
Pagi yang berbeda karena suasana.
Sinar matahari sudah mulai terang benderang, menelisik lewat jendela yang sudah terbuka. Dodo beraktivitas seperti biasanya, hanya tidak membuat sarapan untuk Jesslyn yang membuat pagi ini berbeda.
Bi Lilis sang art pun akhirnya pagi ini pamit, mengikuti jejak Jesslyn.
"Terimakasih ya Bi sudah bekerja di rumah ini."
"Sama-sama pak."
"Bi sudah sudah, jangan nangis ya. Maaf saya gak bisa memperkerjakan bibi disini lagi."
"Iya pak..hiks..hiks.. saya sedih aja pak, padahal kan Bu Jesslyn sama pak Dodo saling cinta. Tapi kenapa sekarang jadi begini."
"Saya akan berusaha bi, sesusah apapun itu. Oh ya ini untuk bibi, terimalah."
"Gak usah pak, terimakasih."
"Jangan nolak bi, saya mohon di terima."
Amplop sudah berpindah tangan, Bi lilis semakin terharu dengan kebaikan Dodo. Dia senantiasa mengucap do'a di dalam hati untuk kebaikan mantan majikannya ini.
Orang baik akan dipertemukan dengan orang baik. Pepatah yang sering di ucapkan oleh banyak orang. Kalau Jesslyn suatu saat akan kembali pada Dodo, itu tandanya Jesslyn memiliki hati juga dengannya. Hanya saja sekarang kita tidak tahu, kenapa Jesslyn memilih pergi walau sudah mengetahui isi hati Dodo.
Bahkan jesslyn merespon c*iuman pertama yang lembut. Walau sesudahnya Jesslyn menampar.
flash back
Plaakkk
Tamparan tidak terlalu keras mendarat di pipi, setelah merasakan bagaimana rasa yang selalu di bayangkan Jesslyn. Rasa yang selalu dia inginkan ketika gemas dengan kepolosan suaminya. tapi kenapa dia malah menjauh.
Dodo memegang pipi yang barusan telah di tampar.
__ADS_1
"Non?"
"Do, maaf. aku gak bisa untuk saat ini. Tunggu aku, selalu tunggu aku. Aku akan kembali padamu tapi aku gak tau waktunya kapan. Aku juga sayang sama kamu." lirih Jesslyn dengan volume suara kecil.
Jesslyn melirik kearah jendela, masih mendapati Bram yang sedang mengintai.
"Do, kurang ajar kamu ya. aku akan pergi dari sini !" Jesslyn setengah berteriak agar suaranya dapat di dengar hingga keluar. sengaja.
"Non, jangan pergi! saya mohon."
Beruntungnya, Dodo mendengar suara lirih milik Jesslyn sebelumnya.
..........
Padatnya lalu lintas membuat kendaraan bergerak pelan. Jesslyn masih menangis dalam hati meratapi kisah percintaannya. Semalaman tidak bisa tertidur telah membuat kantung mata sebagai bukti.
"Bu, sebaiknya istirahat saja hari ini, biar saya yang urus pekerjaan." Bram menawarkan diri melihat Jesslyn lesu tak bersemangat.
Ada alasan kenapa Jesslyn begitu yakin untuk ke kantor hari ini. Setidaknya melihat Dodo sedang bekerja sudah mengobati rindu.
Mobil sudah memasuki area parkir. Jesslyn senang hingga membuat jantungnya berdebar.
"Selamat pagi Bu." seperti biasa sambutan pagi para karyawan ketika Jesslyn sudah menampakan diri.
Jesslyn menjawab dengan senyum, matanya sibuk mencari dimana keberadaan suaminya.
Dimana?
Seseorang yang diharapkan tidak nampak. kecewa sudah pagi ini, lebih baik dia segera pergi menuju ruang kerja dengan Bram yang setia mengikuti.
"Bram, proyek baru yang di berikan oleh tuan Marcel tolong kamu cek langsung lahan yang akan di bangun, pastikan semua berjalan dengan benar tanpa ada kesalahan. Pelajari kontur tanahnya agar sesuai dengan karakteristik bangunan."
"Iya Bu, oh ya saya sudah reservasi tempat untuk makan siang Bu Jesslyn. Jika saya belum sempat kembali, akan di antar oleh staff."
__ADS_1
"Iya"
"Saya permisi, jika ada yang diperlukan segera hubungi saya."
"Hmm"
Bram merasa ada yang kurang, ucapan hati-hati di jalan belum terdengar di telinga. Seperti malam sehabis hujan itu, yang membuat hatinya berbunga-bunga.
"Permisi, boleh saya masuk?"
"Masuk aja." jawab Jesslyn. Dia semangat setelah tahu siapa yang datang.
My Dodo
Kehadiran Dodo membuat Bram diam tak bergeming. Menunda keberangkatan sampai Dodo selesai dengan urusannya.
"Kemana orang yang sudah ditugaskan untuk membersihkan ruangan ini?" tanya Bram
"Tidak masuk pak, sakit."
Jika Bram bertanya lagi pada Dodo kenapa kau yang menggantikan untuk membersihkan ruangan ini, maka profesionalitas bram saat bekerja sangat dipertanyakan. Diam memang lebih baik.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1