Suamiku Bukan Orang Kaya

Suamiku Bukan Orang Kaya
Apakah harus sama dengannya?


__ADS_3

Di lain cerita tentang Jesslyn dan Dodo yang semakin menyatu, ada kisah dua manusia yang sedang berusaha menyatukan cinta. Yang satu masih stay dengan perasaan yang dulu, sedangkan satunya mencoba melihat kedepannya akan seperti apa dengan kisah yang malang melintang.


Siapakah mereka?


Siapa lagi kalau bukan Bram dan Dara. Berbekal pengetahuan Bram yang dia dapat dari memperhatikan cara Dodo memperlakukan Jesslyn, Bram memulai untuk membuka hati dan menorehkan cerita manis bersama Dara.


Sudah satu bulan Bram menjadi tukang antar jemput Dara layaknya sepasang kekasih yang sering dilakukan sebagai bentuk perhatian. Sebenarnya bukan sepasang kekasih saja yang seperti itu, antara tukang ojek dengan penumpang juga bisa.


Namun, ada nilai yang bisa di petik dari persoalan receh seperti ini, kebersamaan, ya kebersamaan itulah yang dapat menumbuhkan rasa nyaman. Merasa diperhatikan juga bisa menyumbang rasa yang akan tumbuh nantinya.


"Dara, ada yang tertinggal tidak? coba kamu cek lagi?" Sebesar apapun usaha untuk meniru orang lain, yang keluar pastilah karakteristik diri kita masing-masing. Bram mencoba untuk perhatian namun lebih mirip seperti dia mendisiplinkan bawahannya.


"Sudah Bram, sudah siap semua. Bahkan aku sudah menyiapkan tugasmu di kantor dan juga ini." Dara menunjukan rujak serut mangga kesukaan lelaki itu.


"Jangan lupa nanti taruh di lemari pendingin." katanya lagi.


"Iya sayang" mendengar panggilan Bram Dara mendadak ingin pingsan saja. "Kenapa diam?" Bram melirik Dara cengengesan.


Pasti dia lagi berbunga-bunga di panggil sayang sama orang yang dia suka. Batin Bram.


"Memangnya kalau sudah jawab iya, masih membutuhkan jawaban lagi?" tanya Dara hati-hati.


"Bukan menjawab dari kata 'iya', tapi memberikan tanggapan dari kata 'sayang'." Jawab Bram yang sangat penasaran apa yang akan dikatakan Dara.


"Kata sayang itu terdengar merdu." cepat-cepat Dara menutup wajahnya malu. "Tidak usah di tutupi, nanti cantiknya jadi gak kelihatan." Bram menampik tangan Dara dari wajah. Tangan mereka masih menyatu di setiap sela jari, karena Bram tidak melepasnya dan semakin menggenggam erat.

__ADS_1


Dalam benaknya Bram, apa yang dia katakan barusan merupakan kata manis yang dia pelajari dari Dodo. Padahal Dodo tidak pernah gombal dan bicara apa adanya yang terlihat. Tapi dengan Bram seperti bualan semata.


Mobil sudah menepi di bahu jalan, Dara keluar mobil setelah memberikan persiapannya pada Bram. "Dara, nanti jemput jam berapa?" tanya Bram sambil melihat jam tangan yang dia kenakan. Jam tangan pemberian Dara sebagai kado ulang tahun.


"Sesempatnya kamu saja, aku akan selalu menunggu." Tersenyum manis lalu berdiri menunggu sampai Bram melaju pergi. Walau sudah satu bulan mengantar jemput, Bram selalu menanyakan jam penjemputan.


"Ya sudah kalau begitu."


...........


Sampai di parkiran kantor.


Bram keluar dari mobil memainkan ponsel untuk berkirim pesan, semangat sayang kerjanya, dibubuhi emot bibir maju mengeluarkan lope.


Bram menghela nafas, membuat diri sendiri jatuh cinta secara sengaja memang begitu sulit.


Ponsel diletakan lagi di saku jas. Dia menenteng barang yang dipersiapkan Dara untuknya dan pandangannya sudah fokus ke depan.


Ada Jesslyn disana, baru turun juga dari mobil dengan rambut keriting gantung terurai begitu indah. Bibirnya ranum dan lembab, bibir yang hanya dimilki oleh Dodo seorang. Mata tajam itu sedang menyapu suasana sekitar lalu melangkah dengan cepat.


Bram juga mengikuti langkah cepatnya, sebagai asisten dia harus siap siaga walaupun belum masuk jam kerja. Dia selalu mengandalkan dalih itu, walau kenyataannya tubuhnya tergerak sendiri ingin selalu dekat dengan Jesslyn.


"Selamat pagi Bu." Sapa Bram.


"Pagi juga"

__ADS_1


Harum semerbak parfum tercium Bram di belakang. Bau harum yang memabukkan dan memicu ingin memiliki pemiliknya. Bagaimana dia harus bangkit dari keterpurukan patah hati kalau begini caranya.


Apa aku harus meminta Dara untuk meniru semua yang ada pada diri Jesslyn?


"Bram, kenapa bengong pagi-pagi begini?" ucapan Jesslyn menyadarkan Bram dari lamunan.


"Ah iya Bu, ada apa? ada yang bisa saya bantu kerjakan?"


.


.


.


Bersambung...


Bram : Thor sebenarnya nama panjang aku itu siapa?


Author : Bram?


Bram : Iya si Bram.


Author : Brame-rame.


Jangan lupa bahagia.

__ADS_1


__ADS_2