Suamiku Bukan Orang Kaya

Suamiku Bukan Orang Kaya
Pengakuan Dodo


__ADS_3

Daun kering yang terbawa angin, terseok meramaikan keluarga yang sedang bersitegang. Membawa alunan tangis yang pilu ke telinga para tetangga. Tatapan mata jauh para jiwa penasaran akhirnya mengintip di balik jendela dan pintu.


Pak RT tergopoh menuju kediaman Chandra, Tempat dimana sekarang menjadi pusat perhatian banyak orang. Dan di saat itulah para manusia yang bersembunyi namun penasaran terdorong untuk menampakan diri.


Kerumunan orang menyaksikan adegan, yang mungkin bisa jadi bahan pergosipan nanti. Adapula orang yang berempati ingin mencoba melerai apa yang telah terjadi. Suasana semakin diperkeruh dengan kedatangan pihak berwajib.


Erma menjerit.


"Eh kok ada polisi ya"


"Ngapah ya? Erma juga nangis kejer begitu."


"Mau nangkap Erma kayanya tuh, tapi kan.."


"Salah apa dia? bukannya dia menantu yang selalu indah di mata mpok Unah."


"Tutur katanya juga manis banget kalau ngomong. Masa iya dia orang kriminal."


Desas desus penangkapan Erma sudah mencuat ke publik. Banyak spekulasi tidak menyangka jika Erma bisa berurusan dengan hukum. Pasal apa yang menjerat Erma hingga dia harus di borgol, masih dalam tahap perbincangan hangat.


Top news, dengan rating pertama obrolan sana sini.


Jika perasaan itu belum ada, Jesslyn adalah orang yang sangat berbahagia dengan hari ini. Kenyataanya, fokusnya telah terbagi dua dengan kepuasan batin karena dendam yang sudah terbalas, dan juga dengan kondisi Dodo, suaminya yang sedang memeluk sang ibu sendu, memberikan kekuatan.


Senang dan sakit menjadi satu kesatuan yang utuh.


Chandra tertusuk perasaanya, pak Nata terpukul dan Iyan tak bisa berbuat apa-apa. Ada yang lebih menyedihkan lagi kondisinya. Dodo, lelaki itu bahkan tak mampu untuk menegakkan badan.


"Mak" lirih.

__ADS_1


Jesslyn menjatuhkan tubuh, merengkuh kaki Bu Unah. Gadis itu menangis memohon pengampunan telah membohongi semua.


Jesslyn berpikir sudah tidak memiliki ruang lagi untuk bisa diterima di keluarga ini. Setelah menyakiti anak bungsunya dan juga mempermainkan perasaan Bu Unah. Pergi adalah jalan terbaik, sesuai dengan skenario awal.


"Neng, bangun. gak usah kaya gini." gemetar suara Bu Unah meminta pada Jesslyn.


Karena hati yang telah membatu dan berfikir dia adalah orang terjahat di dunia, Jesslyn tetap dengan posisinya. Dia tidak sanggup jika harus beradu pandang dengan ibu mertua yang sangat dia sayangi.


Akhirnya Bu Unah yang mensejajarkan badan.


"Neng, emak gak marah. Sama sekali gak marah, yang emak takutin cuma satu."


Jesslyn terhenyak.


"Emak takut kehilangan anak perempuan untuk yang kedua kalinya. Hiks..hikss..."


Jesslyn terperangah, maksudnya yang kedua kali itu dirinya setelah kepergian Erma kah?


Tangis Jesslyn pecah, dia menggelengkan kepala.


"Neng minta maaf Mak. Neng emang gak bisa disini. maaf." Jesslyn berlari menuju rumah. Rumah yang dia tinggalkan untuk selamanya. Sudah saatnya dia kembali setelah pernikahan kontrak malapetaka itu selesai.


Bram menjadi orang yang paling senang, kesempatannya menjadi besar untuk bisa mendapatkan hati Jesslyn. Lelaki itu sudah membentangkan sayap, menyambut Jesslyn yang akan menyandang status janda tapi gadis.


Dodo menyusul Jesslyn, tangannya di cekal oleh Bram yang mencium ketidak beresan. Dodo menghentakkan tangannya dan tidak memperdulikan Bram.


...........


Setelah menemukan keberadaan istrinya di dalam rumah, Dodo menarik Jesslyn hingga jatuh ke dalam pelukannya. Jesslyn meronta, namun Dodo tetap tidak melepaskan.

__ADS_1


"Saya tidak akan pernah mengucap kata lima huruf yang haram saya ucap." tegas Dodo.


"Do, cukup. mau sampai kapan kita kaya gini? maaf do, maaf."


"Non, saya yang seharusnya minta maaf. saya yang telah menyakiti perasaan non."


"Maksud kamu apa? Do hentikan. Kamu jangan kaya gini, kamu bakalan mempersulit keadaan yang emang semesta gak ngedukung kita. Kamu mau bertahan dengan alasan apa?"


"Saya sayang sama non, saya mencintai non. Maafkan saya atas sikap yang tidak mengenakan malam itu. Sungguh niatan saya hanya ingin menjaga non agar tidak menyesal nanti telah melakukan dengan suami yang tidak non cintai."


"Terus kamu pikir perasaan aku kaya gimana ke kamu?"


"Kok diam?"


"Gak bisa jawab ya" tantang Jesslyn meremehkan.


Dodo tidak akan bodoh kali ini, dia akan memperjuangkan cintanya sesusah apapun itu. Pintu sudah terkunci dengan rapat agar Bram tidak mengganggu urusan rumah tangganya.


Dodo membungkam mulut Jesslyn agar tidak berbicara lagi. Jesslyn yang menerima serangan tiba-tiba, jantungnya berdesir hebat. isi pikirannya ini tidak boleh terjadi, namun beda dengan respon tubuhnya yang menginginkan lebih.


Mereka tenggelam dalam perasaan masing-masing.


.


.


.


.

__ADS_1


.bersambung...


jangan lupa bahagia!


__ADS_2