Suamiku Bukan Orang Kaya

Suamiku Bukan Orang Kaya
Malam jum'at


__ADS_3

"Hai teh Erma."


Jesslyn menghentikan langkah Erma yang sedang ingin ke warung Bu Unah.


"Jesslyn, baru balik kerja ya?"


"Iya, saya boleh main ke rumah teteh nanti.?"


"Oh boleh dong, main aja pintu rumah selalu terbuka lebar buat Jesslyn mah. hehe"


*D*asar wanita berbulu domba.


"Nanti malam saya kesitu."


"Ok siap"


Selepas perbincangan mereka yang saling menutupi sifat asli, mereka bertukar nomor ponsel agar lebih mendalami peran yang Jesslyn jalankan. Bagaimanapun, ambisinya ini tak boleh membuat banyak derita pada orang lain yang tidak bersalah.


"Non?"


"Ada apa?"


"Nanti malam non mau main ke rumah mpo Erma?"


"Iya, memangnya ada apa?"


"tidak apa-apa hanya saja..." kalimatnya menggantung.


"Tidak usah risau. Aku sudah tau apa yang harus aku lakukan. Oh ya bukannya kamu setiap malam Jum'at ada pengajian di mushola."


"Iya non"


"Setelah pulang dari sana, aku tunggu kamu di kamar."


Jesslyn memberikan pernyataan ambigu yang menuntut penjelasan lebih. beruntungnya, korban adalah seorang Dodo yang tidak pernah berfikir lebih.


"Iya non."

__ADS_1


..........


Dalam keheningan malam yang berbalut suara hewan serangga, Dodo memimpin pengajian dari anak kecil sampai dewasa. Dia juga membagi tugas pada sahabatnya yang lain untuk mengajar sesuai pos tingkatan pembelajaran.


Jesslyn sedang berada di rumah Erma yang hanya berjarak 5 meter sesekali memperhatikan ke arah mushola.


"Jess, nih silahkan diminum." tawar Erma.


"Iya terimakasih."


Perbincangan hangat palsu berlangsung dengan ceria. Jesslyn berulang kali mengumpat dalam hati ketika mendengar perkataan Erma yang sangat manis tapi tidak dengan kenyataanya.


Minuman yang disuguhkan Erma, Jesslyn tambahkan lagi dengan teman camilan yang melimpah, tentu saja Erma bersorak kegirangan, jika mendapatkan hal yang diuntungkan.


"Ini makanannya banyak banget, enak lagi. Pasti mahal deh." Erma basa basi.


Jesslyn hanya tersenyum dan berucap agar dinikmati saja tanpa rasa sungkan.


*H*uh pasti lah mahal dia kan orang kaya, aku mah apa atuh. batin Erma.


*P*asti dia lagi iri lagi hatinya, dan berkata dalam hati 'aku mah apa atuh' hahaha. batin Jesslyn


Teh hangat yang sudah mulai mendingin di seruput sedikit oleh jesslyn, sebagai seorang tamu tentu harus mencicipi jamuan yang telah disediakan. Sebagai bentuk rasa hormat dan juga menjaga etika.


"Teh saya mau ke toilet, boleh?"


"Oh boleh, di dalam sana ke kiri ya." jawab Erma.


"Iya teh"


Jesslyn memasuki rumah Erma seorang diri. Matanya menyapu ruangan, memperhatikan setiap detail pajangan yang terpampang rapi. Dan waktu begitu pas, Chandra keluar dari kamar berpapasan dengan Jesslyn.


Tidak ada obrolan walau hanya sekadar basa basi, Chandra seorang yang pendiam hanya menunduk hormat. Sedangkan Jesslyn tampak santai dan membalas kecanggungan Chandra dengan senyum.


..........


Dodo telah kembali ke rumah dan menemui Jesslyn seperti perkataannya sore hari. Dia membuka pintu kamar, dan melihat pemandangan di depannya yang sangat luar biasa.

__ADS_1


Jesslyn cengar-cengir, Dodo pun pun kikuk. Lantas Dodo langsung pergi ke kamar mandi untuk sekedar mencuci muka.


"Do, gak cape kan?"


"Tidak non."


"Ayo"


Dodo merasa terhibur dengan sikap Jesslyn malam ini, saat dirinya membuka pintu kamar tadi, jesslyn sudah berbalut mukena. peralatan untuk belajar mengaji sudah disediakan olehnya.


Sampai Dodo selesai dari kamar mandi pun Jesslyn sedang mencoret buku milik Dodo, mungkin dia bosan menunggu. Atau mungkin untuk catatan sebagai pengingat. Tapi buku yang di coret Jesslyn itu adalah buku catatan Dodo tentang bisnis perikanananya.


"Ayo non kita mulai"


"Do, kamu gak marah bukumu aku pakai?"


"Tidak non, kenapa harus marah" Dodo tersenyum.


"Emang kamu gak takut ketahuan sesuatu gitu?" jesslyn memancing


"Saya tidak pernah menyembunyikan apapun dari non. Bukankah non sendiri yang bilang tidak peduli apa yang saya lakukan, dan tidak mau tahu jauh tentang saya."


*I*ya sih Dodo benar, kenapa aku jadi kepo seperti ini ya. dan ternyata Dodo bukan hanya seorang pekerja cleaning service saja. pantas bisa kasih aku uang melebihi gajinya.


.


.


.


.


.


.


.bersambung...

__ADS_1


__ADS_2