di depan kamarku."


"Papah tidak tega dengan kondisimu. Saat papah merencanakan agar Dodo setiap malamnya berada di rumah ini, papah menemukan Bram telah berbuat yang tidak seharusnya pada Dodo."


"Apa yang lelaki itu lakukan?"


"Papah begitu kurang yakin apa yang diobrolkan oleh mereka, tapi yang papah lihat Bram melayangkan pukulan namun di tepis oleh Dodo."


*S*ialan.


"Pah, aku masih malu."


"Sampai kapan kamu akan seperti ini nak? menyiksa dirimu sendiri dan juga keluarga Dodo."


"Pah aku malu dan juga takut."


"Papah antar ya."


"Tidak usah pah, biar nanti aku pikirkan. Jika nanti pun aku sudah berani untuk kesana, aku maunya sama suamiku."


"Ya sudah, papah percayakan sama kamu nak."


Jesslyn mulai mempertimbangkan nasihat ayahnya. Bagaimana pun dia adalah korban, keluarga Dodo juga adalah korban, jadi sesama korban tidak boleh memakan korban. Tapi masalahnya, sekarang Dodo menghilang tanpa kabar bak di telan bumi.


..........

__ADS_1


Di kediaman Dodo.


Keluarga Dodo sama khawatirnya dengan Jesslyn. Sebab Dodo tidak pulang ke rumah dalam waktu beberapa hari ini. Awalnya mereka pikir Dodo sedang berada di rumah istrinya, tapi setelah Jesslyn berkabar dengan Iyan, terungkaplah jika Dodo menghilang.


Kabar buruk ini telah sampai pada telinga Bu Unah, membuatnya drop pikiran dan jatuh sakit.


Tunggu dulu, Dodo selalu menitipkan makanan hasil masakannya untuk Jesslyn melalui Iyan, pasti Iyan mengetahui keberadaan adiknya.


Sayangnya, Iyan telah mendapat peringatan untuk tidak memberitahukan keberadaan Dodo. Jesslyn berkali-kali mendesak Iyan untuk mengetahui keberadaannya, Iyan tetap dengan pendirian. Akhirnya Iyan menyampaikan saja keluh kesah Jesslyn pada Dodo disana.


"Yan, adik lu dimana?" Bu Unah meracau dalam kondisi sakit.


Demi emak aku rela ingkar.


"Ada Mak, lagi sibuk kerja. Dua hari lagi pulang kok."


"Yang benar?"


"Iya Mak."


"Ya sudah ambilkan makanan dan obatnya. emak mau cepat sembuh yan."


.


.


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2