
Dodo masih setia menemani Jesslyn yang sedang diam terpaku karena ulahnya. Semakin kesal saja bram pada Dodo yang semakin berani mempropagandakan dialah suami Jesslyn, dialah yang berhak atas Jesslyn.
"Kok jadi pada diam begini, Bram kamu pulanglah segera. Ayo do kita masuk ke dalam rumah."
Akhirnya ada kalimat yang bisa mengakhiri situasi.
"Iya bu"
awas kau !
...........
Di dalam kamar
Setelah masing-masing selesai membersihkan diri, keduanya merebahkan tubuh di atas kasur. Realita yang beda dari ucapan jesslyn saat berteduh tadi, yang katanya menonton drama sambil menikmati teh hangat.
Nyatanya, Jesslyn amat penasaran dengan Dodo dan ingin segera mengulik apa yang sebenarnya dirasakan oleh laki-laki dihadapannya. Dodo masih menundukan kepala tidak mau memandang Jesslyn.
Jesslyn memanggil suaminya lewat jarinya yang menusuk-nusuk lengan dodo.
"Kenapa non? oh ya saya permisi sebentar. tunggu saya jangan tidur dulu."
*M*au kemana sih dia.
Pupus sudah harapan Jesslyn untuk melakukan perdebatan yang jawabannya sudah tau kalau Dodo akan menghindar. Belum bicara saja Dodo sudah pergi lari dari kenyataan. Jesslyn menggerutu kesal.
"Non, minum dulu secangkir teh hangat ini buat menghangatkan tubuh. Maaf kalau tidak enak ini bikinan saya."
"Keterlaluan Do kalau sampai bikin teh saja tidak enak." setelah mengeluarkan kalimat pedas Jesslyn tersenyum tipis. lumayan tersentuh dengan hal kecil yang Dodo berikan.
__ADS_1
"Teh nya enak do, terimakasih."
"Iya sama-sama non. Oh ya sebaiknya non pakai baju hangat agar tidak kedinginan di saat cuaca seperti ini. Apa mau saya kasih minyak angin aromatherapy?" Dodo memastikan takut istrinya ini sedang tidak nyaman. Dia sedang mempraktekkan hasil pencarian bagaimana cara menghangatkan tubuh saat kedinginan terkena hujan.
"Gak usah Do, aku gapapa. Kamu kenapa sih? dari tadi juga liat hp terus." Jesslyn merebut ponsel Dodo. Dan sekarang sudah berpindah tangan.
*A*staga
Jesslyn semakin gemas dengan ulah suaminya. Bagaimana tidak, hanya perkara menghangatkan orang kedinginan saja harus tanya g@ogle. Dodo cerdas dalam hal statistik, ppic dan perencanaan yang matang. tapi kalau soal wanita Dodo sangatlah bodoh.
Jika kejadian ini sampai bocor ke telinga Bram, habislah sudah harga dirinya terinjak, yang mana telah melontarkan kalimat saya yang akan menjaganya.
Jesslyn ingin tertawa, namun sebisa mungkin dia tahan mengingat Dodo bukanlah bahan tertawaan seperti kala itu yang membuat Jesslyn menyesal. Bagaimana jika malam ini Jesslyn sedikit memberi pelajaran Dodo, yang mungkin bisa berakibat fatal.
Wajah Dodo sudah pias.
"Iya non"
"Sini, deketan. Aku ajarin cara untuk menghangatkan. Gak usah mikir macam-macam."
Dodo menurut, mendekatkan tubuh sesuai arahan.
Langkah pertama yang jesslyn lakukan adalah menggenggam kedua tangan Dodo, menatap matanya dengan penuh keyakinan.
"Cara yang paling ampuh menghangatkan orang yang sedang dingin adalah memberikan nya cinta." ucap Jesslyn
Langkah yang kedua, mendoktrin pikiran Dodo dengan kalimat konotasi yang berbanding terbalik dengan pemikiran suaminya.
"Hal kecil seperti bilang kamu cantik, terus bilang aku sayang kamu. Dan juga memberikan hadiah kecil, atau juga bisa kita mengetahui detail tentang pasangan. Semua itu contoh memberikan kehangatan kepada orang yang sedang dingin."
__ADS_1
Lanjut jesslyn mengarahkan tangan Dodo pada kedua pipinya. sambil terus mengoceh tentang cinta. hingga tanpa disadari Dodo sudah menatapnya dalam dan perlahan mendekatkan wajah.
Jesslyn menghentikan pembicaraan. hatinya begitu kalut bagaimana jika dodo sampai..
*Y*a ampun jesslyn, kamu ngapain sih mancing Dodo segala. emang udah siap?
Jesslyn merutuki kebodohannya. tapi semua sudah terlambat. Dodo yang terus mengikis jarak memajukan kepala hingga irama jantung Jesslyn seperti alunan disco.
Jesslyn memejamkan mata. Saat pertemuan sudah hampir sampai, Dodo melengos dan menjatuhkan tubuh Jesslyn. Menarik selimut lalu memeluk istrinya. Suasana yang sunyi hanya memperdengarkan irama jantung masing-masing.
Jesslyn perlahan membuka mata, meratapi apa yang barusan terjadi. entah kenapa perasaannya begitu kecewa. Hatinya hancur Dodo tak memiliki perasaan apapun. Dia tidak habis pikir Dodo memilih untuk menghindar dan terpejam sambil memeluk Jesslyn.
Memeluk pun mungkin hanya untuk mendiamkan istrinya agar tidak melakukan hal aneh lagi.
Jesslyn tak percaya ini.
.
.
.
.
.
.
.bersambung...
__ADS_1