Suamiku Bukan Orang Kaya

Suamiku Bukan Orang Kaya
Curhatan Bram part 3


__ADS_3

"Dengarkan aku dulu, jangan kamu membuat persepsi yang tidak-tidak. Aku masih normal Dara, kamu butuh pembuktian?" ucap Bram menjahili Dara lagi, entah sejak kapan dia sangat menikmati ekspresi wajah pias Dara, terlebih lelaki itu mendapat bocoran tentang perasaan gadis itu kepadanya.


"Tidak usah Bram, aku percaya. Sekarang cepatlah jelaskan padaku apa maksudnya?"


Bram mengambil posisi ternyaman untuk dia bisa melanjutkan curhatan.


"Dulu, mulutku selalu menghina dan merendahkan Dodo, padahal ya kalau dipikir-pikir kami itu sama, sama-sama seorang pekerja yang di gaji orang. Haha miris, pikiranku kerdil sekali dan bodohnya aku baru sadar sekarang."


"Ya mending sadar Bram daripada tidak sama sekali, jatuhnya kamu terlihat seperti orang jahat yang tidak tahu diri." Dara puas mengatai Bram berbalut ceramah. Haha


"Kok kamu ngomongnya begitu? eh tapi benar juga sih."


Cih.


"Ya kan kamu sudah sadar Bram, lagian itu cuma perumpamaan seandainya kamu belum sadar."


"Dar, Jesslyn mengetahui perasaanku sebelum aku kasih tahu padanya."


Dara menyimak, kali ini dia tidak memotong pembicaraan Bram. Biarkan saja dulu lelaki itu mengutarakan kisah yang selama ini dia pendam. Bram menjelaskan sampai kejadian pak Dirga masuk rumah sakit karena ulahnya.


Sampai pada inti dimana Bram menjelaskan kenapa dia berubah, dia telah jatuh cinta pada cara Dodo memperlakukan Jesslyn. Benar kata wanita itu, jika kau mau mengenal Dodo maka kau akan menyukainya.


"Dara, mataku baru terbuka, lebih tepatnya mata hati sih. Benar kata Jesslyn coba saja aku mau kenal dengan Dodo pasti aku akan menyukainya."


"Aku jadi penasaran bagaimana sosok Dodo yang membuat kamu sadar Bram. Bisa tidak kamu mempertemukanku padanya?"


Bram mendecih.


"Haha, iya maaf Bram. Aku tidak akan mengganggu keharmonisan rumah tangga orang."


"Kok aku kesindir ya."


"Hahahaha" Dara tertawa yang membuat dirinya harus kehilangan rasa kantuk. Waktu menunjukan sudah pukul 11 malam, Bram tersadar, dan langsung mengembalikan anak orang yang sedang dia pinjam.

__ADS_1


.............


Kemandirian memang lebih baik, membahagiakan istri juga memang sangat baik, itulah yang sedang Dodo jalani dalam kehidupannya beberapa waktu terakhir. Dengan jalan memperluas bisnis ternak ikan dari nol, sampai menerima tawaran Nona Rianti dengan resiko besar.


Dalam dunia perbisnisan, komunikasi adalah salah satu hal penting yang berperan dalam perkembangan usaha. Begitupun dengan ternak ikan Dodo, mereka mempunyai grup chat tempat bertukar informasi dan juga penyampaian sebuah informasi penting.


Dodo mengetikan pesan.


(Dodo)


Informasi penting!


Dikarenakan mulai besok saya sudah sibuk dengan tugas baru, maka saya beritahukan di grup ini bahwa saya telah membeli tanah untuk perluasan usaha kita di kp. Lobang kadal, untuk lebih jelasnya akan di training oleh saudara To'ing esok hari. Kas permodalan sudah saya tambahkan dua kali lipat. Semoga kita sehat selalu agar bisa mengembangkan dan memajukan bisnis kita ini.


(To'ing)


Siap bapak Direktur, To'ing akan mengemban amanah ini dengan sebaik mungkin.


(Rohim)


(Dodo)


Saya mau ke Manggala corp, saya sudah bekerja disana.


(Jamal)


Kecewa kakak.


(To'ing)


Tidak usah kecewa kawan, kita sebagai anak buah dan juga sahabat harus mendukung bapak Direktur kita.


(Rohim)

__ADS_1


Masalahnya diantara kita berlima gak ada yang sebijaksana Dodo, cuma dia yang sabar ngadepin kita. Hehe.


(Jamal)


Iya benar itu, maaf ya ing. Bukannya meragukan lu sebagai wakil, cuma kadang kue gemplong lu gua colong lu ngamuknya udah kaya gak makan setahun.


(To'ing)


Njiirr, hei Jamal semoga rendang lu isinya lengkuas semua.


(Jamal)


Tuh kan, tuh kan.


(Dodo)


Lain kali jangan nyolong punya To'ing ya mal bilang saja minta, kalau mau nanti saya bawakan. Dan untuk To'ing kalau punya makanan di tawarkan temannya ya.


(Rohim)


Tuh kan apa gua bilang.


(Toyib)


Ada apa si ini Kawan?


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2