Suamiku Bukan Orang Kaya

Suamiku Bukan Orang Kaya
Makan malam


__ADS_3

Jesslyn mencari-cari keberadaan Dodo, di dalam rumah tak ada, disekelilingnya pun tak ada. Pesan kemarin hanya menunggu sore hari tapi tidak dengan tempatnya.


Menghubungi lewat ponsel bentrok dengan gengsi. Urusan urgent, Jesslyn enggan untuk menghubunginya namun ketika urusan tidak penting dia selalu mengirimkan pesan.


Wanita memang sulit dimengerti.


"Biarkan saja dia yang menungguku." Jesslyn berkacak pinggang. Berusaha untuk bodo amat dengan keadaan.


"Udah selesai non urusannya?" suara berat Dodo mengagetkan Jesslyn. Dia datang dari arah tak terduga.


"Kemarin kamu bilang menungguku tapi tidak menunjukan tempat." Jesslyn berkilah.


"Maaf non, sebenarnya saya sudah nunggu dari tadi melihat non pergi ke rumah mpo Erma saya jadi menunggu di teras samping rumah emak."


*A*staga,, jadi dia lihat aku mencari-cari dia.


"Apa yang kamu lihat?"


Dodo tidak menjawab dan hanya tertawa kecil seraya menundukan kepala. Jesslyn geram dengan Dodo yang menunjukan ekspresinya itu, sebab sangatlah manis untuk dilihat.


"Ayo non." Dodo refleks menuntun tangan jesslyn, beberapa detik dia melepaskan kembali karena tersadar.


"Sudah berani kamu ya " Jesslyn meninggi, namun air muka nya sangat bertolak belakang dengan suara.


"Maaf non."


Terlihat jelas wajah Dodo yang pias karena merasa bersalah. Walaupun sah istrinya, tetap saja ada dinding pembatas diantara mereka.


Kegiatan belajar mengajar sudah mulai memasuki babak pengenalan. Jesslyn yang memang memiliki otak cerdas sangat mudah untuk menangkapnya.


Datang lah Erma mengetuk pintu.


"Ada yang bisa di bantu mbak?" tanya bi Lilis, sang ART.


"Ini saya mau ketemu jesslyn, mau kasih buah."


"Oh, Bu jesslyn nya lagi .." bi Lilis teringat pesan jesslyn jika ada yang mencari dia jangan bilang sedang belajar mengaji.


"Lagi beresin kerjaan kantor katanya. Mau nunggu apa mau di titip?

__ADS_1


"Tunggu saja deh."


"Mbak mau minum apa? nanti saya ambilkan."


"Jus jeruk aja bi."


"Siap mbak."


*S*ombong amat gak di tawarin masuk. batin Erma.


30 menit kemudian..


Jesslyn keluar rumah bersama Dodo, melihat Erma, sudah habis satu gelas jus jeruk yang kini tandas. Dodo menyapanya.


"Jesslyn" Erma memeluk jesslyn.


"Maafin teteh ya, teteh kaya gini juga gara-gara terpengaruh omongan tetangga. sebenarnya teteh gak mau ada perselisihan antar saudara. dulu memang sebelum ada jesslyn teteh dekat sama emak. Terus di panasin sama tetangga jadilah begini. Teteh mah sebenarnya sayang sama saudara."


"Sudahlah lupakan, yang terpenting jangan diulangi lagi. Jika ada yang bicara negatif segera konfirmasi saja benar atau tidak. Jangan ambil keputusan sendiri. karena di balik sikap teteh seperti ini ada perasaan yang tersakiti dan bertanya-tanya salahnya apa."


"Iya teteh janji, kalau ada apa-apa langsung ngomong."


"Terimakasih jesslyn, teteh ikut sama aa."


"Iya, sebaiknya begitu." jesslyn tersenyum penuh kepalsuan.


"Oh ya, nih ada sedikit buah buat jesslyn. semoga bermanfaat."


"Terimakasih, maaf sudah merepotkan."


"Ah gak kok, orang cuma pisang sama anggur aja."


Bi Lilis mengangkut buah pemberian dari Erma. Tak lama Erma pun pamit pulang dengan bahasa yang sangat lembut. cepat sekali dia merubah sikap. dasar serigala berbulu domba, pikir jesslyn.


..........


"Pak, cepetan ngapah kita udah mau berangkat inih. lama banget di sumur." teriak Bu Unah


"Iya, dikit lagi mules banget." jawab pak Nata.

__ADS_1


Iyan memanaskan mobil, keluarga Erma dan Chandra juga sedang bersiap-siap.


"Do, ada rekomendasi tempat makan di dekat sini? kamu yang urus semua." perintah jesslyn.


"Kita ke saung ngamplungg aja non. dekat kok"


"Aku serahkan padamu."


"Baik non."


"Sebaiknya kakak kamu semobil dengan kita. biar mobil bapak, saudara kamu yang isi."


"Siap, saya mau kasih tau uwa uti dulu."


"Ya, terserah."


Grung...grung... suara deru mesin memanas, dan lampu sorot yang menyilaukan. rombongan sudah mulai berangkat ke tempat tujuan. Uwa uti dan keluarga bersorak gembira karena akan makan malam di restaurant, pikirnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.bersambung...

__ADS_1


__ADS_2