
Kosan Mj.
Anggi yang tengah berbenah dengan barang-barang warungnya dihampiri oleh seorang pria.
Pria itu mencurigakan. Dia mengenakan pakaian santai seperti orang kebanyakan. Tapi, ada satu yang aneh. Dia hanya mengamati- Anggi dan Hendra yang sudah pergi.
"Permisi! saya mau mengecek sesuatu." ucap pria itu.
Anggi mengernyitkan dahinya.
Dia merasa tak nyaman akan kehadiran pria itu.
"Maaf sebelumnya, anda ini siapa ya?" tanya Anggi cemas.
"Owh itu, anda tidak perlu tahu siapa saya!" ujar pria itu.
"Tapi, apa hak anda mau mengecek warung saya?" tanya Anggi penasaran.
Pria itu tak menanggapi pertanyaan Anggi. Dia hanya merogoh saku di celananya. Tangannya mengambil sesuatu dan dia menunjukkan itu kepada Anggi.
"Jadi, anda itu dari kepolisian?" tanya Anggi yang mulai gemetar.
Pria itu mengangguk mantap. Lencana yang dia tunjukkan tadi di masukkan kembali ke saku celananya.
"Anda tunggu disini! biar saya mengecek warung anda!" seru pria itu.
"Ttaa-pp-ii kan.....!" Anggi tertahan.
"Mas Hendra, gimana nih! polisi udah ada disini!" batin Anggi yang ketakutan.
Polisi itu menggeledah dan membongkar satu persatu barang-barang yang ada di warung Anggi.
"Tunggu dulu, ini kan....! polisi itu berucap dan langsung menghentikan kegiatannya.
Dia merogoh saku dan mengambil ponselnya. Dia menggunakan seseorang yang akan mengambil barang bukti.
Anggi yang sudah lemah tak berdaya hanya bisa pasrah. Tubuhnya lunglai seperti manusia tanpa tulang. Anggi hanya bisa mengelus perutnya.
Selang 10 menit berlalu, bantuan dari kepolisian datang. Mereka mengambil barang bukti. Polisi yang menyamar tadi menghampiri Anggi yang sudah memucat wajah nya.
"Anda kami tahan karena telah menjual minuman oplosan dan obat penenang ilegal!" ucap Polisi itu tegas.
"Anda silahkan ikut kami ke kantor polisi Sekarang juga! suami anda juga sudah kami bekuk!" ujar polisi itu lagi.
Anggi tak menanggapi perintah polisi tersebut. Dia hanya mampu berjalan lemah dan mengikuti para polisi di depannya. Tangannya di borgol seketika itu.
Hendra juga sudah di cegat waktu akan pergi mengantarkan pesanan. Ternyata aparat kepolisian menjebak Hendra. Mereka sengaja memesan barang haram Hendra dan memancing Hendra agar keluar dari persembunyiannya.
Kini pasangan suami istri itu di bekuk aparat kepolisian dan menunggu proses lanjutan. Laporan dari warga sekitar membantu aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan.
...----------------...
3 hari kemudian.
Cipto sudah pulang dari rumah sakit. Selama itu pula Mj seakan lupa tentang peringatan Alexandra. Mj masih berdekatan dengan Elisa. Dia tak menghiraukan ucapan Sandra.
Kini Cipto sudah kembali ke rumah.
Sandra, Shella dan Silvia lebih terlihat akrab daripada sebelumnya.
Cipto kini sudah bisa duduk di sofa, dia menyandarkan punggungnya Secara perlahan.
Ucapannya juga sudah mulai bisa lebih lancar daripada sebelumnya.
__ADS_1
Mj masuk dan menyapa orang-orang di dalam rumah. Pagi ini dia akan mengantarkan Elisa ke rumah bunda Marwah.
Cipto melihat Mj dengan tatapan penuh sorot tajam. Mungkin selama ini dia menyimpan dendam atau apapun itu terhadap Mj.
"Maaf tuan, apakah anda sudah bisa bergerak?" tanya Mj ketika Cipto memalingkan wajahnya.
Silvia yang duduk disebelah papa nya langsung menjawab.
"Udah dong om! bisa ngobrol dikit bisa gerak dikit!" jawab Silvia senang.
"Syukurlah kalau begitu tuan dan nona!" Mj tersenyum.
"Saya permisi mau mengambil kunci mobil tuan dan nona!" lanjut Mj sambil tersenyum.
"Silahkan aja om!" sahut Silvia.
Mj melangkah ke tempat dimana kunci mobil di gantung. Setelah itu dia langsung pamit keluar rumah.
Dia menunggu Elisa sambil memanaskan mesin kendaraan. Setelah melihat Cipto tadi, Mj berpikir bagaimana caranya agar Elisa bisa menjadi miliknya. Sementara dia bukanlah orang kaya, hanya orang kampung dan pekerjaan pun seadanya.
"Kalau tuan sembuh total, apakah Elisa akan di ceraikannya?" gumam Mj seorang diri.
"Nasib percintaanku ternyata rumit juga. Bisa-bisanya aku jatuh cinta dan tenggelam oleh cinta seorang wanita yang sudah bersuami." Lirih Mj frustasi.
Tap, tap, tap.
Mj mendengar seseorang melangkah mendekati. Dia menoleh kearah suara langkah kaki. Terlihat disana Elisa menghampiri nya.
"Pagi mas Mj, kita berangkat sekarang yuk!" ajak Elisa yang menggandeng lengan Mj.
