Suamiku Bukan Orang Kaya

Suamiku Bukan Orang Kaya
Solusi


__ADS_3

"Gak kenapa-kenapa bang."


"Bohong lu, gua liat dari raut muka lu lagi ada masalah. Cerita aja sama gua barangkali gua bisa ngasih solusi."


"Beneran dah, gak ada masalah bang." di bubuhi tawa renyah. Jika saja istrinya bukan Jesslyn, Dodo akan bercerita pada temannya dan mencoba meminta pendapat apa yang harus dilakukan. Bagi Dodo ini sangatlah membingungkan.


"Do.." ragu


"Kenapa bang?"


"Maaf ini mah ya, maaf banget nih. Lu nikah sama Bu Jesslyn?"


Bak petir di siang bolong, Dodo tersedak saat minum. Temannya itu langsung menenangkan dengan mengusap punggungnya.


"Bang.." kalimatnya menggantung, tak kuasa menjelaskan tak kuasa juga untuk mengelak. Tapi temannya itu paham, berinisiatif untuk langsung saja menjelaskan.


"Do, waktu gua liat di warung lu semobil sama Bu Jesslyn awalnya emang gua kira lu ngerangkap jadi supir. Tapi.. pas waktu hujan semalam gua ke tempat teman namanya to'ing dan ternyata teman lu juga."


"Terus, pas gua masih di warung gua gak sengaja liat orang mirip lu sama Bu Jesslyn. gua tanya ke to'ing mereka siapa, dia jawab Dodo sama istrinya."


"Do sumpah gua lemes dengernya."


"Bang, minta tolong ya jangan kesebar ke yang lain. Saya minta tolong banget inih. saya takut nanti Bu Jesslyn marah." Dodo khawatir.


"Ada satu syaratnya Do"


"Apa?"


"Lu harus berbagi kesedihan sama gua. Dan lu ceritain sebenarnya ada apa sih sama kalian. Gak mungkin kayanya Bu Jesslyn nikah sama lu yang bukan pacar tanpa syarat apapun."


"Saya aja gak ngerti sampai sekarang Bu Jesslyn nikahin saya karena apa. hehe menyedihkan banget kan. Tapi sebelum nikah saya disuruh tanda tangan kontrak nikah sampai jangka waktu tertentu."


"Hemm, sedih juga ya idup lu. Tapi lu udah.." temannya itu memperagakan peraduan tangan.

__ADS_1


"Belum bang, saya gak berani nyentuhnya."


"Lah bisa tahan lu hahaha. oh ya sekarang lu ngapah dah muka lu kusut banget keliatannya."


"Saya bingung sama sikap dia yang berubah bang, padahal seingat saya semalam tidak terjadi apa-apa. Sebelumnya juga baik-baik aja, masih bisa ngomelin saya. Tapi sekarang terus saja diam yang bikin saya perih."


"Perih mah belum makan kali lu"


"Sudah, tadi kan Abang lihat sendiri."


"Becanda hehe serius amat lu. Coba lu ceritain kronologi kejadian terakhir setelahnya dia langsung diam."


Dodo menceritakan secara detail tentang malam itu, tak ada yang terlewat ataupun melebihkan. Temannya geleng kepala mendengar penuturan Dodo, masih polos banget apa bodoh nya kelewat.


"Do, masa lu gak tahu sih"


"Tahu apah bang?"


"Iya bang, Tapi kesal kenapa?"


"Dia demen ama lu itu mah. Sebenarnya dia semalam mau terjadi hal yang tak terduga tapi lu nya malah begitu. Kan dia merasa malu dan tercabik harga dirinya."


"Yang dia mau itu lu jujur tentang perasaan lu ke dia. Dia pengen tahu dan butuh kepastian."


"Tapi kan bang, dia sendiri di awal perjanjian bilang jangan terlalu jauh sama pernikahan ini. Saya jadi bingung"


"Ya kan kita gak tau do kedepannya akan terjadi apa, jangankan kedepannya besok aja kita gak tau apa yang akan terjadi. Kalau gua saranin lu cepet dah bilang ke Bu Jesslyn biar masalahnya clear"


"Eh iya dah bang, terimakasih ya atas sarannya."


"Iya do sama-sama."


Perbincangan berakhir menghasilkan solusi terbaik. Dodo tak lagi kusut, tersenyum kembali berharap semua akan baik-baik saja, berharap semesta pun mendukungnya hari ini. Dimana hari ini juga Jesslyn akan menyerbu Erma tanpa sepengetahuan Dodo.

__ADS_1


Dodo meminta ijin lewat pesan singkat untuk mengambil kotak makan yang berada di dalam ruangan Jesslyn, pikirnya sayang jika tak termakan. Jesslyn pun membalas dengan satu kata "ya".


Saat sudah di dalam, Dodo mencari keberadaan kotak itu, ketemu tapi dalam keadaan kosong.


Lah siapa yang makan ini ya, tapi bagus dah jadi gak kebuang sia-sia.


Pikirannya juga berlarian, siapa juga yang berani makan makanan yang berada di ruangan Jesslyn. Karyawan tentu tidak akan seberani itu. Tapi Jesslyn pun bahkan pergi bersama Bram tidak menghiraukan pemberian Dodo.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Di balik layar


Saat sedang berada di mobil, Jesslyn menghubungi seseorang yang tidak bisa disebutkan namanya, "Kotak makan yang ada di meja saya tolong isinya pindahkan lalu bawa ke mobil saya. Kotak makannya letakan saja disitu."


"Baik Bu"

__ADS_1


__ADS_2