
Suasana pagi hari di kantor.
Dodo cukup terlihat lelah dilihat dari kantung matanya, sepertinya dia kurang tidur. Semalam Dodo tidak bisa menginap di rumah sang mertua karena faktor seragam. Mau tidak mau dia pulang larut malam.
"Wah ada Dodo nih, kesempatan..."
"Do... sini dah, gua mau ngomong ama lu." seru karyawan kemarin yang mengintip.
Dodo sudah pias, jawaban apa yang akan dia berikan kepadanya jika karyawan tersebut menanyakan perihal hubungannya dengan Jesslyn. Di tambah lagi dia akan menerima kemarahan istrinya itu.
"Ngomong apa bang?" bergetar suara Dodo sampai karyawan tersebut menyadari.
"Gua udah tahu rahasia lu, parah emang.. kemarin gua liat lu bawa mobil Bu bos, jadi cleaning service juga supir juga iya, gaji lu pasti double. lu diam-diam biar kita gak pada minta pajak kerjaan ganda kan? hayo lu ngaku"
Dodo hampir tersedak mendengarnya, suhu badannya sudah mulai menghangat. Kekhawatiran nya telah hilang yang telah menjadi beban pikiran terus menerus sejak kemarin. Jangan berfikir berlebihan akan sesuatu, karena kita tidak tahu akan apa yang terjadi esok hari. Sejatinya kejadian hari esok merupakan rahasia Tuhan.
"Hehe iya bang, ketahuan dah. Tapi saya udah gak jadi supir lagi. Bu Jesslyn udah nyetir sendiri. Tapi tetap Abang saya traktir makan"
"Lah udah di pecat aja lu. yaudah gausah traktir segala gua mah cuma becanda. Hehe"
"Gak apa apa bang, anggap aja mempererat tali silaturahmi."
"Yaudah kalau di paksa, paham dah gua mah ama lu."
*A*staga,, segitu gak pantesnya Dodo nikah sama aku sampai kejadian kemarin orang hanya menganggapnya supir. tidak lebih.. luar biasa.. apa kalau aku kasih tahu sebenarnya mereka akan kejang-kejang. hahaha dunia begitu lucu. batin Jesslyn yang tak sengaja mendengar.
"Selamat pagi Bu." karyawan itu memberi sapaan melihat Jesslyn lewat depan mereka.
"Pagi juga, ngapain masih disini? ngegosip?"
"Tidak Bu, saya permisi dulu mau kerja." langkah seribu diambil dengan terbirit-birit.
Dodo kikuk, mau lari juga tapi takut terlihat seperti seorang pecundang. dia memutuskan untuk menghadapi dengan wajah yang sedikit canggung.
__ADS_1
"Do"
"Iya Bu, ada apa?"
"Aku mendengar percakapan kalian." Jesslyn tergelak sebentar.
"Sungguh ironi bukan?" imbuhnya lagi.
"Iya Bu, memang seperti itu kenyataannya. Semua orang tidak akan menyangka yang sebenarnya. Sebab bagai bumi dan langit."
Dodo merasa lega, seperti sudah mengeluarkan sebagian isi hatinya yang tersirat.
DEG... hati Jesslyn tersentuh. Dia seketika merasa seperti orang yang paling jahat di dunia ini.
"Maaf." lirih
"Tidak apa-apa, tidak perlu meminta maaf Bu. saya permisi, mau membersihkan ruangan ibu dulu."
"Iya, silahkan."
Jesslyn berfikir keras bagaimana menghilangkan rasa bersalah ini. Sebab semua ini terjadi karena ambisi Jesslyn, Dodo hanyalah seorang korban, sampai hati ia juga menertawakan pernikahannya yang dimata Dodo bermakna sakral walau hanya sebuah kontrak.
Dia sejenak berfikir perbuatannya ini, apa bedanya dengan seorang Erma.
"Huh jangan sampai aku tertular sifat wanita brengs*k itu."
..........
Di rumah.
Dodo menggunakan waktu luang untuk mencuci motor. Motor kesayangan hasil jerih payah yang dia kumpulkan.
Tidak lama, Jesslyn datang memarkirkan mobil di sembarang tempat. Sengaja untuk bahan agar bisa berbicara dengan Dodo.
__ADS_1
"Do, parkirkan mobilnya aku tidak bisa."
Dodo menganguk lalu mengambil kuncinya. tanpa menatap atau mengeluarkan sepatah kata Dodo memarkirkan mobil istrinya itu.
Dodo tidak mau bicara padaku
"Sudah non."
Ada secercah kelegaan ketika Dodo berbicara. Lagian selama ini jesslyn belum pernah melihat Dodo marah, atau mungkin tidak tahu Dodo marah seperti apa, bisa jadi diam nya dia adalah sebuah kemarahan.
"Terimakasih"
"Sama-sama non." Dodo melanjutkan cuci motornya lagi. Memang agak sedikit beda dengan sikap Dodo kali ini. Biasanya dia akan selalu menanyakan ada yang bisa di bantu lagi? atau non baik-baik sajakah? dan menyiapkan keperluan Jesslyn.
*Aku harus memperbaiki semua. bagaimanapun Dodo adalah korban ambisiku. dan dengan seenaknya aku menghinanya. dia baik padaku selama ini. dimana balas budimu selama ini* *Jesslyn*?
Jesslyn memasuki rumah dan menyusun rencana.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.bersambung...