
Menelisik keadaan Dodo tadi siang.
Dodo terus melangkah setelah mendapat salam perkenalan di luar batas. Dirinya tidak mengadu pada Willy ataupun Jesslyn. Dia simpan rapat bahkan dianggap seperti angin lalu.
Ruangan kerja megah sudah di persiapkan untuknya. Selain di desain dalam bentuk keindahan yang memanjakan mata, ruangan ini juga di lengkapi dengan pengamanan. Pikirkan, jika di gedung ini di lengkapi pengamanan yang ketat dan tertutup, bagaimana bisa ada seseorang musuh yang tembus sampai melesatkan panah Dartboard.
Benar, jawabannya tentu saja yang melakukan adalah orang Manggala sendiri, memberi sambutan dengan caranya.
Dodo masih bersikap tenang, saat seluruh orang yang bekerja di Manggala corp menunduk hormat menyambut kedatangan Dodo. Pemimpin yang katanya menggantikan Tuan Niko dari hitam menjadi putih.
Dodo menggerakkan tangannya agar menyudahi pemberian hormat tersebut.
Setelah menundukan kepala, orang-orang itu menegakkan badan. Menatap lurus dengan air muka tak ada senyum sama sekali. Berbeda dengan hukum alam dimana anak buah tersenyum ramah pada bosnya.
Peraturan dilarang senyum oleh Tuan Niko sudah mendarah daging pada mereka.
"Perkenalkan, saya Dodo pemimpin baru disini. Dalam masa kepemimpinan saya, akan ada sedikit perubahan arah dalam perjalanan Manggala. Semua harus patuh pada apa yang saya perintahkan, karena saya sudah memegang serah terima kekuasaan sepenuhnya. Jika ada yang melanggar, maka tanggung sendiri konsekuensi yang akan di berikan langsung oleh Tuan Niko."
Dodo masih berdiri tegak dengan hati yang bergetar. Berulang kali dia mengucap kalimat tasbih dalam hati untuk menguatkan pendiriannya.
"Baik bos." Ucap seluruh karyawan dengan suara menggema.
"Satu hal lagi, saya menghapus peraturan di larang senyum dan akan mengubahnya menjadi tidak boleh tertawa di atas penderitaan orang lain, dan tidak boleh tertawa karena mengejek. Selebihnya, saya bebaskan kalian berekspresi tentang tersenyum dan tertawa."
__ADS_1
Mereka saling pandang satu sama lain, mereka ingin tertawa karena pasti dilarang. Sebab mereka ingin tertawa karena mengejek.
Wajah sangar lebih mirip dengan preman sedang berusaha menahan tawa dengan peraturan baru. Dengan sekali lirikan tajam dari Willy yang berada disamping Dodo mendampingi, mereka langsung kembali dengan mode serius.
Batin mereka, pemimpin baru yang ada di hadapannya adalah pemimpin yang berhati winni the Pooh.
"Selamat bekerja untuk kalian semua."
"Siap bos."
Di tengah Dodo sedang membaca prosedur kerja, produk apa yang di hasilkan, siapa customer dan supplier, serta sistem management disini, terdengar kegaduhan para pekerja yang mendapati bukan hanya sedikit berubah arah, tapi memang semua berubah arah.
Dodo tersenyum mendengar teriakan demi teriakan para pekerja. Gak apa-apa kan tersenyum? toh peraturan itu sudah di hilangkan oleh dirinya. Sedangkan Willy tergelak dengan apa yang tejadi.
Malam hari dimana Dodo dan Jesslyn bersatu kembali.
"Sayang, pelipis kamu kenapa? hari pertama di tempat kerja baru kok sudah ada baret-baretnya?" Jesslyn mencium pelipis Dodo yang terdapat goresan.
"Non belajar darimana kalau luka itu di cium?" Dodo senyam senyum mengatakannya.
"Aku belajar dari kamu, kamu yang mencontohkannya padaku saat kamu mencium mataku yang sembab. Mata yang telah mengeluarkan air mata. Bukankah bagimu air mata adalah luka?"
Dodo tidak tahan dengan kecerdasaan Jesslyn mencerna situasi. Dia tertawa kecil memeluk istrinya lalu mengusap-usap hidung Jesslyn.
__ADS_1
Mengusap hidung merupakan adegan biasa tidak wah untuk diceritakan. Tapi tidak begitu Fergusso, dia mengusap bukan pakai tangan yang membuatnya menjadi wah untuk di ceritakan hehe.
Dodo menarik tali baju tidur, tangannya disergap oleh Jesslyn lalu berkata "puasa dulu ya, aku masih lampu merah hehe".
"Iya non"
"Eh tunggu, kok ada yang aneh ya?"
"Kenapa? tidak ada password kata dingin dari non?"
"Iya"
"Sebagai lelaki, tidak harus sampai wanitanya memberikan kode jika menginginkan. Saya harus peka, dan wajib memberikan sentuhan itu tanpa diminta. Karena sejatinya, laki-laki juga membutuhkan itu."
"Terus seperti ini ya non, mencintai saya tanpa syarat."
Ah my Dodo.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...