
Setelah di persimpangan jalan yang menjadi saksi bisu, Dodo menghentikan mobil dan segera bertukar posisi dengan Bram. seperti biasa ia mengendarai sepeda motor miliknya yang terlihat sangat terawat.
"Assalamualaikum non."
"Wa'alaikum salam." bergetar bibir jesslyn menjawab salam dari Dodo. ia berpindah tempat duduk di kursi belakang.
Bram mengemudikan mobilnya membuntuti kepergian Dodo. Bram tidak menyangka Dodo begitu santai mengendarai mobil jesslyn yang terbilang cukup tak biasa.
"Selamat pagi Bu.." seperti biasa sapaan pagi berkumandang menyambut. Dodo selalu ada di dalam barisan.
"Pagi juga, selamat bekerja untuk kalian semua"
hah.. wajah para karyawan kebingungan, pertama kalinya Jesslyn menjawab sapaan mereka dan juga memberi semangat. Dodo dibuat tersenyum olehnya senyuman yang terlihat manis akhir-akhir ini di mata jesslyn.
"Gausah senyam senyum !" jesslyn mengetik pesan sambil berjalan menuju ruangan kerja.
Triiing... pesan masuk nomornya tak di kenal.
siapa ini? foto profilnya tidak menampilkan wajah. dia lihat dimana saya senyum? Dodo berkutat dengan pikiran.
Triiing.. pesan masuk lagi.
"Kerja sana !"
Dodo langsung tersenyum lebar.
"Iya Bu." di tambah emot senyum.
sampai segitu mengamatinya, panggilannya saja tidak pernah tertukar. batin jesslyn
.........
Di kediaman orang tua Dodo.
__ADS_1
"Dra, Erma kenapa korslet lagi? di tanya sama emak juga gak nyahut." tanya Bu unah melihat Chandra sedang berkunjung ke rumah.
"Biarin aja Mak, dia emang orangnya kaya gitu." jawaban pendek tanpa solusi. rumor yang beredar bahwa Chandra tak bisa mengambil sikap dengan perilaku Erma memang benar adanya.
"Ya.. emak sih ga kenapa-kenapa di cemberutin Ama bini lu, soalnya udah biasa dia marah tanpa sebab yang emak gak tahu. tapi.. emak kaga enak sama jesslyn, dia juga ikutan Nerima perilaku Erma yang kadang suka korslet."
"Semalam saya udah ngomong sama dia, tapi katanya emak yang malah gak jawab kalau dia nanya."
"Emak berani sumpah, emak gak pernah kaya yang dia sebutin."
Chandra hanya diam tak menjawab, ia tidak mau memperpanjang masalah dengan Erma, apalagi harus bertengkar. tapi ia juga tak tega melihat ibunya terus kepikiran.
"Yaudah Mak, emang mpo Erma dari dulu sifatnya begitu kan. nanti juga baik sendiri. sekarang emak jangan terlalu dipikirin." iyan memberi pendapat karena dari tadi ia mendengarkan walaupun sedang bermain PS.
"Apa karena emak orang miskin kali ya, sampai diginiin."
"Mak..." seru Chandra dan Iyan dengan mata berkaca dan hati yang terenyuh.
Dodo dan Jesslyn tiba dari pulang bekerja. dengan jarak waktu yang tak lama bahkan Bu unah masih menyisakan air mata di pelupuk. Iyan menyapa mereka lain hal dengan Chandra ia lebih memilih untuk pulang ke rumah.
Bukan marah ataupun benci, bukan pula bersombong hati. sifat introvert membuat Chandra membutuhkan adaptasi dengan orang baru di keluarga.
"Emak kenapa nangis?" tanya jesslyn yang membuat Dodo langsung mengalihkan perhatiannya saat sedang mengunci pintu mobil.
"Emak kelilipan. oh iya neng udah makan belum emak masakin pecak kembang pepaya. yang waktu itu neng makan ternyata doyan."
"Oh itu, kebetulan saya belum makan."
"Oh yaudah, bentar dulu emak ambilin."
"Terimakasih Mak."
mendengar jawaban jesslyn entah kenapa perasaan Bu unah begitu pilu, ia melangkah ke dapur sambil melanjutkan tangisnya.
__ADS_1
"Ada apa non?" Dodo memberanikan diri untuk bertanya pada jesslyn.
"Tidak tahu, tugas kamu cari tahu kenapa emak bisa menangis. saya tunggu sampai malam ini!"
"Baik non."
Bu jesslyn begitu perhatian sama emak. seperti menganggap ibu kandungnya sendiri. Dodo
Jesslyn dan Dodo memasuki rumah, istirahat sejenak dan melepas penat. kini mereka memiliki asisten rumah tangga dan sekarang sedang membawakan minum pada tuannya untuk sekedar melepas dahaga.
"Terimakasih bi" ucap Dodo pada wanita paruh baya yang mengambilkannya minum. sebenarnya dari lubuk hati yang paling dalam Dodo risih jika keperluannya harus di penuhi ART. karena ia selalu teringat dengan wajah ibunya terlebih ia adalah orang yang mandiri yang bisa melakukan keperluannya sendiri.
"Iya pak ini sudah kewajiban saya."
"Bi, siapkan aku air hangat aku mau mandi." perintah jesslyn.
"Baik Bu."
.
.
.
.
.
.
.
.bersambung...
__ADS_1