Supir Untuk Sang Nyonya

Supir Untuk Sang Nyonya
Bab 16. Cemburu


__ADS_3

Aisyah hanya tersenyum melihat celoteh


riang Fatma dengan Malik ditelepon.


Walaupun senyumnya menyiratkan sedikit


rasa kecewa.


Dia sudah menyukai Malik ketika mereka


pertama kali bertemu, walaupun penampilan


Malik sederhana, tapi Aisyah menyukai tutur


kata Malik yang memang terdengar santun.


Fatma sudah menutup obrolannya di telepon,


dia memberikan ponsel ibunya sambil berkata.


"Nanti mas Malik bilang mau kesini bu, setelah


pulang narik dia mampir bentar," raut wajahnya


berbinar.


"Kan besok kamu udah pulang, gak kasian


sama Malik apa? biar besok aja dirumah


jenguk kamu lagi!" suruh Zainab.


"Fatma juga udah bilang kok kalo besok


pulang, mas Malik aja yang pengen kesini,"


sahut Fatma lagi.


"Ya sudahlah kalo begitu, asalkan dia kesini


atas kemauannya sendiri," lanjut Zainab lagi.


Zainab memperhatikan Aisyah, dia merasa


Aisyah menatap Fatma dengan pandangan


yang sulit diartikan.


"Ehhh...sampe lupa....mari sini duduk bu Lis,


nak Aish...," tawar Zainab mempersilahkan


keduanya duduk disampingnya.


Mereka berdua hanya mengangguk sambil


tersenyum dan duduk di sebelah Zainab.


"Ini buk...buat Fatma, tadi ibu-ibu yang lain


pada nitip," ujar Aisyah menyodorkan


bingkisan berisi buah dan makanan ringan.


"Makasih ya Ais...salam buat ibu-ibu yang


lain juga ya...makasih atas pemberiannya,"


Fatma yang melihat zainab menerima


bingkisan dari Aisyah, akhirnya membuka


suaranya kembali.


"Iya....nanti aku sampein," angguk aisyah


mantap.


"Toni...kemana dia pak? kenapa gak


kelihatan?" Zainab bertanya sambil mencari


sekeliling ruangan dimana anaknya berada.


"Tadi dia pamit ke toilet sebentar, sekalian


cuci muka bilangnya," jawab Ahmad.


"Owh...gitu...bapak sama Toni udah makan


apa belum?


ibu belikan sarapan tadi di jalan," tanya Zainab


pada suaminya


"Aku sama Toni belum beli makanan apapun,


ngeliat Fatma bangun jadi lupa


segalanya...he..he...," cengir Ahmad.


"Bapak sarapan dulu, pergi ke toilet cuci


muka langsung ke kantin rumah sakit saja pak,


sekalian ajak Toni, nih sarapannya di bawa!"


sodor Zainab memberikan bungkusan plastik


biru.


"Iya...bu, mumpung ada yang jaga Fatma,


aku permisi ya bu Lis, nak ais...," toleh Ahmad


kearah ibu dan anak disamping istrinya duduk.


"Silahkan saja pak, gak usah terburu-buru,"


sahut Lisna.


Ahmad beranjak pergi dari kamar perawatan


Fatma, dia segera ke toilet untuk mencari Toni,


dan mengajaknya makan bersama di kantin


rumah sakit.


Toni yang sudah selesai dengan hajatnya,


segera keluar dari toilet dan....


Kruuuukkk....kriuuuukkkk...


Perutnya berbunyi pertanda minta diisi.

__ADS_1


"Sampe laper gini, gimana gak laper ...dari


semalem ni perut gak diisi," rintihnya pelan


sambil memegang perutnya.


Ahmad yang mendekat kearah Toni langsung


menyapa anaknya.


"Ton, kamu tuh ditungguin lama amat sih...ayo ke kantin rumah sakit!


tapi bapak mau ke dalam dulu ya, pegang nih!"


sambil menyodorkan bungkusan plastik dan


beranjak masuk kedalam Toilet di depannya.


Toni hanya meringis dan mengangguk tanpa


bersuara. Dia melihat-lihat isi bungkusan


plastik ditangannya.


"Ehmm...baunya wangi nih, tapi...harus


jauh-jauh dari sini," gumamnya seorang diri


sambil menyingkir dari depan toilet.


Ahmad segera keluar dan mencari keberadaan


anaknya, mereka berdua melangkah bersama


menuju kantin rumah sakit yang jaraknya tidak


terlalu jauh dari toilet tadi.


...----------------...


Sore hari....Malik yang sudah seharian bekerja,


mengganti bajunya di kamar mandi terminal.


Dia mau menjenguk Fatma, orang yang selama


ini sudah menyayangi Annisa.


Dua orang berbadan tinggi besar, berbicara


di depan kamar mandi.


"Gimana kalo kita bujuk aja Toni bro....dia


jualan di Kota S sana udah setahun gak


terendus," usul pria berambut cepak.


"Jangan...bisa berabe, dia itu cerdik bro,


mana mungkin pasarnya mau di kasih sama


orang begitu saja," tolak pria berambut


gondrong sebahu.


