
Rumah mewah Cahyono.
Elisa yang sudah pulang, langsung masuk ke kamarnya. Dia malas meladeni Sandra yang mencegatnya nya di ruang keluarga tadi. Ia mengacuhkan Sandra dan bergegas masuk kedalam kamar. Setelah berbincang dengan Cipto ia keluar menuju taman di samping rumah. Ia termenung dan memikirkan ide untuk menggagalkan rencana Cipto yang tidak mau melepaskannya. Ia kembali masuk kedalam rumah mewah itu.
Ceklek, pintu kamar terbuka.
Elisa menutup kembali pintu itu dan duduk di ranjang empuknya. Ia melihat Cipto yang tengah tertidur dengan nyenyak.
Elisa memikirkan kembali perkataan Cipto padanya. Cipto tak mau melepaskan Elisa, ia mau Elisa tetap menjadi istrinya.
Elisa menghela nafas dan menghembuskannya perlahan. Dia menerawang tentang kejadian ketika pertama kali bertemu dengan Mj.
Hati yang semula tak dapat mencintai akhirnya menemukan orang yang tepat walaupun ia masih menjadi suami orang.
"Seandainya kita bertemu lebih awal mas Mj! mungkin nasib kita tidak akan seperti ini! lirih Elisa pelan.
Derttt, dertt, derttt.
Bunyi notif pesan masuk di Ponsel Elisa. Elisa mengambil ponselnya diatas nakas dan membuka kunci layar ponsel. Dia membuka pesan itu, nomor yang tidak dia kenal mengirimkan beberapa gambar.
"Tidak mungkin, siapa ini? kenapa dia mengirimkan gambar ini kepadaku?" kernyit Elisa heran.
Derttt.
Ada notif pesan lain masuk. Pesan itu membuat Elisa tercengang dan tercekat.
Ia tak sanggup untuk membacanya.
"Apa?? tidak mungkin mereka mengancamku dengan foto-foto tadi kan?" Elisa tersentak.
"Darimana nomor ini tahu siapa aku? sebenarnya siapa pemilik nomor telepon ini?" Elisa berpikir keras.
Ia menscrol kembali foto-foto dirinya dan Mj yang sedang bermesraan di area permainan Mall. Baju pasangan itu menandakan bahwa mereka memang seperti seorang pasangan yang serasi.
"Tunggu dulu, tadi aku bertemu dengan Silvia di sana! apa mungkin dia?" gumam Elisa pelan.
"Pasti itu anak! awas saja besok, aku akan memberikan kamu pelajaran yang menarik!" Elisa tersenyum dengan liciknya. Baru kali ini ia terpikir sebuah ide bagus mengenai Silvia yang plin-plan.
"Sekarang aku harus tidur! aku harus mengumpulkan tenaga buat besok, aku akan menghadapi mereka sekaligus!" tekad Elisa kuat, dia menggenggam tangannya dengan penuh energi.
Elisa berbaring dan tak lupa memanjatkan doa agar besok di lancarkan rencananya. Ia terpejam dan tak lama sudah berada di alam mimpi indah buatannya sendiri.
...----------------...
Pagi hari setelah waktu sarapan.
Mj terlihat tenang berjalan masuk kedalam rumah. Ia tak tahu apapun mengenai foto-foto dirinya yang bersama Elisa sudah tersebar di keluarga Cahyono. Elisa yang duduk di kursi ruang tamu hanya terdiam ketika Cipto, Sandra, Shella dan Silvia menyudutkannya.
Mereka berempat menghakimi Elisa yang selingkuh dengan Mj. Foto-foto itu telah menjadi saksi bisu. Rencana yang Elisa pikirkan semalam gagal. Ia kini tengah di sidang oleh seluruh penghuni rumah ini.
Mj tak menyadari itu, ia hanya mengambil kunci mobil dan akan memanaskan kendaraan.
Sandra menoleh dan melihat Mj akan segera keluar dari rumah.
__ADS_1
"Heh, sopir kampung! sini kamu!" pekik Sandra pada Mj.
Mj menoleh dan mencari asal suara. Ia memandang Sandra tak senang. Ia langsung mendekat kearah Sandra. Ia tersentak ketika melihat Elisa terdiam tanpa kata apapun.
"Maaf nona, sebenarnya ada apa ini?" tanya Mj penasaran.
"Nih, lihat baik-baik!" Sandra melempar ponsel kearah sofa didepan Mj.
Mj memungut nya dan menelisik ponsel itu. Netranya seakan melebar. Ia tersentak dan mulai berubah pucat. Foto mesra waktu di garasi rumah dan di area permainan sebuah Mall terpampang jelas disana. Mereka terlihat bahagia waktu itu, berbanding terbalik dengan keadaan sekarang ini.
"Ii-ni....!" Mj tergagap sambil memandang keempat orang di depannya bergantian.
"Kenapa? masih mau mengelak hah?" sentak Sandra tak sabar.
Cipto mulai berbicara.
