
Hingga kini Dodo dan Jesslyn selalu berkomunikasi di ruang direktur ketika moment Dodo sedang bersih bersih. Jesslyn selalu menantikan waktu itu setiap harinya.
Sudah menjadi kebiasaan yang bersifat wajib jika Jesslyn sudah merasakan kenyamanan. Untungnya, Bram waktunya masih terbagi, hingga tak sempat memperhatikan obrolan intens yang terjadi antara Dodo dan Jesslyn.
Ketika sudah sampai di rumah.
"Bang Dodo eh bang Dodo." Neneng sambil tersipu mengatakannya. Walaupun Neneng tahu Dodo sudah beristri sekarang.
"Eh neng, mau belanja?" jawab Dodo menimpali, sambil tangannya tak berhenti mencuci mobil Jesslyn.
*I*h bang Dodo makin ganteng aja ya.. astaghfirullah sadar Neneng.
"Iya bang. Baru balik kerja ya?"
"Iya neng. Sudah dari tadi sih."
Neneng masih tetap berdiri melihat Dodo secara seksama yang sedang memeras kanebo. Dodo pun tak tahu harus bagaimana karena dia merasa obrolan sudah selesai.
"Eheemmm.."
Jesslyn keluar rumah sambil menyilang kan tangan.
*M*ampuus ada bininya.
"Teh"
Neneng menyapa sambil menganggukkan kepala dan Jesslyn membalas dengan air muka yang datar.
"Ada perlu apa?"
"Oh gak teh, saya cuma lewat mau belanja ke warung Bi unah." Neneng menjawab risih sambil menggaruk tengkuk.
"Oh"
Lalu Jesslyn memberikan senyuman jahat yang membuat Neneng ingin cepat berlari dari sini. Akhirnya dia kabur juga.
Tatapan Jesslyn sekarang beralih ke Dodo.
"Akrab banget sampai panggilnya neng."
"Gak non. Biasa saja"
"Kalau biasa, panggil nama saja."
"Namanya neneng, jadi saya panggilnya neng. Terus kalau gak panggil itu panggilnya apa? nen? aneh non dengernya."
Jesslyn tersipu malu, dia tidak tahu kalau wanita barusan bernama Neneng. Baru mau ngajak Dodo bertengkar tapi dipatahkan oleh kenyataan.
Eh apa tadi, bertengkar? memangnya kenapa kalau panggil wanita lain dengan sebutan itu. Kecuali jika ada rasa cemburu, itu beda lagi urusannya.
__ADS_1
"Non"
"Iya do, eh apa sih aku jadi bahas beginian. gak penting juga kan." Jesslyn berlalu memasuki rumah dia berharap jangan sampai Dodo berfikiran kalau dia sedang cemburu.
Saat pintu terbanting oleh Jesslyn, Dodo tersenyum senang melihatnya. Dan lanjut mengelap mobil yang sudah bersih.
.........
"Bi, mau beli gula seperapat sama teh nya."
"Sudah ini aja?"
"Sudah bi." Neneng langsung menyodorkan uang 50ribu pada Bu unah.
Bu unah memberikan uang kembalian beserta barang yang dibeli. Neneng langsung mengambilnya dan bergegas pulang.
Dalam hati Bu unah ada keanehan pada Neneng, biasanya anak itu selalu ngajak ngobrol Bu unah tapi kali ini Neneng seperti orang yang sedang ketakutan.
"Mak, saya lihat emak kayanya lagi kurang sehat ya?" tanya Dodo, setelah beres dengan cuci mencuci.
"Gak tau nih do, udah beberapa hari ini bawaanya lemas."
"Yaudah emak siap-siap sana, kita periksa ke klinik."
"Iya dah, tapi bantuin emak nutup warung dulu ya"
Dodo membereskan dagangan sang ibu, memasukan ke dalam yang berada di area luar serta menutup rolling dor. Setelahnya dia pergi menemui Jesslyn.
"Non, saya mau antar emak berobat ke klinik."
"Emak sakit?"
"Iya, emak terlihat lesu dan katanya lemas."
"oh yasudah"
Saat Dodo mempersiapkan motor, Bu unah sudah siap dan menghampiri anaknya.
"Kenapa gak naik mobil saja, kasihan emak nanti keanginan." Jesslyn keluar rumah memeriksa.
iya juga ya
"Yaudah Mak kita naik mobil aja ya."
"Gak usah, kayanya naik motor aja, soalnya emak kalau lagi kurang sehat gini suka pusing kalau naik mobil."
"Oh yasudah."
.........
__ADS_1
Malam hari yang sepi, Bu unah sudah beristirahat di kamar. Pak nata sepulang mengojek heran, warungnya sudah tertutup.
"Yan, emak kemana? warung tumben udah nutup?"
Emak lagi gak enak badan. udah tidur di kamar."
Datanglah seorang tetangga agak jauh hendak berbelanja.
"Lah warungnya tutup inih."
"Iya, emang mau beli apa ini?"
"Mau obat nyamuk boreh apa mang Nata, males banget ke warung depan."
"Iya, bentar dulu ya."
"Si Iyan lagi tengkurap aja, lagi nonton apaan tuh di hp?" tanya tetangga itu.
"Dia mah nontonin kartun mulu tiap hari." pak Nata datang sambil membawa benda yang dimaksud.
"Lah ilok mang."
"Iya, begitu mulu tiap hari, tiap malam Minggu juga anak muda udah wara Wiri kesana kemari dia mah tetap nonton kartun"
"Lah orang mah nongkrong anak muda mah ya Ama temen, nyari pacar ge."
"Tau dah, nanti dia mah kalau nikah yang kondangan ge si narutoo, ninja Hatori, Doraemon."
"Haha bisa aja mamang." tetangganya itu tertawa geli mendengar penuturan pak Nata.
Iyan diam tak bergeming walaupun jadi bahan omongan. Sikapnya yang cuek sangat sulit di tebak apa maunya. Tidak kesal tidak pula terkekeh, reaksinya hanya datar datar saja.
.
.
.
.
.
.
.
.
.bersambung...
__ADS_1