Suamiku Bukan Orang Kaya

Suamiku Bukan Orang Kaya
Kalau bukan mereka lalu siapa?


__ADS_3

Jam kerja kembali lagi.


Jam kerja adalah hal yang di benci oleh sebagian orang, sebagian lagi ada yang menikmati, dan ada juga yang tidak mempunyai jam kerja.


Saat kamu sedang memiliki jam kerja, manfaatkanlah dengan baik. Karena posisimu saat ini, dimimpikan oleh petualang penerobos terik dan hujan yang mondar mandir satu tempat ke tempat lain. Mereka berseragam hitam putih.


Pagi yang cukup sejuk dengan suasana hati membaik, Dodo memberikan perintah HRD untuk mengevaluasi seluruh para karyawan. Mereka akan di beri pelatihan produk baru yang akan di buat Manggala.


Company profile yang di buat Dodo dan di presentasikan olehnya membuahkan hasil. Mangala mendapat mitra bisnis baru yang lebih baik dan sama menguntungkannya. Dodo sudah berani untuk melepas produk dan jasa yang tidak baik satu persatu.


"Pak Roy, saya yang periksa sendiri hasil evaluasi mereka. Pak Roy bertugas untuk memberi pelatihan saja kali ini, terimakasih atas kerja kerasnya hari ini." Seru Dodo sambil merebut berkas evaluasi yang ada di meja HRD.


"Baik Pak"


"Saya permisi." Ucap Dodo sambil berlalu dengan tangan yang menggenggam tumpukan kertas.


Pak Roy menundukan kepala, menandakan persetujuan pamitnya Dodo dari ruangan.


Baru kali ini lihat CEO ngurusin hal receh. Haha, biarin lah enak juga kan kerjaan jadi berkurang. Batin Pak Roy.


Sudah sampai di kursi kebesarannya, Dodo duduk dengan tenang. Dia mengatur nafas agar tidak panik. Karena jika sedang panik otak mendadak tidak bisa di pakai berfikir jernih.


Dia membuka satu persatu hasil evaluasi. Membuka ponsel dan mencocokkan Foto tulisan surat yang ditunjukan To'ing kemarin dengan tulisan para karyawannya.


Detakan jam menemani pekerjaan Dodo sampai dengan lembaran terakhir. Lelaki itu menyudahi kegiatannya lalu menyeruput secangkir kopi yang telah disiapkan.


Ada garis senyum terlihat di wajahnya, nampaknya kegiatannya barusan telah memberi jawaban atas pertanyaannya selama ini.

__ADS_1


Ternyata pelakunya bukan karyawan Manggala, syukurlah, walaupun mereka sangar dan selalu menganggap saya pemimpin lemah, tetapi mereka masih memiliki sisi baik. Harusnya saya berfikir jika ini ulah karyawan bisa jadi kopi ini juga ada racunnya.


Walaupun pertama bekerja sudah mendapat pesan sambutan yang cukup berbahaya, tapi mereka masih menghormati Dodo sebagai pengganti Niko yang kejam. Mereka tidak ada niatan untuk mencelakai atau melengserkan Dodo. Lalu siapakah pelakunya?


Dodo menghubungi Willy.


"Hallo pak Willy?"


"Iya Do, ada apakah gerangan? ada yang usil taruh permen karet di kursi kebesaran lu? atau ada ular kobra di dalam laci meja lu? sebutin aja kenakalan karyawan Manggala, biar gua kasih tahu cara balasnya. Haha"


"Gak kok pak, mereka baik sama saya. Saya cuma mau minta tolong nanti pak willy ikut saya habis makan siang ke gedung Xxx"


"Lu lagi gak mabok kan Do? itu kan musuh bebuyutan Manggala. Dosa kita sudah terlalu besar sama dia. Yang ada nanti kita dijadiin seblak kalau kesana."


"Saya sudah pikirkan caranya pak, jadi tenang saja "


"Kita jangan takut sama manusia pak." Jawab Dodo telak menghujam paru-paru.


"Hei, apa tadi yang dibilang Dodo hello Kitty. Jangan takut sama manusia, waah gua gak nyangka orang kaya lu ternyata punya nyali juga."


"Terimakasih atas pujiannya"


"Gua lagi gak muji Do" Willy naik pitam.


"Saya tunggu nanti setelah makan siang, Assalamualaikum." Pamit Dodo dalam sambungan telepon.


Diantara mereka masih belum ada yang mematikan sambungan, entah Willy maupun Dodo. Kalau Dodo jelas dia menunggu jawaban salamnya, tidak sopan jika dia memberi salam belum sampai mendengar sahutan lalu mematikan sambungan.

__ADS_1


Hitungan detik mereka diam, Willy angkat bicara. "Do jangan panggil gua pak lagi, panggil saja bro". Pintanya pada Dodo.


"Iya bro, Assalamualaikum"


Suasana diam lagi.


"Bisa lu ajarin, gua harus jawab gimana?"


"Wa'alaikum salam" Jawab Dodo dengan penuh kelembutan.


"Walakumsalam" kata Willy.


"Wa'alaikum salam, bro Willy."


"Iya itu maksud gua."


.


.


.


.


Bersambung..


Untuk para pembaca yang lagi mampir, jangan lupa bahagia.

__ADS_1


__ADS_2