
Demi membunuh waktu, Jesslyn memutuskan untuk keluar hotel mencari udara segar. Duduk di taman yang tak jauh dari jangkauan mata sembari menghirup oksigen yang telah di lepaskan pepohonan sekitar. Cukup melegakan untuk paru-paru, tapi tidak dengan organ bernama hati yang masih di selimuti kemelut tanya.
Kabar dirinya menjadi korban massa telah merebak, sampai mendatangkan Nona Rianti secara eksklusif menemuinya di taman. Jesslyn tentu terperangah, pemilik induk perusahaan tempat dia bernaung sudi mengunjungi dirinya sebagai rasa empati pada pengikut setia, ataukah rasa peduli karena Jesslyn adalah istri dari teman kecilnya. Entahlah, Jesslyn tidak mau meneruskan pikiran yang terlalu jauh itu.
Jesslyn berusaha berdiri dengan tertatih di bantu pelayan wanita, memberikan hormat semampunya pada orang yang telah memberikan fasilitas kekayaan pada keluarga besarnya. Semua itu di tepis Rianti, Wanita itu mendudukkan kembali Jesslyn sambil merengkuhnya dengan sambutan yang hangat.
"Tidak usah terlalu formal, aku menemuimu disini sebagai teman sekaligus atasan." Katanya dengan lembut, menampakkan sekali alasan kenapa banyak lelaki suka padanya.
"Tapi Nona.."
"Hari ini pengecualian, saya mohon Jess, kamu tidak usah sungkan kepada saya saat ini."
"Iya Nona"
Netra Rianti menyapu sekitar seolah sedang mencari keberadaaan seseorang, Jesslyn menyadarinya sekaligus peka kalau Nona Rianti sesungguhnya sedang mencari lelaki yang bernama Dodo.
"Maaf Nona, Dodo sedang tidak ada disini." mendengar jawaban tanpa pertanyaan, Rianti mengembangkan senyum. Manik indahnya menatap kelat wajah lesu Jesslyn yang disinyalir terkena virus cemburu.
__ADS_1
"Jess, saya mencari keberadaanya untukmu, bukan untukku. Jangan pernah ragukan cintanya, dia orangnya setia dan juga jujur."
Setia? bagaimana cara mengetahui lelaki setia atau tidak. Jujur? iya sih dia selalu jujur, saat ini dia bahkan tidak mau bilang dirinya ada dimana. Jesslyn hanya bisa menggerutu dalam hati.
"Iya Nona, tapi saat ini saya tidak tahu suami saya pergi kemana." Ada sedikit penekanan di kata suami, menunjukan bahwa Dodo memiliki predikat sebagai My Dodo.
Rianti tentu tahu apa yang dialami Jesslyn, bahkan dia juga tahu Dodo sebenarnya kemana, hanya saja dia tidak punya wewenang untuk memberitahu. Sebab, Rianti mengamati setiap ucapan Jesslyn telah menyimpulkan, bahwa Dodo memang sengaja menyembunyikan hal ini dari istrinya. Semakin kuat untuk Rianti membungkam suara karena memang benar-benar bukanlah ranahnya.
"Tetap percaya, hanya itu yang bisa saya kasih tahu. Jess, atas nama Artha grup saya mengucapkan permohonan maaf sedalam-dalamnya atas kejadian ini."
"Ini sebuah bencana Nona, tidak ada satupun manusia yang tahu kapan bencana itu akan datang. Saya yang seharusnya meminta maaf telah mengkhawatirkan banyak orang." Jesslyn menundukan kepala.
"Artha grup sudah memberikan yang terbaik saat itu, hanya saja, di tengah yang lain semua patuh, saya saja yang terburu-buru ingin pulang. Tapi tidak apa-apa, kata suami saya apa yang telah terjadi pada kita, bisa jadi itulah yang terbaik." Jesslyn ragu mengatakannya, kenapa di hadapan Rianti dia bisa mengeluarkan kata indah seperti itu.
Rianti memancarkan senyum madu, madu sebagai perumpamaan sangat manis ya, bukanlah arti yang lain. "Saya salut sama kamu Jess, kamu bisa menyerap dengan baik apa yang telah di ajarkan oleh suamimu. Saya cuma pesan satu hal, selalu percaya sama Dodo walaupun situasi mengarahkan mu untuk tidak mempercayainya sama sekali."
Yang sedang tertunduk mengangkat kepalanya, pandangan mereka sudah sejajar tegak lurus dengan Jesslyn yang menyelami akan sarat dari kalimat Rianti. "Iya Nona, terimakasih atas perhatiannya."
__ADS_1
"Sama-sama Jess, saya rasa perbincangan kita cukup sampai disini. Saya pamit pergi."
"Sekali lagi saya mengucapkan banyak terimakasih atas waktu Nona yang sangat berharga."
Pertemuan dua wanita yang mempunyai rasa berbeda kepada Dodo telah berakhir. Satunya rasa kagum, yang satunya lagi rasa cinta dan sayang bercampur posesif. Sampai kapan pun rasa kagum dan cinta tidak bisa di samakan.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa bahagia.