
Dalam kesempatan kondangan itulah Dodo juga membahas bagaimana kabar ikan-ikannya kepada penghuni grup 'bukan ikan biasa'. Setelah ini dia juga akan meninjau lahan baru yang pernah diberitakan dalam grup.
"Saudara To'ing Wakil saya yang terbaik. Bagaimana perkembangan amanat yang saya sudah berikan?"
"Wahai kakanda Dodo, proyeknya sudah selesai, tinggal tunggu ikannya di sebar. Kemarin gua juga udah beli bibitnya. Sisa duit ada segini." To'ing menyerahkan uang sisa kepada Dodo.
"Buat kalian makan-makan saja sisanya."
"Bener nih?"
"Iya benar."
Yang lain bersorak kegirangan dengan kebaikan hati Dodo. Menjunjung tinggi Dodo sampai melebihi kapasitas. Masih dalam sisa canda gurau, Toyib menanyakan sesuatu.
"Do, waktu Minggu kemarin, hp lu sempat hilang ya?"
"Emang kenapa?"
"Di grup, lu chat kaya bukan lu? Gua masih bingung sampai sekarang."
Dodo beserta kawan yang lain menahan senyum, cuma Toyib yang belum mengerti sampai sekarang perihal kejadian itu.
"Eh Toy..gua kasih tau nih ya.." Rohim ingin menjelaskan tapi sudah di potong Toyib.
"Rohim, jangan panggil depannya. Emang lu mau kalau gua panggil Roh." Protes Toyib.
"Eh Yib..gua kasih tau nih ya.." Di potong lagi.
"Rohim, kayanya panggil itu gak enak banget liat bibir lu nyebut itu jadi kaya senyuman ikan patin." Protes lagi.
"Yaudah, gua panggil lengkap. Eh Markonah gua kasih tau nih ya, yang chat itu emang bukan Dodo tapi bukan berarti hp nya hilang. Lu mau tau gak siapa yang ngechat? nih ikutin gerakan mata gua." Rohim melirik ke arah Jesslyn, dimana wanita itu sedang berusaha bersembunyi di balik Bu Unah.
__ADS_1
Dia tahu jika dirinya sedang di bicarakan oleh kawanan Dodo.
"Oh, emaknya Dodo?"
Semua menghela nafas, lalu di buang kembali perlahan. Kali ini Jamal ikut mengomentari perihal Toyib.
"Inilah alasan kenapa dari tadi gua masih nyimak, diam aja dulu liat Toyib" Jamal.
"Bu bos yang di belakang Bu unah yang ngechat" To'ing memperjelas.
Semua mata sekarang tertuju pada Jesslyn.
"Ehemmm, jangan lama-lama lihatnya." Seru Dodo.
"Widih.. maaf Pak bos." Mereka serempak berkata.
...........
Beruntunglah ibunya mengambil peran penting untuk selalu menemani Jesslyn ditengah perkumpulan banyak kerabat serta tetangga.
Dodo menjauh dari kerumunan, dia Duduk di bawah pohon Rindang yang terdapat bangku di bawahnya. Perhatiannya terbagi dua, melihat ponsel dan juga melirik sang istri.
"Permisi bang Dodo, Neneng mau lewat." Wanita yang bernama Neneng itu berlalu dengan mata yang selalu menatap wajah Dodo.
"Iya silahkan." Dodo tetap merunduk. Dia teringat saat kejadian Jesslyn protes dengan kejadian sapa menyapa antara Dodo dan Neneng.
Nasib..nasib, kenapa Neneng tidak bisa menghilangkan rasa untuk Abang Dodo tercinta. Apalagi senyumannya, yang bisa membuat Neneng terkapar tak berdaya. Kenapa semenjak bang Dodo jadi suami orang malah tambah menggoda ya.
Neneng masih belum beranjak dari tempat dia berdiri menciptakan khayalannya tentang Dodo. Dia Sadar saat pundaknya di tepuk oleh seseorang.
"Neng" Sapa Bu Unah.
__ADS_1
"Bu Unah"
"Sudah bengongnya?"
"Sudah bi, hehehe. Neneng permisi bi."
Sepeninggal Neneng, Dodo baru mendongakkan kepala menyapa sang ibu yang menghampiri.
"Ada apa Mak?"
"Neng Jesslyn bawa ke rumah. Perutnya lagi gak enak katanya."
"Iya Mak, saya ajak ke rumah buat bisa istirahat. Kalau begitu, saya mau pamit pergi dulu sama mamang."
"Iya Do."
.
.
.
.
Bersambung...
Warganet: Thor, pas Rohim di protes Toyib jangan manggil "Yib" gara-gara katanya mirip senyuman ikan patin, seketika diriku ini langsung nyoba di depan cermin hehe.
Author : Terus bagaimanakah hasilnya?
Warganet : Rahasia
__ADS_1