Suamiku Bukan Orang Kaya

Suamiku Bukan Orang Kaya
Mengendurkan penjagaan


__ADS_3

"Do, mulai malam ini dan seterusnya kamu tidur di kamarku saja. Aku takut sendirian. Dan kamu tidak perlu tidur di bawah lagi, aku takut kamu nanti sakit aku juga kan yang repot nanti."


"Tapi non, saya tidak enak.."


"Tidak ada penolakan, ini perintah."


"Baik non." Dodo menaiki kasur. Tadinya dia hanya sedang memeriksa kamar Jesslyn soal keamanan dan kebersihan sesuai prosedur setiap harinya. Tapi ketika istrinya itu memberi perintah, dia tidak bisa keluar lagi dari kamar.


Jesslyn mengintip melalu ekor mata, ketika posisi Dodo sedang membelakanginya, Jesslyn ternyata memeluknya dari belakang.


Sontak hal ini membuat kaget.


"Non" jantung Dodo berdegup dengan cepat seolah dia telah melakukan dosa. Jesslyn bisa merasakan debaran jantung Dodo yang berpacu dengan cepat.


Sengaja jesslyn membiarkan, matanya terus terpejam.


"Do maafkan aku tadi siang. Aku tak bermaksud menyakiti perasanmu." lirih Jesslyn setengah berbisik di belakang telinga Dodo.


Dodo sebagai lelaki normal, syarafnya sudah mulai bekerja. Sekuat tenaga dia terus menahan agar tak jadi penyesalan.


"Iya non tidak apa-apa."


Dodo berharap Jesslyn melepaskan pelukannya tanpa harus dia yang mengusik agar dia bisa bernafas lega. Kenyataannya Jesslyn masih saja tetap pada posisi.


Jesslyn terus meracau, berbicara agar Dodo selalu dengan sikap yang sama tanpa harus berubah. Karena jesslyn tidak mau merasa bersalah dalam kamus kehidupan. Atau mungkin dia sesungguhnya merasa nyaman tapi tidak mau mengakui.


Dalam situasi seperti ini pun Jesslyn tetap mendominasi.


"Non, maaf. tolong lepaskan pelukannya."


"Kenapa?"


"Saya takut tidak bisa menahan diri." jawab Dodo jujur.


"Hahaha, baiklah."


Dodo merasa lega, keringat disekujur tubuhnya bukti dia sedang menahan diri. Jesslyn lagi-lagi menertawakan nya di belakang. Baru juga minta maaf sudah mengulangi lagi atau memang Dodo adalah candu untuk tawanya Jesslyn.


"keringatmu banyak sekali, lap sana."

__ADS_1


"Iya non." Dodo mengambil tissue yang berada di nakas. mengelap wajah manis nya yang banjir dengan peluh. Bagi Dodo AC nya tidak berfungsi dengan baik.


Setelah selesai, dia kemudian terbaring lagi dan memejamkan mata.


"Kamu sakit?"


Dodo membuka mata kaget, pipi Jesslyn sudah berada di kening.


"Tidak non."


"Kata ibuku dulu, jika mau mengecek suhu badan lebih akurat, harus menggunakan pipi." Jesslyn mengada-ada yang tujuannya hanya untuk mengerjai.


Dodo gugup, berharap malam ini cepatlah berlalu.


Tidak membiarkan hal ini terus terjadi, dodo pun melakukan sesuatu. Dia membalikan badan lalu Jesslyn terjerembab dengan posisi Jesslyn dibawahnya.


"Maaf non, saya tidak sakit kok. Non jangan khawatir. Selamat tidur"


Jesslyn tercekat, dia tak dapat berkata apalagi sampai mengomel.


Melihat jesslyn yang terlihat takut, Dodo berpindah posisi, setelah mengucapkan selamat tidur dia menyelimuti jesslyn lalu merebah kan tubuh yang dirasa sudah lelah.


*I*ni sudah gila, ya ampun jesslyn apa yang kamu lakukan. ingat tujuan utamamu bukan seperti ini..


Pikirannya terus berlarian, teringat kejadian tadi yang tak sadar bikin Jesslyn tersenyum. bukannya takut dia malah menikmati suasana dimana berdua dengan seorang lelaki yang sangat langka menurutnya.


Dodo terpejam Jesslyn pun terpejam. Waktu menunjukan hampir pukul 03:00 dini hari. Dodo terbangun dan hendak ke kamar mandi. Jesslyn pun mengikuti.


"Astaghfirullah.." Dodo terkejut jesslyn berdiri di ambang pintu kamar mandi setelah dia selesai dan membuka pintu.


"Kamu mau ngapain?"


"Saya mau tahajud non."


"Ikut"


Dodo merasa ada yang aneh dengan sikap bos nya ini atau sebut saja istri kontraknya. Biasanya jesslyn sangat menjaga jarak dengannya, suka marah dan mengomel dan juga tidak perduli apa yang di lakukan Dodo.


Tapi kali ini, bahkan yang tak pernah terpikirkan oleh Dodo terjadi pada malam ini. Seluruh kegiatannya selalu diikuti Jesslyn. sangat kontras terlihat bahwa Jesslyn adalah seseorang yang kesepian dan butuh perhatian.

__ADS_1


Dodo merasa iba, dia memutuskan untuk mengendurkan penjagaannya.


"Non"


"Apa?"


"Mukanya terlihat lelah, non gak bisa tidur ya?"


*K*ok tau


"Iya"


"Yasudah, biar bisa tidur saya ada buku yang bagus untuk dibaca, non mau?"


"Kamu yang bacakan, aku dengarkan saja."


Dodo tersenyum begitu pun dengan Jesslyn, Dodo menceritakan isi buku rekomendasinya yang berisi tentang ilmu dan juga kasih sayang. Kisah yang menyayat hati dengan pesan amanat untuk pembelajaran.


Dengan telaten Dodo terus membacakannya, matanya layu sudah mulai mengantuk. Tapi Jesslyn tetap saja masih on.


Dodo mengusap rambut Jesslyn berulang, seperti seorang ayah yang sedang menidurkan anaknya. Jesslyn menerima perlakuan itu bahkan dia senang masih ada di dunia ini yang memperhatikannya.


Mereka terlelap, yang bahkan waktu sudah menunjukan hampir pagi. Dodo yang tidur bersandar di tepi kasur segera terbangun mendengar alarm.


.


.


.


.


.


.


.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2