
Hari demi hari telah berlalu. setiap harinya berjalan sebagaimana mestinya tanpa ada perubahan. ya itu bagi hubungan jesslyn dan Dodo namun untuk pembangunan rumah tentu saja sudah ada perubahan.
90% sudah rumahnya sebentar lagi akan rampung. dengan banyak tenaga serta memakai arsitek handal rumah impian nan elegan kini sebentar lagi akan siap huni. tidak bertingkat namun rumah yang indah untuk menjadi impian setiap orang di lingkungan sekitar.
Dan karena rumah inilah yang terbilang paling bagus dan modern di kampung ini Erma tak menyapa sang mertua. kenapa? mungkin ia berpikiran mertuanya tersebut telah menyumbang dana untuk pembangunan ini. terlebih ia adalah tipe yang tak mau di saingi.
Pemikirannya salah besar.
"Neng, nih emak bawa sop iga. tadi emak masak bareng bininya Dodo." ujar Bu unah kepada Erma.
"Iya Mak, terimakasih sini saya salin mangkuknya." jawab Chandra. Erma hanya diam tak mau menjawab Bu unah. ia memasang wajah cemberut nan kecut.
"Nih Mak mangkuknya." Chandra menyodorkan sebuah mangkuk.
"Emak pulang dulu ya." pamit Bu unah.
"Iya Mak." jawab Chandra lagi karena Erma dari tadi tak menggubris.
Bu unah berjalan terseok kembali ke rumah dimana rumah mereka ternyata bersebelahan. dengan perasaan kecewa Bu unah berusaha menahan sakit.
Ia bertemu jesslyn di ruang tamu yang sedang mengutak Atik televisi. jesslyn seperti memiliki mainan baru tak habis pikir kenapa masih ada saja orang yang menonton televisi dengan kualitas seperti ini.
"Neng mau nonton tv ya. maklum ya banyak semutnya. tombolnya juga udah susah di tekan."
"Emak setiap hari nonton TV seperti ini? memang tak sakit matanya?" kualitas gambar televisi di rumah Dodo sudah renyek, bergaret, dan juga bergelombang.
"Udah biasa neng"
"Remotnya dimana?" tanya jesslyn lagi.
__ADS_1
"Remotnya rombak." jawab Bu unah apa adanya.
"Rombak?" jesslyn bingung.
"Rusak neng, hehe maaf ya emak mah kalo ngomong emang kaya gini."
"Oh" jesslyn manggut-manggut seolah mengerti apa yang harus ia lakukan.
Hari ini adalah hari libur. biasanya seorang jesslyn akan pergi ke rumahnya dan berdiam diri di kamar. beda dengan hari ini entah kenapa ia lebih memilih stay di rumah Dodo. sampai baru tahu kalau di ruang tamu rumah Dodo banyak benda usang yang membuat jesslyn menaikan alis.
Dodo kembali ke rumah.
"Udah pulang lu do. tumben sebentar?" tanya Bu unah dengan tangannya yang sibuk merapikan dagangan sayur mayur. Bu unah memiliki warung kelontong dan juga sayur mayur
"Iya Mak. emang udah kelar acaranya." jawab Dodo sambil melirik lirik ke arah dalam rumah.
.........
Dodo masuk ke dalam kamar
Tidak ada pembicaraan apapun di antara mereka, Dodo hanya senyum dan menganggukan kepala lalu terus melangkah ke arah jesslyn.
Dodo semakin mendekat, dan mendekat lagi
"Ngapain kamu? jangan mengambil kesempatan untuk dekat denganku !"
"Maaf Bu, saya mau ambil ponsel saya. tadi posisinya ada di atas meja, tidak di sangka ternyata ada di samping ibu." Dodo menjelaskan.
bodoh, kenapa dia segala ingat posisi ponselnya sebelum pergi.
__ADS_1
Jesslyn memang pelakunya yang telah menjamah ponsel Dodo. sebisa mungkin dia berkilah agar tak ketahuan.
"Kamu menuduhku?"
"Bukan begitu maksud saya, maaf Bu mungkin saya yang keliru." dodo sangat tidak ingin ribut dengan jesslyn.
Dodo masih berdiri mematung, maju lagi kena omelan, tidak maju dia butuh benda itu, berharap jesslyn mengambilkan namun ia hanya diam saja. dilema tingkat dewa dan akhirnya Dodo mengumpulkan keberanian untuk meminta tolong.
"Bu, bisakah ibu mengambilkan ponsel itu kepada saya?"
"Kamu nyuruh aku? ambil saja sendiri." jesslyn menjawab tanpa menoleh. ia sangat fokus pura pura memainkan ponsel miliknya.
Dodo menghela nafas, ia maju lagi melewati tubuh Jesslyn yang setengah terbaring. tubuh mereka sangat dekat Sampai aroma parfum tercium satu sama lain.
Ketika Dodo hampir berhasil meraih ponselnya, jesslyn lebih dulu meraihnya dan mengangkat ke udara. Dodo reflek terhenti dan kaget. mereka saling pandang dan tatapannya bertemu dan beberapa detik kemudian saling membuang muka.
Dodo sudah melangkah mundur dan Jesslyn menyodorkan ponsel milik Dodo.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.bersambung...