
Dodo dengan tubuhnya yang terasa lemas menjatuhkan badannya ke pangkuan Bu Unah, jika sudah ada pertemuan antara anak dan ibu ini, mari kita panggil saja Dodo sebagai bocah. Bocah itu memang anak bungsu dari tiga bersaudara, demi apapun ini kali pertama dia manja seperti itu di depan Jesslyn.
"Lah..lah.. kenapa ini bontot emak?"
Jesslyn tentu tertegun dengan apa yang dia lihat. Mungkinkah suami siaganya itu sedang merasa lelah selelah lelahnya.
"Gak kenapa-kenapa Mak, cuma lagi pengen rebahan sambil diusap punggungnya sama emak." pinta anak lelaki itu kepada ibunya. Sementara Jesslyn tidak mau mengganggu momen kedekatan anak dan seorang ibu, dia membalikan badan, langkahnya terasa berat.
"Mau kemana Non, sini saja tiduran sama aa." oh ternyata, ada tangan kokoh yang menarik pergelangan tangannya untuk tetap berada disini.
"Aku..
"Aku apa? mak anak perempuan emak ini tidak mau menemani saya disini." Bocah itu memiliki nyali juga mengadu yang tidak-tidak pada Bu Unah. Sepertinya memang hari ini dia sedikit berbeda.
"Neng, sini. Tiduran juga sama kaya aa Dodo. Biar emak usap-usap." Titah Bu Unah yang diam-diam juga ingin memanjakan Jesslyn.
Selagi menunggu jawaban wanita itu, tangan yang sedang terpaut masih saja menggantung di udara. Sampai Jesslyn berkata iya lalu ikut menjatuhkan diri disebelah suaminya, tangan itu masih tetap terpaut. Dodo enggan untuk melepaskannya barang sedetik pun. Untuk apa? untuk pamer pada dunia? Iya, iya, memang dunia milikmu berdua Do.
"Kalau kaya gini, emak jadi kaya punya dua anak bontot. Yang satu lelaki yang satunya perempuan. Kaya kakak sama adik hehe.. tapi mana kakaknya mana adiknya nih?" Seru Bu Unah.
__ADS_1
"Aku sebagai kakaknya mak, umurku lebih tua tiga bulan darinya. Jadi, dia adalah adik manisnya aku." Jesslyn cekikikan setelah mengatakannya.
"Mana ada kakak yang mengandung anak adiknya. Non tetaplah istri kesayangan, tidak akan berubah." Tidak terima lantas Dodo menghujani tengkuk Jesslyn dengan deru nafas. " Kakak" satu kata yang terdengar di belakang telinga Jesslyn.
Dih
Bu Unah tertawa bahagia bersama mereka yang telah memberikan warna baru dalam hidup ini. Ia sama sekali tidak terusik dengan aksi jahil Dodo meluk-meluk istrinya di depan mata. Dia begitu bahagia.
...........
Hari sudah berganti lagi.
Gemercik air yang tidak deras telah melicinkan tanah, hujannya pula menyisakan hawa dingin yang telah menikam sampai ke dalam tulang. Cukup dingin di bandingkan dengan tatapan Jesslyn ketikan murka.
"Sayang, kamu mau ngapain?" Alis Jesslyn bertaut ketika melihat Dodo sedang merapikan diri lalu berjalan mendekati mobil milik Jesslyn.
"Saya mau ikut Non, boleh ya?" mata teduh milik Dodo yang berbinar penuh harap menapaki jejak manik bening milik Jesslyn. Andai Jesslyn mau membalas tatapannya, sudah dipastikan wanita itu akan luluh dan langsung mengiyakan. Tapi sampai kapan harus terus menerus menjadi beban Dodo, kenyataan tidak masuk akal itu merasuki pikirannya. Sebab seorang suami memanglah menjadi tempat berteduh bagi seorang istri.
"Tidak usah sayang, aku sama Anggi aja ya. Lagian aku sudah biasa keluar kota sendiri, jadi kamu tidak perlu khawatir." Kilah Jesslyn kembali dengan sesak didada, sebenarnya wanita itu tidak yakin pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Tapi sekarang Non sedang hamil?"
"Sayang, dengarkan aku. Aku baik-baik saja walau sedang hamil, kamu tuh yang tidak baik-baik saja, kamu kan yang muntah terus dan pusing. Aku paling cuma ngerasa lebih mengantuk saja."
Dodo diam tak bergeming, " Non saya mohon." Dodo meminta dengan meraih tangan sang istri yang terasa dingin menurutnya. Tanpa aba-aba, Dodo membuka pintu lalu masuk duduk di ruang kosong sebelahnya.
"Sayang.. aku benar tidak apa-apa. Kamu jangan khawatir seperti ini, kita mempunyai tanggung jawab masing-masing demi masa depan. Kamu tidak bisa tinggalkan pekerjaanmu begitu saja demi aku yang memang sudah biasa bepergian keluar kota."
"Sayang, aku mohon. Ijinkan aku pergi tanpa adanya kamu. Aku baik-baik saja, kita saling mendo'akan satu sama lain. Sekarang kamu keluar lah sayang, aku sudah mau berangkat."
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa bahagia.