"Jadi gimana dong...kita udah nyari mangsa


baru tapi hasilnya nol, apalagi dikampung ini


mereka pada tobat, gak mau berurusan sama


menemui Toni dan berbicara dengannya,"


ucap pria cepak lagi.


Sebelum pria gondrong menjawab pria cepak,


Malik melintas di depan mereka dan


mendengar secara tak sengaja percakapan


mereka berdua.


"Hmmm....mereka kenal sama mas Toni.


Sebenarnya ada hubungan apa mereka sama


mas Toni?", batin Malik sambil bertanya-tanya.


Mereka berdua berhenti berbicara ketika Malik


melintas persis di depan mereka berdua.


Malik memandang mereka sepintas, raut


wajahnya terlihat bertanya-tanya akan sesuatu.


Kedua pria itu tak peduli akan Malik yang


melintas, mereka hanya tau kalo Malik


salah satu supir yang mangkal di terminal ini.


"Ah...sudahlah bro ...nanti aku hubungin


si bos dulu gimana baiknya," tutup pria


gondrong sambil mengajak temannya pergi


dari tempat itu.


...----------------...


Malik sudah mengendarai angkotnya kerumah


sakit Harapan Bangsa yang jaraknya lumayan


memakan waktu. Dia sengaja lebih awal


pulang narik agar bisa menjenguk Fatma


yang sudah sadar.


Sore hari itu.....angin berhembus sepoi-sepoi,


lumayan memberikan efek segar pada Malik


yang membuka jendela angkotnya.


Selang beberapa lama tibalah dia di halaman


RS Harapan Bangsa. Malik langsung


melangkahkan kakinya ke kamar perawatan


Fatma, penampilannya yang casual, hanya

__ADS_1


memakai kaos lengan pendek dan celana


bluejeans, jaket yang dia pakai, dia lepas dan


digantungkan kelengannya begitu saja.


Para perawat berbisik ketika Malik melintas


didepan mereka. Penampilannya, walaupun


sederhana tapi terlihat Malik lebih tampan


dari biasanya.


Tok....tok....tok.


Pintu kamar Fatma di ketok seseorang.


Aisyah beranjak membuka pintu melihat


siapa yang datang, sedangkan Fatma sudah


menduga siapa dibalik pintu itu.


Dikamar perawatan VIP hanya ada Fatma yang


terbaring di brankarnya, sedangkan Aisyah


duduk di sofa sebelah brankar Fatma untuk


menemaninya.


Keluarga Fatma pulang sebentar, begitupula


ibu Lis, ibunya Aisyah pulang duluan karena


ada urusan, jadi tinggallah Aisyah di rumah


sakit menemani Fatma.


"Assalamualaikum," salam Malik.


"Waalaikumsalam," jawab Keduanya


bersamaan ketika Aisyah membuka pintu


kamar.


"Mas Malik....mari...silahkan masuk mas!"


senyum teduh Aisyah pada pria didepannya.


"Kamu....kamu disini ya Ais?" tanya Malik


tersenyum lebar ketika tau Aisyah yang


menemani Fatma di rumah sakit ini.


"Iya mas....keluarga Fatma pulang sebentar,


nanti juga kesini lagi sebelum Maghrib tiba,"


jelas Aisyah.


Malik melangkah, mendekati Fatma di


brankarnya. Fatma duduk perlahan, dia


sumringah melihat Malik didepannya.


"Gimana keadaanmu Fat...udah baikan?"


tanya Malik.


Sambil mengangguk Fatma berucap.


"Alhamdulillah mas, udah enakan...besok


pagi kan juga udah boleh pulang," jawab Fatma tersenyum lebar.


"Itu....sakit gak?" Malik menyentuh perban di


kepala Fatma.


Ketika Malik perhatian kepada Fatma, ada


sepasang mata melihat dengan penuh


kecemburuan.


"Oh...ini....masih perih, cuma sudah rada


baikan kok mas.. gak perih kayak tadi pagi,


lagian juga udah di ganti sama dokter tadi,"


sahut Fatma lagi.


Malik yang terlupa akan sesuatu......


"Oh ya.....Aisyah...kenapa kamu berdiri di sudut


sana? sini kita ngobrol!" ajak Malik pada


Aisyah yang terlupakan tadi.


"Ehm....gimana ya....Nanti malah ganggu Mas


malik sama Fatma lagi," ujarnya tak enak hati.


"Gak lah...gak ganggu kok...iya kan Fat?" Malik


melihat kearah Fatma sedangkan Fatma


hanya bisa mengangguk pelan sambil


memaksakan senyumnya.


"Mas malik nih...jadi terganggu deh sama


Aisyah yang tiba-tiba di ajak ngobrol,"batin


Fatma jengkel.


Aisyah mendekat kearah sofa sambil


tersenyum melihat mereka berdua.


Sementara Fatma yang sengaja memegang


tangan Malik untuk mengusap kepalanya


yang diperban.


Malik hanya tersenyum gemas melihat


kelakuan Fatma, ya....begitulah Fatma,

__ADS_1


si manja yang selalu ingin diperhatikan


orang-orang sekitarnya.


__ADS_2