Suamiku Bukan Orang Kaya

Suamiku Bukan Orang Kaya
Langkah yang diambil Dodo


__ADS_3

Setelah menghubungi Willy untuk janjian pergi ke suatu tempat, Dodo memerintahkan Anggi untuk mengawasi istrinya dengan jarak yang dekat. Tidak hanya menunggu di luar gedung, melainkan harus selalu di sisi Jesslyn. Pikir Dodo.


Soal Jesslyn keberatan atau tidak karena menyangkut privasi, Dodo akan memberikan pengertian dengan cara yang manis agar istrinya menyetujui apa yang diinginkannya. Dodo begitu mencintai hingga tidak mau terjadi apapun pada Jesslyn.


Dia mengetikan pesan.


"Non, sayang sama saya tidak?"


Tring... pesan masuk secepat kilat. Jesslyn menempelkan sidik jari lalu terbuka layar ponselnya. Dia hampir menyemburkan air jeruk hangat yang sedang dia nikmati.


^^^"Kamu mau apa?"^^^


"Saya mau Anggi temani non lebih dekat, kalau boleh di samping non."


^^^"Gak bisa. Aku tidak biasa."^^^


"Kalau begitu di depan ruangan saja ya non?"


^^^"Tidak bisa"^^^


"Ya sudah, kalau begitu non tidak sayang sama saya."


^^^"Kenapa kamu bisa bicara seperti itu? bahkan panggilan aku ke kamu saja sayang."^^^


"Karena saya sangat mengkhawatirkan non untuk saat ini. Oh ya non, walaupun beridentitas sama-sama 'sayang', sebuah rasa dengan panggilan tidak memiliki makna yang sama."


^^^"Iya suamiku aku mengerti, aku turuti keinginanmu"^^^


Satu tugas sudah selesai, Dodo tersenyum simpul dengan keberhasilannya membujuk Jesslyn. Sedangkan Jesslyn disana, sibuk tersenyum sendiri lalu menghubungi Anggi agar gadis itu menemaninya lebih dekat.

__ADS_1


Anggi datang, dia duduk di sofa ruang tunggu depan ruangan Jesslyn. Matanya menangkap keanehan dari sisi samping sang direktur. Dia menangkap tatapan pria dengan pandangan sendu. Siapa lagi kalau bukan Bram, pria menyedihkan yang masih terjebak masa lalu.


Bram menatap Jesslyn bergantian dengan sang gadis pengawal. Ada apa gumamnya, apa ada sesuatu yang ditakutkan.


Jika itu dulu, Bram akan menanyakan langsung pada Jesslyn. Namun kali ini dia sadar diri perbuatannya tidak akan berarti lagi dan berakhir sia-sia.


...........


Mobil melaju memecah jalanan, arus lalu lintas ramai lancar sehingga masih bisa melajukan mobil walau pelan.


Dodo duduk di belakang bersama Willy. Dia begitu lugas menyampaikan maksud tujuannya kepada Willy yang dari tadi terus mendecih.


Bukan soal jeleknya pemikiran Dodo dalam bertindak, tapi Willy sedang merasa dikalahkan oleh Dodo yang telah di anggap remeh. Dia kira Dodo itu bocah kampung yang tidak mengerti apa-apa.


Kalau lihat Dodo jadi ingat Nona Rianti. Mereka sama. Batin Willy.


"Kalau begitu, gua sebagai bawahan ikut apa yang lu perintah aja. Sebagai dukungan, gua kerahkan anak buah yang bakal tersebar di tiap titik tersembunyi. Buat jaga-jaga."


Mobil mendecit, mereka telah sampai di tempat tujuan, tempat yang tidak pernah di mimpikan oleh Willy untuk disambangi.


"Hati-hati bro" ucap Dodo memperingatkan saat mendapati Willy akan keluar mobil.


"Pinteran juga gua di dunia hitam." Willy mengejek.


Ponsel Dodo bergetar, notif pesan masuk dari sang kakak pertama, Chandra. Kakak yang satu ini minim sekali komunikasi dengan para adik jika bukan hal yang amat mendesak. Bisa dihitung dengan jari berapa kali dia menghubungi dalam kurun waktu lima tahun hehe.


Isi pesannya, Chandra meminta Dodo untuk memberitahukan kepada Jesslyn bahwa Erma ingin sekali bertemu dengannya.


Apa yang mau dia bicarakan pada istri kesayangan saya?

__ADS_1


Dodo mengiyakan untuk menyampaikan pesan ini tapi tidak dengan berkenan datang atau tidaknya.


"Do"


Sadar sudah mendapat panggilan dari Willy Dodo cepat bergegas keluar. Dia menghampiri dan..


Bugghh...


Bogeman mentah menjadi sambutan Dodo. Lelaki itu berhasil menepis, namun ponselnya tidak selamat karena terhempas.


Plak..klonang..klonang.. Ponsel Dodo hancur menyisakan serpihan.


Berulang kali dia menangkis serangan demi serangan, tapi dia sendiri tidak berusaha menyerang sang penyerang. Willy masih memperhatikan apa yang telah terjadi.


Perkelahian pun berhenti, Dodo merapikan kembali penampilannya dengan tenang, lalu dia memberikan senyumannya dengan salam hormat.


"Hahahaha, cukup lumayan."


.


.


.


.


Bersambung...


Warganet : Thor, hp jatuh bunyinya klonang-klonang. Itu hp apa kaleng sarden?

__ADS_1


Author : 😅 yang penting jangan lupa bahagia.


__ADS_2