
Dengan sisa tenaga dan harapan, Dodo memulai harinya yang baru terlepas apa yang sudah digeluti beberapa hari belakangan. Mobil yang di tumpangi Dodo menepi di jalan, dia melangkahkan kaki menghampiri toko bunga.
Berbagai jenis bunga dan warna yang beragam berderet menyambut sumringah Dodo. Pelayan datang mengarahkan tentang bunga yang di jajakan disini. Dodo sepertinya bingung, karena baru pertama kali membeli bunga untuk di dipersembahkan sebagai hadiah.
"Kalau boleh tahu, bagaimana karakter istri bapak? biar saya bantu memilih jenis bunga apa yang sesuai dengan karakternya."
"Istri saya adalah pekerja keras, dia orang yang sangat menghargai proses." jawab Dodo dengan senyum ramah, pikirannya sambil menyelami wajah Jesslyn ketika sedang merajuk padanya. Itulah yang membuat Dodo tersenyum.
Dodo memang begitu orangnya, walaupun dia suka menerima sikap Jesslyn yang angkuh dan tidak mengenakan, tapi yang abadi dalam ingatannya hanyalah manisnya Jesslyn ketika tersenyum, sudah itu saja. Selebihnya akan masuk spam karena hanya akan memenuhi memori.
"Kalau begitu bunga Lily putih cocok untuk istri bapak. Nanti saya akan persiapkan secantik mungkin."
"Oh, ya sudah saya mau itu saja."
Bunga sudah di dapat, tinggal bagaimana nanti dia menyatakan kerinduannya dengan kata-kata. Tapi ada yang mengusik pikiran dan baru teringat, Bu Unah sedang sakit karena terus memikirkan dirinya.
Dodo memutar haluan, menjenguk ibunya dahulu barulah dia menemui sang istri. Setidaknya jika melihat ibu keadaanya sudah baik-baik saja rasanya tenang kemudian. Dalam perjalanan Dodo selalu berdo'a dalam hati untuk kesehatan ibunya.
Tujuan telah tiba.
Segenap beberapa pasang mata menanti siapakah yang datang. dodo menyembulkan kepala dari balik pintu, semua orang yang berada di teras rumah bersorak senang.
"Ya ampun Dodo, Ampe kangen gua sama Luh, darimana aja si ini orang." seru salah satu tetangga yang memang sedang menghabiskan sore hari dengan mengunjungi tetangga sambil bergosip.
Ucapan salah satu orang memancing pertanyaan dari yang lain. Mereka pun antusias ingin mendengar cerita bagaimana Dodo hidup selama ini.
__ADS_1
"Do, darimana aja lu?" ucap Pak Nata dengan penuh kerinduan.
"Habis training kerja pak." memang benar apa yang dikatakan Dodo. Training adalah pelatihan, Dodo memang sedang dilatih secara berlebihan oleh Willy.
"Training? lu udah kagak jadi cleaning service lagi emang?" sahut ibu-ibu yang semakin penasaran.
"Udah gak, udah pindah kerjanya." jawab Dodo ramah.
Segenap para ibu-ibu mencecar dodo dengan berbagai pertanyaan. Ada juga yang ingin menitip lamaran untuk anaknya yang sedang menganggur.
"Do, lu ke dalam gih, emak nanyain terus."
"Iya pak."
Pak Nata berhasil menyelamatkan Dodo dari perkumpulan ibu-ibu. Tadinya mereka hanya berkunjung untuk menjenguk Bu Unah tapi malah berujung perumpian.
Bu Unah yang sedang terkulai lemas membalikan badan. Seketika senyumnya muncul dan berusaha untuk meraih anaknya.
"Do, darimana aja lu? emak kangen."
"Sama, saya juga kangen sama emak. Gimana keadaan emak? sudah baikan?"
"Sudah, dari semenjak dapat kabar lu balik dua hari lagi emak langsung semangat. Hehe"
"Nah gitu dong, saya senang dengarnya."
__ADS_1
"Udah makan belom Do? makan dulu sana."
"Sudah Mak."
...........
Di tempat yang beda dalam waktu yang sama.
Jesslyn mondar mandir mengingat hari ini adalah hari yang di tunggu. Sebenarnya dia sudah mempersiapkan hati agar tidak terlalu gelisah dan siap menyambut Dodo yang suka datang dengan tiba-tiba. Dia sudah mempersiapkan itu semua.
Masalahnya, lelaki yang sangat di tunggu itu belum menampakkan kalau dia akan segera datang. Jiwa yang penuh harap berangsur berubah menjadi kekecewaan, mengingat hari yang sudah gelap gulita.
*K*asihan sekali putriku.
Pak Dirga menatap dari kejauhan. Tidak di pungkiri dia pun rindu dengan lelaki yang bernama Dodo, yang suka di tiru olehnya ketika sedang berusaha menghibur Jesslyn.
Jesslyn memutuskan untuk kembali ke kamar, dengan rasa kecewa yang tertahan dia ingin segera menumpahkannya agar lebih tenang, tidak terjebak di dalam yang hanya akan membuat sesak.
*A*ku masih berharap ada yang menghentikan langkahku ini. pasti kamu kamu datang kan?
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...