
Di depan rumah Cahyono.
Rexy mulai mengintai semenjak dia mencurigai seseorang yang di sebut kedua pria itu.
Dugaan nya selama ini benar bahwa Jessica berada di balik semua ini. Beberapa hari yang lalu Rexy tak sengaja bertemu dengan Jessica di sebuah restoran. Ia mendekat dan mencuri dengar. Jessica merencanakan sesuatu yang buruk kepada Sandra. Jessica ingin membalaskan dendamnya pada Sandra. Karena selama ini Rexy masih saja berhubungan dengan Sandra. Jessica yang berusaha mendekati Rexy tak mendapat respon sama sekali. Rexy menolak dengan tegas kepada Jessica. Ia tak mau meninggalkan Sandra untuk yang kedua kalinya karena seorang perempuan yang hanya memanfaatkan status modelnya. Jessica mau tenar kembali dan masuk kedalam dunia permodelan lagi. Karena itulah Jessica bersusah payah mau mereby Rexy dari Sandra.
Rexy memperhatikan kedua pria itu. Ia melihat ada sebuah taksi di depan rumah.
"Syukurlah hanya Silvia yang Keluar!" Rexy menghela nafas lega ketika Silvi masuk kedalam taksi.
Rexy mencuri dengar kedua pria itu.
"Kirain si Sandra itu yang keluar bro! males juga gue lama-lama kek gini!" ucap pria botak.
"Bukannya enak ya! kita cuma duduk di dalam mobil ngintai udah dpt duit!" sahut pria berambut cepak.
"Masuk lagi yuk ke mobil!" ajak pria botak jenuh.
Mereka hanya keluar masuk kedalam mobil. Mereka mengintai di sebelah rumah Sandra.
Sekuriti pun tak menyadari keberadaanmobil itu.
Rexy yang dihubungi seseorang beranjak pergi meninggalkan tempat persembunyian.
Ia menghubungi Sandra dan menyuruh Sandra agar tak kemana-mana. Kalau ada kepentingan pun ia menyuruh Sandra agar menelpon dirinya.
Rexy akan mencoba sekuat tenaga melindungi Sandra dari bahaya yang disebabkan Jessica.
"Ada urusan yang lebih penting dari ini! semoga kamu mendengarkan perintah ku Sandra!" Rexy bergumam sambil menyetir mobil keluar dari perumahan Sandra.
Sandra yang berada di dalam rumah hanya bisa bermain ponsel dan membuka sosial media.
Sudah beberapa minggu semenjak ia keluar dari rumah sakit dan tak pernah keluar rumah lagi kecuali Rexy yang mengantarnya langsung.
Ia mulai jenuh dan tak leluasa. Setiap ditanyakan apa alasannya Rexy hanya menjawab kuatir akan keadaannya. Sandra hanya bisa menghela nafas kasar.
Ketika ia membuka sosial media, tak sengaja Sandra melihat sebuah akun yang membagikan sebuah foto pertunangan seorang dokter.
"Dokternya tampan dan keturunan bule! pasti kaya nih dokter, tapi sayang tunangannya biasa saja!" Sandra mulai mencibir.
Ia mengamati foto itu satu persatu. Ada raut heran dan kaget menjadi satu.
"Tunggu dulu deh, bukannya itu supir kampung? ada hubungan apa dia dengan dokter itu?" Sandra mulai bertanya-tanya heran.
"Sialan nih orang! apa sebenarnya hubungan dia dengan dokter itu? di foto dan video ini mereka akrab sekali!" ucap Sandra lagi.
Sandra mengamati satu persatu foto dan video itu. Terlihat jelas kalau Malik memang dekat dan layak nya saudara kandung dengan dokter tersebut.
Dari komentar di kolom komentar akun tersebut, Sandra membaca satu persatu komentar orang-orang di dunia maya. Dari sanalah akhirnya Sandra tahu bahwa Mj hanya orang asing yang sudah dianggap keluarga sendiri oleh dokter Evans.
"Cuih, gue pikir elo sodara kandung dokter kaya itu. Eh, ternyata hanya di pungut oleh dokter baik itu!" cibir Sandra setelah tahu yang sebenarnya.
Sandra memanggil bi Minah dan menyuruh nya membawakan cemilan serta minuman untuk menemaninya sore itu.
__ADS_1
Sandra mulai memainkan game online yang ada di ponselnya untuk mengisi waktu luang.
Ia sudah tak peduli lagi akan foto-foto Mj dan dokter itu. Rasa penasaran nya sudah meluap.
...----------------...
*Di kampung Malik
Tk Nur Hidayah.
Aisyah mulai cemas karena Nissa tak kunjung ditemukan selepas istirahat tadi. Ia berusaha mencari keseluruh penjuru sekolah. Tadi, Nissa hanya ijin kepadanya untuk pergi ke kamar mandi. Tapi, sampai sekarang Nissa masih belum kembali. Aisyah dan guru yang lain sudah berusaha mencari.
Bel pulang sudah berbunyi. Aisyah masih berusaha mencari Nissa. Ia juga menghubungi Malik agar secepatnya datang ke sekolah.
Malik tergopoh dan panik. Ia tak menyangka bahwa anaknya itu akan hilang seperti ini.
Dalam perjalanan pergi ke sekolah, Malik berjalan kaki sambil mencari Nissa. Ia menelusuri setiap tempat yang biasa Nissa lalui. Tapi, sayangnya Nissa tak kunjung ditemukan.
