
Perjalanan sudah mulai memasuki perkampungan, pohon menjulang tinggi dengan udara yang masih asri, serta suara hewan tonggeret terdengar menjadi tanda mobil yang di tumpangi Dodo dan Jesslyn memasuki desanya.
Jesslyn berdegup, dia takut jika nanti harus bertemu dengan sang mertua, bagaimanapun wanita itu masih malu menunjukan batang hidung, dosanya begitu banyak pada keluarga Dodo.
Ah ini kan cuma ke peternakan ikan Jess, bukan ke rumahnya. Tapi tetap saja jarak antara bisnis Dodo dengan rumah sang mertua seperti jarak benci dengan cinta, beda tipis. Hehe.
"Kita parkir disini ya non, soalnya mobil tidak bisa masuk, tidak apa-apa kan non kalau kita harus jalan kaki?"
"Tidak apa-apa kok, asalkan jalannya sama kamu." Ting...Ting...Ting, Jesslyn mengedipkan kelopak mata. bermaksud untuk menggoda suaminya.
"Non..." lirih Dodo dengan menahan senyum malu.
"Iya sayang kenapa? hahaha."
"Masih siang" Dodo berujar sambil malu-malu.
"Hahahaha, iya sayang iya, maaf. Ayo kita jalan lagi."
Mereka meneruskan jalan setapak dengan saling bergandengan tangan, saat sudah dekat mereka disambut oleh banyak pihak.
"Waduh, pangeran kita udah dateng nih. Eh ada si teteh juga." Sapa To'ing dengan sopan menundukan kepala.
Jesslyn hanya tersenyum, dia mengingat-ingat sepertinya pernah bertemu dengan orang di hadapannya.
__ADS_1
"Eiitts mau kemana lagi ing, sekarang gak usah kabur soalnya banyak yang mau di omongin masalah ikan." cegah Dodo dengan mencekal lengan To'ing yang bergelagat ingin mengambil langkah seribu.
Bukan tidak mau di hampiri teman, bukan pula tidak rindu pada Dodo. Hanya soal canggung jika berhadapan dengan wanita, apalagi pasangan dari seorang teman. Pastilah To'ing berfikiran kalau kehadiran Dodo kesini hanya sebatas cihuy. hehe
Maklum, spot pengembangbiakan ikan disini lumayan estetik dan sangat mendukung untuk sebuah pasangan melakukan berbagai kegiatan. Misalnya, bakar-bakaran ikan di pinggir kolam, atau mungkin berburu ikan sambil main cipratan air. Atau bisa jadi berduaan di sebuah saung sambil melihat pemandangan ikan yang sedang berenang riang gembira.
To'ing senyam senyum sendiri dengan khayalannya.
"Ing, kenapa kamu senyam senyum begitu?" Dodo langsung memindahkan Jesslyn kebelakang tubuhnya. Menyembunyikan wajah cantik istrinya dari pandangan pria lain. Dodo berfikir Jesslyn lah penyebab To'ing bersikap aneh.
"Et dah si Dodo, gua gak demen bini orang kali. haha." To'ing tergelak membuat jesslyn terpana lagi dengan sikap Dodo yang lucu. dia ingin memeluk tubuh dihadapannya, sangat ingin sekali.
"Teh, ini suaminya ya?" To'ing melongok ke arah belakang Dodo, mengintip seseorang yang sedang di sembunyikan.
"Ing, kepalamu kondisikan!" seru Dodo.
"Coba lihat teh suaminya, emang ada lagi orang yang kaya begini hehehe. Dasar Dodo ucin." Gara-gara To'ing semua pemuda disana tergelak bersama.
"Ucin apaan sih?" Tanya Dodo penasaran.
Gemes banget sumpah. Batin Jesslyn.
Tanpa sadar Jesslyn sedang memeluk Dodo dari belakang dengan gelak tawa kecil masih terdengar. Sontak pemandangan itu membuat penghuni yang lain terserang virus batuk dadakan.
__ADS_1
"Ehem, ehemm, ehemm." serempak. Dan lambat laun mulai beranjak dari posisinya.
"Ayo ah kita ehemm kawan." seru To'ing kepada para pemuda pengurus kolam. Mereka kompak ingin cabut dari situasi.
"Ing"
"Iya kakanda Dodo, ada apakah gerangan?"
"Udah ngeledeknya?"
"Hehehe."
Mereka akhirnya berbincang walau pada awalnya penuh godaan. Dodo dengan kharismanya mengutarakan keinginan dia terhadap perkembangan bisnis yang di mulainya dari nol dengan bantuan To'ing.
Sebelum dia sibuk dengan urusan Manggala, dan juga tugas di luar kerjaan yang diberatkan oleh Niko, Dodo terlebih dahulu merancang masa depan bisnisnya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.bersambung...