Suamiku Bukan Orang Kaya

Suamiku Bukan Orang Kaya
Makan siang bersama


__ADS_3

"Terimakasih." ucap Dodo kepada jesslyn. jesslyn menjadi salah tingkah kehilangan wibawa sebagai atasan.


Untuk menutupinya, jesslyn tak menjawab ucapan Dodo. hanya sebuah lirikan untuk mewakili.


"Oh ya Bu, ibu sudah makan?" perhatian Dodo semata hanya sebagai bentuk tanggung jawab jesslyn tinggal di rumahnya, dan bagaimanapun juga Jesslyn tetaplah seorang istri yang harus di jaga.


"Belum" jawab jesslyn singkat. ia berharap ada kata lanjutan dari Dodo.


"Kalau begitu biar saya ambilkan.."


"Do.." jesslyn memotong pembicaraan.


"Aku risih kamu manggil aku seperti itu. berasa kaya lagi sama karyawan."


"Baiklah, kalau begitu walaupun tidak di depan orang tua saya, saya manggil dengan sebutan non."


"Terserah."


"Yasudah kalau gitu saya ambilkan makan untuk non."


"Iya"


Dodo pergi meninggalkan kamar, ia bergegas untuk menyiapkan makan siang.


Setelah sekian menit terlewati dodo datang kembali sambil membawa nampan yang berisi makanan diatasnya. namun tubuhnya membeku di ambang pintu, wajahnya terlihat bingung.


"Kenapa malah diam disitu?"


dimana aku menaruh makanan ini. meja nya penuh sekali dengan benda milik Bu jesslyn.


"Sebentar Bu, saya mau membereskan meja nya dahulu." Dodo membalikan badan.


"Tidak usah, aku makan di meja makan saja." jesslyn terbangun dari rebahannya, menaruh ponsel dan berjalan keluar kamar yang diikuti Dodo membawa nampan.

__ADS_1


Dodo menata makananya di meja,


"Hanya segini makanannya? seperti hanya untuk satu porsi?"


"Iya non, memang satu porsi atau non mau makan dua porsi?" Dodo bertanya polos memang dia tidak tahu maksudnya.


"Memangnya kamu sudah makan?"


"Belum."


"Huh,, duduk sini. temani aku makan. jangan ke geeran aku hanya tidak ingin terlihat seperti bukan istrimu."


"Iya non."


Dodo duduk di sebelah jesslyn, mereka menyantap makanan masing masing sambil menyelami pikiran. jesslyn tak habis pikir masih ada saja lelaki seperti Dodo di dunia ini. baik, jujur, dan tidak mengambil kesempatan dia atas kesempitan.


Begitu pun dengan Dodo, ia ingin berinteraksi normal dengan istri ia sangat ingin berbagi cerita dengannya. tapi nasib yang membawanya pada pernikahan tak di inginkan membuatnya enggan dan menarik diri dari hal keharmonisan rumah tangga.


Seperti sekarang yang ada di pikirannya, ingin memuji hasil masakan jesslyn bersama ibunya yang ia ketahui cerita itu dari Bu unah. pada saat mengetahui cerita itu Dodo pun kaget tak percaya. seorang CEO yang kebutuhannya selalu di penuhi kaki tangan, hari ini bahkan memasak untuk seorang Dodo, bawahannya.


"Hemm"


Di tengah makan siang pasangan pengantin baru ini. Erma masuk mencari sesuatu di dalam rumah dengan Wajah yang masam.


"Mpo, makan." sapa dodo menawarkan makan. jesslyn hanya diam mengamati. Erma menjawab dengan nada yang rendah sekali bahkan seperti angin lewat.


mpo Erma sepertinya lagi korslet lagi. tapi masalahnya apa ya? sudahlah biarkan saja. Dodo.


"Aa sayang, tadi aku masak sama emak seru banget loh. terus emak kasih uang jajan buat aku katanya, empat ratus ribu." seru jesslyn sambil menikmati makanannya yang membuat Dodo kaget. Erma pun semakin berasap.


Bu jesslyn sepertinya sengaja bersandiwara


"Terimakasih non, masakannya enak. aa senang emak juga perhatian sama non."

__ADS_1


"Emak itu orangnya baik ya." tambah jesslyn lagi kali ini ia melirik sedikit ke arah Erma. rupanya dia tak tahan berlama di dalam setelah menemukan yang ia cari.


Kepergiannya ternyata berpapasan dengan Bu unah yang sedang ingin masuk ke dalam rumah.


"Neng, udah ketemu piringnya?" tanya Bu unah pada Erma.


Erma melengos "aku mah apa atuh ga dianggap." di tanya apa jawabnya apa itu pun sambil terus melangkah tanpa menatap Bu unah.


si Erma kayanya korslet lagi dah. tapi kenapa lagi dia? au ah puyeng pala gua. batin Bu unah


Jesslyn menyunggingkan senyum melihat tingkah laku Erma. semakin ia merajuk semakin ia ingin mengacaukan segalanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.bersambung...


__ADS_2