Malik sudah sampai disekolah. Aisyah langsung menghampiri dan mencoba menenangkan Malik.
"Maaf kan Ais mas! tadi Nissa ijin ke kamar mandi sebentar! tapi, sampai sekarang belum juga kembali!" Aisyah menjelaskan.
"Kita cari lagi sekarang dan berpencar! siapa tahu Nissa tidak pergi jauh dari sini!" Mj mengambil sikap.
Guru yang lain ikut membantu karena Nissa hilang di sekitar sekolah. Mereka saling berpencar dan mencari Nissa.
Diluar sana di restoran kecil kampung ini, Nissa duduk di temani seorang wanita yang tengah mengandung. Perut wanita itu kelihatan seperti seorang yang mengandung usia 4 bulan lebih.
"Tante....tante beneran temen ayah kan?" tanya Nissa sambil mencomot nugget goreng di depannya.
"Nissa kok pernah lihat tante ya, tapi lupa kapan....heheh!" cengir Nissa.
Dia masih ingat ternyata, kalau saja aku kasih tahu kamu yang sebenarnya. Kamu pasti akan membenciku nak!
"Pelan-pelan makannya dong! nanti seragam sekolahnya kotor!" pesan wanita hamil.
"Iya tante! abis makanan nya enak sih!" Nissa berkata dengan mulut yang penuh.
"Huss, udah deh gak usah ngomong kalau di mulut itu masih ada makanan!" suruh wanita hamil itu.
Nissa hanya tersenyum sambil mengunyah makanannya. Wanita itu memandang Nissa dari atas sampai bawah. Nissa yang dulunya masih bayi ketika ia tinggalkan, sekarang sudah beranjak besar dan akan menuntut ilmu di sekolah dasar tahun ajaran baru nanti.
"Sungguh waktu sangat cepat berlalu!" lirih wanita hamil itu yang tak lain dan tak bukan adalah mantan istri Mj.
"Tante, Nissa sudah kenyang nih! sekarang anterin Nissa pulang kerumah ya!" pinta Nissa pada Rosyanti.
"Minumnya abisin dulu nak! biar gak mubadzir!" Rosyanti tersenyum lebar.
Nissa menyedot minuman kesukaannya.
Ia memang suka minuman milk shake rasa coklat. Isi gelas sudah ludes, Nissa tertawa senang karena sudah makan dan minum yang ia sukai.
"Tunggu bentar ya! tante mau bayar dulu!" Rosyanti beranjak berdiri dan menghampiri konter pembayaran.
__ADS_1
Ia dan Nissa melangkah keluar restoran dan memesan taksi online. Selang 10 menit berlalu, Nissa turun di depan rumahnya.
"Tante ayo kita masuk!" ajak Nissa sambil menggeret lengan Rosyanti.
"Tante harus pulang sekarang juga sayang! lain kali tante mampir ya!" Rosyanti berbohong.
"Makasih ya tante!" Nissa tersenyum riang.
Ia langsung berlari dan masuk kedalam rumah.
Kebetulan pintu tak dikunci. Sumiyati tersadar dari lamunannya. Ia melihat Nissa dan langsung memeluknya dengan erat.
"Kamu kemana aja sayang? kami semua khawatir!" Sumiyati mengendorkan pelukannya.
"Nissa tadi cuma makan kok eyang! gak kemana-mana lho!" jawab Nissa dengan santai.
"Tunggu bentar, eyang mau menelpon ayahmu dulu!" Sumiyati berjalan mengambil ponsel yang ada di atas meja makan.
Mj yang sudah berusaha semaksimal mungkin hanya bisa mencari dan mencari walaupun belum juga ditemukan Nissa anaknya.
Ia tak mau berputus asa.
Dering telepon seluler membuyarkan lamunannya. Ia menjawab telepon itu.
Di ujung sana Sumiyati menjelaskan bahwa Nissa sudah pulang.
Malik memberitahu semua pihak sekolah dan bergegas pulang ke rumah.
Aisyah sangat lega sekali mendengar nya.
Ia mau ikut Malik ke rumahnya dan menemui Nissa.
"Mas, aku ikut bentar ya?" tanya Aisyah.
"Tapi, aku jalan kaki lho Ais, nanti kalau kamu capek gimana?" tanya Mj.
"Ais juga berjalan mas, biar kita bersama-sama pulang. Ais khawatir dengan kondisi Nissa!" Aisyah berasalan.
"Baiklah, ayo kita pulang dan tanya pada Nissa kemana dia pergi!" Mj berjalan kearah luar sekolah.
Mereka berdua berjalan beriringan. Langkah kaki Malik di percepat agar cepat sampai tujuan. Aisyah tergopoh menyamakan langkah Malik.
"Mas, kamu sudah pulang dari rantauan. Sekarang lebih berisi dan lebih tampan dari sebelumnya!" gumam wanita itu yang berada di dalam taksi.
Taksi itu melewati Malik dan Aisyah yang tengah berjalan setengah berlari. penumpang di dalamnya melihat Mj dan Aisyah, ia seakan masih menyimpan rasa pada Mj.
*Bersambung
*
*
*
__ADS_1
Selamat membaca.
Selalu dukung terus karya author dengan like setiap bab, komen, rate ⭐ 5, favorit dan vote Mingguan.