Suamiku Bukan Orang Kaya

Suamiku Bukan Orang Kaya
Akhirnya


__ADS_3

Sudah beberapa detik waktu yang terlewat dalam keheningan. Jesslyn masih belum mempersilahkan masuk Dodo yang masih menunggu jawaban. Dia terpana dengan kedatangan suaminya yang tiba-tiba.


"Non, gak boleh ya."


"Boleh kok, ayo masuk."


"Terimakasih."


*Y*a ampun do, kamu masuk ke kamar istri aja segala bilang terimakasih.


Dodo melakukan rutinitas setiap malamnya di kamar. Memeriksa kerapihan, kebersihan, serta keamanan dari hewan serangga. Peraturan pertama kali yang dibuat oleh Jesslyn secara sengaja dengan tujuan yang samar.


Saat Dodo sibuk menjalankan tugas, Jesslyn tidak berhentinya mengikuti. Wanita itu seolah sedang mengikuti gerakannya.


"Do, kamu kenapa tiba-tiba kesini?"


Mendapat pertanyaan, sebagai pria yang sopan Dodo menghentikan aktivitas. Menatap lawan bicaranya dengan senyum ramah.


"Saya teringat akan tugas ini setiap malam."


"Hanya itu?" Jesslyn mengharapkan jawaban lebih.


"Di rumah sepi, gak ada lagi suara yang bikin saya semangat, gak ada lagi sosok yang bikin saya gemas. Saya kangen non."


"Do, maafkan aku untuk sekarang ini."

__ADS_1


"Kenapa non? saya, emak dan yang lain tidak marah kok. Kami cukup mengerti dengan kondisi yang menimpa non. Memang perbuatan kakak ipar sudah melewati batas."


"Jujur, saya yang tidak enak hati sama non. atas nama keluarga saya, saya minta maaf apa yang telah diperbuat kakak ipar saya. Tapi non saya mohon, jangan hukum saya seperti ini." Dodo sudah menundukan pandangan.


"Do, aku tidak sedang menghukum kamu. Bagaimana aku bisa menghukum orang yang aku sayang. Do,,, aku belum bisa ceritakan masalah ini sekarang."


"Kenapa non? emak sudah rindu juga sama non, dia juga menitip salam."


"Iya, salam hangat juga buat emak ya, ibu ku satu-satunya yang tersayang di dunia ini."


"Iya non, akan saya sampaikan."


"Do" lirih Jesslyn.


"Aku dingin."


Hujan turun tidak begitu deras, volumenya sedikit namun diperkirakan awet. Cuaca yang mendukung untuk membuat Jesslyn merasa dingin. AC pun seketika dimatikan oleh Dodo.


Otaknya menangkap sinyal aneh pada kalimat Jesslyn. Dia langsung terpikir jangan sampai mengulangi kesalahan yang sama, hampir saja Dodo tidak mengerti apa maksudnya. Setelah sadar, Dodo perlahan mendekatkan tubuh.


Dia peluk tubuh istrinya yang di klaim sedang dingin tapi tidak menggigil. Debaran jantung sudah terdengar satu sama lain, nafasnya sudah saling bersahutan, dengan hawa panas yang mendesir.


Dodo memperlakukan Jesslyn dengan sangat lembut, selembut sikap dan tutur katanya. Saat ini, sudah tidak ada lagi tembok penghalang diantara mereka, yang mana harus selalu menahan diri untuk meraih kebahagiaan.


Malam semakin larut, dua insan masih sibuk menikmati dinginnya malam. Dodo akhirnya memiliki Jesslyn seutuhnya, begitu pun dengan sebaliknya. Malam yang panjang pun akan segera di mulai.

__ADS_1


Dodo sudah banyak belajar memahami tentang wanita. Ujung dari ketahuan status pernikahannya oleh salah satu karyawan, dia malah mendapat guru tutorial tentang masalah percintaan. Semakin hari kepolosan Dodo dikikis oleh temannya itu.


Mungkin, jika dia masih seperti dulu, Dodo akan meminta maaf atau meminta ijin dalam situasi seperti ini. Jiwa yang sedang bergairah bisa jadi akan berubah walaupun sebagian juga tidak akan masalah.


Peluh sudah membanjiri keduanya. Aktifitas panas menghangatkan suasana yang dingin. Dan malam ini menjadi titik dimana kisah mereka berawal, dimulai dari berubahnya suatu panggilan.


" Aa sayang." Jesslyn memeluk erat suaminya. Lelaki yang disebut sayang terperangah, tidak percaya.


"Ehmm, say..


"Non, non aja panggilannya. gak mau di ubah. Sudah nyaman sama panggilan itu, kalau di ubah rasanya jadi gak sama." pinta Jesslyn setelah mengetahui kemana arah lelakinya berkata.


"Iya non sayang." sekali lagi memeluk Jesslyn yang sudah menjadi milik seutuhnya.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa.

__ADS_1


__ADS_2