"Ka-liann, ddiamm!" suruh Cipto.
Cipto menelisik Mj dari atas sampai bawah.
Ia tak mau menyerahkan Elisa begitu saja pada orang di hadapan nya ini.
"Kkaa-mu, sssa-ya pecat se-kar-ang!" perintah Cipto.
"Apa?" sahut Elisa dan Shella bersamaan.
"Pa, kenapa papa memecat om Mj?" Shella tak terima dengan keputusan papanya.
"Om tidak boleh memecat dia seenaknya!" Elisa berkata pelan.
"Ka-mu aku pppe-cat! puu-lang ke kam-pung se-kar-ang juga!" perintah Cipto.
Raut wajah Cipto merah padam menahan amarahnya.
"Tapi tuan saya hanya....." Mj tak bisa melanjutkan perkataannya.
Sandra langsung menyela Mj dengan tak sabaran.
"Elo pergi dan pulang kampung sekarang atau kami laporkan pada polisi!" ancam Alexandra geram.
"Tante jangan gitu dong!" bela Shella merengkuh lengan Mj.
"Shella, sini!" tarik Sandra pada Shella.
Sandra menurut tak mau membantah ucapan tantenya itu. Ia takut tantenya akan berbuat hal yang tidak diinginkan pada Mj.
"Elisa, kamu masuk kekamar sekarang juga!" perintah Sandra.
"Tapi, aku mau bersama mas Mj!" gumam Elisa pelan.
"Aa-pa!! kka-muu tidak taa-hu malu!" Cipto membalas perkataan Elisa.
Sandra menyuruh Silvi dan Shella supaya memaksa Elisa masuk kedalam kamar dan mengunci pintunya.
__ADS_1
Elisa diseret oleh kedua anak tirinya. Ia melawan dengan sekuat tenaga. Ia tak mau berpisah dengan Mj secepat ini.
Sandra menghampiri Elisa dan
Plaakkk.
Tamparan keras mengenai pipi Elisa. Sandra menyeret Elisa dibantu dengan Shella dan Silvia. Setelah itu, mereka mengunci pintu kamar.
Sandra mengambil sebuah amplop coklat dan mendekati Mj yang terdiam tak bisa berbuat apapun ketika Elisa di seret kedalam kamar.
"Ini ongkos pulang kampung! sekarang juga kemasin barang-barang elo dan gue yang akan mengantar elo langsung ke bandara!" perintah Sandra ketus.
"An-tar ddia ppu-lang!" Cipto berkata jengah.
"Jjaa-ngan sam-ppai dia kee-sssini lagi!" Cipto melanjutkan perintah.
"Tunggu bang! gue panggil orang suruhan gue dulu ya!" Sandra menghubungi seseorang. Dia menjelaskan akan melakukan apa pada orang tersebut. Tak lupa juga ia menelpon kekasih hatinya agar menemani Sandra ke bandara.
Selang 10 menit berlalu. Mj berdiri dengan tak nyaman, ia merasa kepalanya berputar dengan keadaan seperti sekarang ini.
Rexy sudah berada di rumah Cahyono. Ia pasti akan berusaha memenuhi keinginan kekasih hatinya yaitu Alexandra.
"Kita tunggu dimobil yuk yang!" ajak Sandra pada Rexy dengan bergelayut manja.
"Heh, elo supir kampung! elo harus nurut sama kita! atau gue laporin elo ke polisi karena sudah berselingkuh!" ancam Sandra lagi.
Mj hanya bisa pasrah. Karena Mj berpikir ancaman Sandra tidak main-main.
Mereka melangkah menuju garasi rumah. Mj masuk kedalam mobil, ia duduk di kursi paling belakang. Sandra dan Rexy berada di tengah. Keduanya bermesraan di depan Mj yang kalut.
Orang suruhan Sandra akhirnya datang dan masuk kedalam kursi kemudi.
"Berangkat ke kosan sopir kampung itu dulu baru ke bandara!" seru Sandra pada pria di balik kemudi.
"Baik nona!" ia mengiyakan permintaan Sandra.
"Suara ini, seperti nya aku pernah mendengarnya." Suara batin Mj.
Mj hanya bisa melihat dari kaca spion di atas kepala pengemudi. Ia belum melihat wajah itu dengan jelas. Mj hanya mampu menghela nafas dan membuangnya kasar.
Tak lama kemudian mereka sampai di kosan Mj dan menyuruh Mj secepatnya menyiapkan pakaiannya. Mj keluar dari mobil, ia diam diam memperhatikan wajah sang sopir.
Sepertinya ia pernah melihat orang itu.
Ia berpikir lebih keras.
"Aku ingat sekarang! dia itu kan pria waktu.....!"
Mj tercekat dan tak menyangka.
*
*
__ADS_1
Selamat membaca dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like setiap bab, komen, rate ⭐ 5, favorit dan gift beserta vote Mingguan.
Terimakasih banyak bagi pembaca setia yang sudah mendukung author selama ini🥰🥰