"Ini di rumah Lis, jangan seperti ini!" tolak Mj yang melepaskan lengan Elisa.
"Sebentar lagi mungkin kita akan bergandengan selamanya mas!" seru Elisa yakin.
"Bagaimana kamu tahu itu!" kernyit Mj.
"Aku akan bercerai kalau om Cipto sembuh seperti sedia kala!" seru Elisa girang.
"Tapi kan tuan masih sakit Lis, sebaiknya kamu jangan terlalu berharap banyak!" sahut Mj mematahkan semangat Elisa.
"Elisa sudah sabar selama 3 tahun 6 bulan ini mas. Makanya ketika om Cipto kemarin mulai berbicara, aku senang sekali!" ucap Elisa.
"Ya sudahlah! gak usah di bahas lagi! kita jadi berangkat gak nih?" tanya Mj cepat.
"Jadi dong! yuk berangkat sekarang juga!" seru Elisa girang.
Dia sudah rindu kepada bunda Marwah. Semenjak Sandra mengubah hak milik tanah peninggalan orang tuanya. Elisa belum mengunjungi bundanya sama sekali sampai sekarang.
Mereka berdua memasuki mobil.
Mj yang tengah mengaitkan sabuk pengaman terkejut. Pipinya di kecup oleh seseorang. Yang tak lain dan tak bukan adalah Elisa.
"Lis, kamu tuh ngagetin saja deh! kalau ada orang lain selain kita disini gimana coba?" ucap Mj khawatir.
"Cuma kita berdua didalam mobil mas! jadi, aman-aman saja tuh!" cengir Elisa lebar.
"Jendela mobilnya belum mas naikkan! kamu tuh lihat situasi dong!" seru Mj.
"Maaf deh mas, aku terlalu bersemangat!" ucap Elisa pelan.
"Lain kali liat situasi dan kondisi kita Lis!" saran Mj.
Elisa hanya mengangguk dan terdiam.
__ADS_1
Akhirnya mobil itu berjalan keluar dari garasi rumah dan meluncur ke jalanan aspal hitam.
Sepasang netra memperhatikan keduanya. Elisa dan Mj tak menyadari itu. Wanita itu berdiri di dekat pintu garasi kedua yang terhubung dengan arah dapur. Sedari awal dia sudah disana dan memperhatikan gerak gerik Mj dan Elisa. Wanita itu membawa ponsel di tangannya. Dia menaik turunkan layar dan melihat lagi foto-foto yang dia punya. Senyumannya terukir dengan lebar.
"Sebentar lagi aku akan dapat imbalan dari ini! lumayan kan untuk kebutuhan keluarga ku!" ucap wanita itu seorang diri. Dia berlalu dari pintu itu dan masuk kembali kedalam rumah.
*
*
Sejam kemudian.
Mj dan Elisa sampai kerumah Marwah.
Marwah yang terlalu lama menahan rindu pada Elisa akhirnya bisa menghapus kerinduan nya.
Mereka berdua berpelukan lama seperti sudah setahun lamanya tidak bertemu.
"Lisa, kamu kenapa semakin kurus seperti ini nak?" tanya Marwah sambil memperhatikan Elisa.
"Mungkin karena males makan aja bunda! aku gak kenapa-napa kok!" jawab Elisa enteng.
"Bunda pikir kamu sakit nak. Ayo kita masuk!" ajak Marwah. Dia tersenyum pada Mj yang ada di belakang Elisa.
Mereka bertiga masuk kedalam rumah. Marwah yang sudah menunggu pun sudah menyiapkan sarapan pagi untuk Elisa dan Mj.
"Kita langsung sarapan saja yuk! bunda sudah menunggu kalian sedari tadi." Ajak Marwah.
Keduanya pun mengikuti Marwah kedapur. Mereka menyiapkan Perlengkapan makan dan menatanya di atas meja makan.
"Wah bunda, ini kan makanan kesukaan Lisa." pekik Elisa bersemangat.
"Iya, sengaja bunda masak. Lisa pasti kangen sama rendang buatan bunda kan?" Marwah tersenyum puas.
"Betul sekali bunda. Masakan bunda emang paling sedap gak ada duanya!" sahut Elisa.
Malik hanya terdiam tanpa bersuara sedikit pun. Dia takut kalau bunda Marwah tahu hubungan nya dengan Elisa.
Selesai makan, mereka bertiga berkumpul di ruang tamu dan menonton Televisi.
Sesekali Marwah memperhatikan raut wajah Mj.
"Sepertinya anak itu tidak tenang! apa yang ada dipikirannya?" batin Marwah bertanya-tanya.
"Bunda lupa mengabari kalian sesuatu!" lanjut Marwah sendu.
"Apa itu bunda? kabar apa?" tanya Elisa cemas ketika melihat Marwah berubah sendu.
"Maaf ya nak Mj, bunda baru bisa mengabari sekarang ini!" lanjut Marwah lagi.
"Memang ada apa bu?" sahut Mj bingung.
"Beliau sudah meninggal nak.......!" lirih Marwah tertunduk.
*
*
*Bersambung
Selamat membaca. Selamat hari raya idul Fitri 1442 H. TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM, MOHON MAAF LAHIR BATIN 🙏🙏
buat orang Islam yang merayakannya.
__ADS_1
Selamat hari kenaikan Isa Al-Masih bagi umat kristiani. Damai selalu bersama kita semua.