Suamiku Bukan Orang Kaya

Suamiku Bukan Orang Kaya
Suasana panas


__ADS_3

"Ini saya sudah tahu, tapi cuma salah paham aja. Saya sendiri yang memastikan." bela Chandra, dia tidak tega istrinya sampai harus di permalukan. Walaupun sebenarnya dia tahu kalau Erma benar-benar selingkuh.


"Oh ya, hebat kakaknya Dodo ini. Bisa menutupi kesalahan istrinya walaupun dia tersakiti." Jesslyn geram, biasa-bisanya Chandra bertindak bodoh dan berusaha menghalangi.


"Tapi bener kok, ini cuma salah paham." Chandra bersikukuh, walaupun hatinya ragu. Ragu caranya ini berhasil atau tidak. Sebagai orang yang selalu di didik jujur, sekalinya berbohong di depan umum akan terlihat gugup.


"Bram, perlihatkan lagi pada mereka."


Bram memutar video perekaman salah satu tetangga orang tua Erma, pada saat itu Erma sedang di tampar Kanan kiri oleh ayahnya sendiri di depan rumah. Chandra pun nampak ada di dalam video dan memohon agar segera dihentikan. Dia berbicara kalau dirinya sudah memaafkan Erma dan memberinya kesempatan untuk memperbaiki.


Chandra terdiam, semua pun terdiam.


"Chandra, kapan emak ngajarin bohong?" air mata sudah membasahi pipi Bu Unah. Chandra tetap diam.


"Iya, emang saya akuin. Saya salah pernah selingkuh. Saya khilaf dan itu dulu, sekarang saya sudah memperbaiki semuanya." Erma sudah gemetar. Dia takut Jesslyn akan membahas ke hal yang berbahaya.


Erma sudah mencium niat Jesslyn yang akan membongkar kartu lain, Chandra pun bahkan belum mengetahui. Kalau ini sampai terjadi habislah sudah dirinya.


Wanita itu bersimpuh memeluk kaki Jesslyn, memohon ampunan atas segala kesalahan yang diperbuat dengan Joe. kata-katanya sangat dramatisasi, sehingga mampu menghipnotis orang agar kasihan padanya.

__ADS_1


Jesslyn semakin muak, dia yang tahu bagaimana seluk beluk kelicikan Erma mendecih tak sudi. Kakinya di geser, sampai membuat tubuh Erma hampir terjerembab.


Chandra merengkuh istrinya, memberikan dukungan moril.


"Sudah sudah, sekarang kan kita sudah tahu bagaimana Erma mengkhianati Chandra. Yang lalu biarlah berlalu, sekarang kan yang penting dia sudah berubah." ujar pak Nata yang membuat Bram menggretakan gigi.


*A*pa?


Bukan salah pak Nata berbicara seperti itu, memang ada benarnya ketika kita sedang di hadapkan oleh suatu permasalahan, dan itu sudah lampau lalu sudah ada perbaikan. kenapa harus terus mengungkit lukanya. tapi, pak Nata tidak tahu kalau Erma melakukan hal yang masih tersembunyi lagi. Bahkan belum mempertanggung jawabkan nya.


"Maaf pak kalau saya belum cerita juga. Wanita ini harus berada di tempat semestinya atas tindakan yang telah di perbuat."


"Apa itu?"


APA..!!


"Benar itu Er?" tanya pak Nata menyelidik.


"Itu gak bener pak. gak bener. Beb tolongin aku itu gak bener." Erma memohon pada suaminya yang sedang terkejut bukan main.

__ADS_1


"Jadi Joe sebenarnya bukan bunuh diri? tapi kamu yang bunuh? gila, aku rela disakitin sama kamu dan bisa memaafkanmu. tapi kalau urusan ini, maaf aku gak bisa. Ini sudah kriminal." jawab Chandra yang tak terduga. baru kali ini dia bisa tegas pada sang istri.


Bukan tanpa alasan Chandra langsung percaya bahwa Erma telah melakukan itu, Jesslyn tidak akan menuduh jika tidak ada bukti. Dilihat sikap Erma yang pembangkang jika di nasehati suami dan juga pernikahan adiknya, akhirnya membuat Candra mengerti.


"Beb, kamu harus percaya sama aku. Jesslyn asal menuduh. Dia tidak punya bukti apapun."


*D*ia punya bukti apa ya. Erma


"Oh banyak, nanti saja kamu lihat jika waktunya sudah tiba."


Erma menunduk lemah, mungkinkah hari ini adalah hari itu, hari dimana dia selalu mimpi buruk ketika memikirkannya. Mimpi buruk yang sebentar lagi akan menjadi kenyataan.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.bersambung...


__ADS_2