
Bram satu per satu telah mengumpulkan bukti yang ingin diketahui Jesslyn selama ini. jika dia sudah berhasil melakukan tugasnya dengan benar, Bram berfikir Jesslyn akan sangat berterimakasih dan mempertimbangkan nikah kontrak dengan Dodo segera di akhiri.
Bram juga membagi waktu dengan tugasnya sebagai asisten Jesslyn. Tapi ketika Bram sedang pergi untuk urusan bukti itu, Jesslyn tak pernah menelpon untuk membantu dirinya. Jesslyn bisa melakukan sendiri tanpa seorang asisten.
Bukan dia wanita super tangguh, yang bisa mengurus sebuah perusahaan property seorang diri. Dibelakangnya Dodo ikut membantu meringankan tugas Jesslyn dengan tulus. Jika hal ini sampai diketahui Bram sudah dipastikan Bram akan membuat konspirasi untuk bisa menjatuhkan Dodo.
Di ruangan direktur.
Dodo seperti biasa sedang membersihkan ruangan Jesslyn, kali ini Jesslyn lebih banyak mengoceh bukan karena marah atau sekadar menghina tapi dia terus membahas masalah semalam.
"Do, aku mohon lupakan kejadian semalam."
"Yang mana?"
"Kamu jangan meledekku do." sudah hampir mau menarik kerah baju Dodo yang akan membuatnya terjerembab lagi bahkan ke pelukan Dodo, karena Dodo tak akan membiarkan Jesslyn jatuh ke lantai.
"Aku tidak akan melupakannya Bu, tapi akan saya simpan cerita itu untuk diri saya sendiri." Dodo tersenyum.
"Oh iya ini tugas yang ibu berikan, Alhamdulillah sudah selesai. Jika ada yang mau di revisi tolong bilang saya."
"Terimakasih. Ternyata kamu hebat juga"
"Biasa aja, Bu jesslyn lah yang hebat."
"Do,, aku mau bertanya sama kamu?"
"Apa bu?"
"Aku selama ini belum pernah melihat kamu marah. Denganku atau dengan siapapun. Tapi kemarin aku melihatmu beda dari biasanya, apakah itu marahmu?"
"Bukan, saya tidak marah bu hanya saja saya tidak terlalu berharap pada pernikahan ini dan menarik diri untuk tidak terlalu melangkah jauh, semua ini untuk kebaikan bersama. Kalimat Bu jesslyn kemarin malah membuat saya tersadar lagi."
__ADS_1
"Tersadar?"
"Saya permisi Bu, pekerjaan saya sudah selesai." Dodo ingin keluar dari pertanyaan Jesslyn.
"Do, tunggu dulu."
"Ada yang bisa di bantu lagi Bu?"
"tidak , tapi ada yang perlu kamu jawab lagi. Do kenapa kamu selalu memendam apa yang kamu rasakan walaupun itu cuma sekedar rasa marah. Memangnya tidak menjadi beban untukmu?"
"Sabar adalah salah satu cara untuk mengurangi beban."
Mendengar jawaban Dodo Jesslyn tidak bisa berkutik, tidak ada lagi celah untuk dirinya bertanya lebih. karena pada dasarnya, setiap orang memiliki kekuatan dan juga karakter yang berbeda-beda.
*Je*sslyn mungkinkah dirimu akan mendapatkan dua sekaligus dalam satu waktu. kamu mendapatkan keadilan dan juga cinta? apa sih aku ini, sangat egois..
Selepas kepergian Dodo meninggalkan ruangan direktur yang kini penuh dengan bunga-bunga, arah pikiran Jesslyn tak menentu. Dia selalu banyak tersenyum dan menampakan aura ceria.
Hatinya telah berbunga-bunga, jantungnya berdetak kencang saat dia menyebut nama Dodo dalam hati.
"Do, nanti sore aku ingin mengajak main Erma, menurutmu itu ide bagus tidak?"
"Rukun dengan saudara ipar itu hal yang bagus, namun saya khawatir jika non terlalu dekat dengannya." panggilannya sudah berubah lagi, karena ini adalah sebuah pesan yang tak akan di dengar orang lain.
"kenapa?" penasaran.
"Dia memiliki sifat yang terkadang kita tidak tahu menahu salah apa dan melakukan apa tiba-tiba diam cemberut dan memusuhi. saya takut non nanti dengannya akan bertengkar."
*K*alau itu akupun sudah paham dan pernah mengalaminya.
"Baiklah"
__ADS_1
Mengobrol langsung sudah, saling berkirim pesan juga sudah. Jesslyn memasuki ponselnya ke dalam tas, dia lantas bersiap untuk menghadiri meeting dengan kolega bersama Bram yang sudah kembali ke kantor.
Mereka sudah berada di dalam mobil, perlahan Bram melajukannya melewati Dodo yang sedang membuang sampah.
Pandangan Bram terhadapnya begitu tak ramah namun Jesslyn dan Dodo saling menatap lalu tersenyum. Senyuman yang penuh arti seperti memberi semangat satu sama lain.
Jesslyn beralih untuk memeriksa hasil pekerjaan Dodo, tak di sangka Dodo lumayan pintar untuk menyelesaikan nya.
Bram pun mengintip keadaan bosnya itu malalui kaca mobil.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.bersambung...