Suamiku Bukan Orang Kaya

Suamiku Bukan Orang Kaya
Surat misterius


__ADS_3

Sudah berada di dalam rumah.


"Sebentar non, saya ambilkan air hangat dulu."


"Iya sayang terimakasih."


Jesslyn meringis sambil terus mengusap perutnya, saat Dodo hilang di balik pintu wanita itu tersenyum smirk. Dia mendadak menjadi orang yang sehat.


Hemm kasurnya masih seempuk dulu hihi. Masih nyaman sepertinya jika digunakan sekarang.


Pikiran nakal mulai menyelimuti. Daripada harus terjebak dalam lingkaran kerabat yang terus saja menanyakan perihal soal anak, mending berduaan dengan suaminya yang begitu menggemaskan.


"Non, di minum dulu air hangatnya. Saya mau ke apotek beli obat untuk non dulu, nanti saya akan hubungi emak untuk jagain sebentar non disini."


"Tidak, tidak usah sayang. Aku sudah sembuh." Jesslyn menampakan barisan gigi yang rapi.


"Oh gitu ya, Alhamdulillah jika sudah sembuh. Non istirahat disini saja, saya mau ke depan dulu sebentar." Pamit Dodo, namun istrinya itu enggan untuk di tinggalkan. Dia memutar otak untuk mencegah Dodo agar tidak pergi darinya.


"Kamu ngapain ke depan? mau temuin Neneng?" Jurus wanitanya sudah dikeluarkan, pastilah Dodo akan mengurungkan niatnya.


"Saya cuma mau kunci pintu depan non." Dodo mengetahui akal bulus Jesslyn untuk membawanya berduaan di rumah dan keluar dari situasi yang ramai.


Hah


"Oh, ya sudah sana. Pergilah."

__ADS_1


Dodo tersenyum simpul saat Jesslyn berusaha memalingkan wajah karena dia sudah salah duga. Dikiranya Dodo itu mau keluar rumah dan meneruskan kembali aktifitasnya bermain ponsel.


Setelah Dodo baru kembali dari mengunci pintu depan, Dodo memasuki kamar. Dia mendekati Jesslyn perlahan, meraih kepala istrinya lalu meninggalkan jejak cium di kening.


"Sayang"


"Iya non"


Cuaca terik tidak menyurutkan semangat yang bergelora. Di sela kegiatan mereka yang akan berujung panjang, ponsel Dodo berbunyi mengganggu suasana.


"Angkat saja gak apa-apa." Jesslyn beringsut menaikan selimut.


"Ada apa ing?"


"Do, lu dimana? gua udah di depan rumah lu nih."


"Ya sudah tunggu di depan ya." Jawab Dodo.


Dodo merapikan kembali pakaian istrinya yang telah dibuat hampir lepas dari sang pemilik.


"Disini saja ya non, jangan keluar."


"Iya sayang, aku tunggu kamu selalu disini."


Aku tidak janji ya my Dodo, karena aku akan memberi pelajaran sedikit pada wakilmu itu.

__ADS_1


Jesslyn dan Dodo adalah dua manusia dengan sifat yang berlawanan, begitulah tuhan merencanakan jodoh dengan sempurna sampai menyatukan yang tidak sejalan.


Karena ketidaksamaan itu, kita harus banyak belajar dari kehidupan. Menerima dan mengerti memang sangat sulit untuk dilakukan dalam situasi yang tidak mendukung. Tapi jika itu berhasil, tercipta moment berharga yang tidak bisa di tukar dengan apapun.


Bahagia dan haru menjadi satu, yang tadinya tidak sama akan saling melengkapi. Dan pelajaran hidup yang paling berharga memang terletak pada pengalaman.


"Ing, maaf tadi saya langsung balik soalnya istri saya mendadak sakit perut, tapi sekarang sudah sembuh."


"Iya Do gapapa, maaf nih gua ganggu. Sebenarnya gua gak ada rencana mau kesini dan ganggu lu. Cuma emang ada hal serius yang mau gua sampaikan."


"Apa itu?"


"Gua dapat surat ini" To'ing menyerahkan sepucuk surat yang di balut dengan kain putih. Dodo membacanya, mukanya amat serius dan mengeluarkan peluh. Dia menatap nanar To'ing dan berusaha memberi perintah agar jangan mencemaskan hal ini.


"Tenang ing jangan panik. Saya sudah memikirkan hal ini jauh sebelumnya. Tolong kamu jalankan apa saya minta, jangan rubah sedikitpun." Dodo memberikan arahan pada To'ing apa yang harus dia lakukan.


Dodo memberitahunya bukan lewat bicara, dia mengambil kertas dan pulpen dari dalam rumah dan menuliskan maksudnya.


To'ing mengerti, setelah memahaminya, kertas itu langsung dilenyapkan oleh Dodo agar tidak ada orang yang tahu. Jika hanya bermodal hafal maka besar kemungkinan akan lupa. Namun jika paham, walau tidak ada jejak tertulis maka To'ing akan selalu mengingatnya.


To'ing pergi dan tidak berlama-lama di rumah Dodo. Baru saja Jesslyn keluar memantau situasi untuk memberi pelajaran pada To'ing, dirinya di kejutkan oleh kepergiannya.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2