Suamiku Bukan Orang Kaya

Suamiku Bukan Orang Kaya
Transfer


__ADS_3

Dodo sudah memesan tempat dengan menu makan yang dia pilihkan sesuai selera keluarga. Karena jesslyn hanya terima beres dan hanya berperan di bagian pembayaran. Dodo lumayan berbakat menjadi seorang asisten menggantikan Bram.


Tempat makan yang bertema saung, dengan konsep danau buatan di tengahnya serta gemerlap lampu hias yang berpendar menambah kesan estetik. Nyaman dan indah di pandang mata.


Di tengah danau terdapat jembatan penghubung yang menjadi tempat swa foto bagi para pemuda pemudi. Disitulah Erma berjingkrak senang menggoda Chandra seperti bocah yang sedang berpacaran.


Beda halnya dengan jesslyn, dia lebih memilih duduk bersama Dodo di saung yang sudah di pesan sambil menunggu makanan tiba. Jika ada keluarga yang melihat kearahnya, Jesslyn bertingkah manja dengan menempelkan kepala di bahu Dodo.


So sweet, begitulah yang ada dipikiran Bu Unah yang sedang dalam posisi tidur membelakangi Dodo dan Jesslyn. Dimana pun tempatnya, apapun makanannya bagi Bu unah rebahan adalah hal wajib yang dilakukan.


Walaupun rebahan, tapi mata tetap membidik.


"Wah makanannya sudah datang, emak mau manggilin uwa Uti dulu." Bu Unah bangun dan bersuara. Jesslyn dan Dodo mati kutu, mengetahui ternyata Bu Unah di belakang mereka.


"Iya Mak" jawab serentak, Bu Unah cengar cengir sendiri.


Prii...wiii..itt..


Dalam bayangan jesslyn, kata memanggil itu berupa menjemput. Tapi nyatanya berupa siulan kencang dengan tangan yang di masuki ke mulut.


Jesslyn di buat tercengang olehnya.


Setelah bersiul, Bu Unah melambaikan tangan seperti kode bahwa makanan telah tiba. Uwa Uti beserta keluarga segera menghampiri. Begitu pun dengan Chandra dan Erma walaupun tak ada yang memberi tahu, mendengar siulan Bu Unah mereka pun merasa terpanggil.


Hidangan menu sudah tertata, tiga bakul nasi dikelilingi pecak gurame, ayam bakar kampung, gurame bakar, ikan nila bakar, gurame asam manis, sayur asem, karedok, tahu tempe, cah kangkung dan tak lupa bermacam sambal yang menjadi ciri khas masakan Nusantara.


"Waduh banyak banget ini ya..mana gurih banget lagi keliatannya." seru uwa Uti


"Udah makan aja." seru Bu Unah, dia dengan semangat menata ulang lauk agar terbagi rata.


Semua makan dengan lahap, terkecuali Jesslyn dan Dodo. untuk Jesslyn dia memang makan porsi sedikit demi menjaga tubuh ideal. Namun dengan Dodo entah kenapa makanan begitu serat untuk ditelan.

__ADS_1


"Aa kamu kenapa? nih minum" jesslyn perhatian.


"Gak papa non".


*P*erasaan jadi tidak enak begini.


Satu per satu peserta makan malam sudah mulai undur diri. Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Dengan suguhan makanan yang lezat mereka harus mengontrol agar tidak kemlakaren.


Bi Lilis yang ikut, berinisiatif untuk meminta kantung plastik . Atas hasutan Bu Unah yang sangat sayang melihat sisa makanan, ada juga yang masih utuh.


Prinsip Bu unah janganlah membuang-buang makanan, karena di luaran sana banyak orang yang sedang kelaparan.


"Nih Bu" bi Lilis menyodorkan plastiknya kepada Bu unah. Dia dengan begitu cekatan membagi makanan dalam beberapa bungkusan.


Bu Unah akan membagikan kepada anggota keluarga saat pulang nanti. satu bungkus untuk keluarga Chandra, satu bungkus untuk uwa uti, satunya lagi untuk anak Uwa uti. tak lupa juga untuk dia sendiri dihangatkan esok pagi sebagai menu sarapan Iyan dan pak Nata.


Jesslyn hanya melihatnya dan tersenyum.


"Gak papa Mak,, bagus malah. Biar habis."


..........


Di bagian kasir.


Jesslyn sudah merapikan tugas bagiannya.


"Do, uang di ATM mu habis aku pakai bayar." Jesslyn tersenyum licik.


"Iya non, nanti saya isi kembali" Dodo tersenyum tidak ada gurat pias yang nampak.


*A*pa... kok dia biasa aja. padahal kan uang gajinya sebulan sudah kupakai habis. Jesslyn

__ADS_1


Oh jadi ini perasaan tidak enak. Dodo tertawa dalam hati.


Dodo berkutat dengan ponsel


"Sudah saya transfer kembali non. semoga cukup untuk kedepannya "


hah


.


.


.


.


.


.


.


.


.


bersambung..


Note


Uwa Uti\= kakak perempuan Bu unah

__ADS_1


Kemlakaren \= perut sebah, yang diakibatkan makan berlebihan.


__ADS_2