
*Author POV.
*Masih Alexandra flashback 5 jam yang lalu.
Alexandra bertemu dengan mantan kekasihnya yang sangat dia cintai. Awalnya dia memang benci karena hal yang di lakukan Rexi sang mantan. Tapi, setelah beberapa bulan kemudian dia masih saja memikirkan Rexi. Walaupun Sandra pindah bekerja ke Singapura.
Di restoran ini, dia sungguh tak menyangka akan bertemu Rexi lagi. Laki-laki yang berusaha dia lupakan. Akankah jodoh berpihak pada mereka berdua? ataukah sebaliknya?
(Hanya Author yg bisa menentukan jodoh di novelnya sendiri βΊπ€)
Setelah mengobrol sejenak. Rexi mulai melancarkan rayuan mautnya. Sandra mulai terbuka hatinya perlahan.
Mereka memesan beberapa menu yang ada di di buku menu itu. Rexi melambaikan tangannya pada seorang pramusaji restoran.
Seorang pria mendekati meja mereka berdua.
Dia salah satu pelayan restoran ini.
"Ada yang bisa saya bantu mas?" tanya pria itu ramah sambil tersenyum.
Sandra yang melihat-lihat buku menu langsung menoleh ketika ada pramusaji yang mendekat.
Pandangannya menatap pria itu, dia teringat sesuatu.
"Kamu.....?" ucap Sandra ambigu.
"Kamu kenal sama dia sayang?" kernyit Rexi.
"Eng-ggak kok! lagian kenal dimana sama orang kaya dia!" Sandra terbata.
"Oh, begitu ya sayang. Mas, gue sama sayang gue mau pesen ini. Terus yang ini!" tunjuk Rexi.
Pramusaji itu mencatat semua pesanan Rexi dan Sandra. Setelah itu dia pamit dan pergi meninggalkan meja.
"Kamu sudah pulang berapa lama sayang? kenapa gak ngabarin aku?" tanya Rexi memelas dan mengambil tangan Sandra yang ada di atas meja. Sandra hanya bisa pasrah menerima genggaman tangan Rexi.
"Gue gak bisa lama disini! setelah itu gue kudu pulang!" ucap Sandra.
"Yang penting kita bisa makan berdua sayang!" Rexi mengembangkan senyum manisnya.
Rexi yang seorang keturunan campuran Indonesia-Jerman memang memiliki wajah yang rupawan dan tampan. Artis ibu kota kalah dengan ketampanannya. Dia adalah salah satu model majalah fashion di luar negri.
Banyak wanita yang bertekuk lutut ingin menjadi pacar Rexi. Tapi, Rexi hanya memilih Sandra seorang. Mereka berpacaran selama 2 tahun lebih. Walaupun jiwa don juannya masih saja menguasai, setidaknya Rexi mencoba setia pada Sandra ketika berpacaran dulu.
__ADS_1
Perselingkuhan itu terjadi karena Rexi di jebak oleh seorang model baru yang ingin menjadi terkenal. Dan Rexi adalah orang yang tepat untuk dia jadikan korban.
Kesalahpahaman bermula dari kejadian itu, retaknya hubungan mereka semakin melebar dan akhirnya hubungan itu putus. Sandra langsung meninggalkan indonesia. Dia menerima pekerjaan yang di tawarkan sahabatnya, menjadi seorang sekretaris di sebuah perusahan tekstil.
( Maaf ye Mj, author sedang berpaling darimu. Jangan dirimu saja yang jadi rebutan. Rexi lebih tamvan dari engkau Mj ππ)
( Author jahara nya kelewatan π. Aku tak kalah tamvan dari Rexi. Aku juga mempesona Author.
// balasan Mj pada author//)
( Tetap saja Rexi, kan Rexi keturunan campuran ππ. Second Male lead yang mempesona wkwkk)
( Author aku mau ngambek nih. Awas aja kalau aku gak up sampe 2 episode. Nanti kan peminat Mj malah berkurang thor πππ //Mj berusaha merayu Author//)
( Iye ah, bawel amat nih Mj. Elo balik ke kosan aja dulu, biar Rexi yang muncul sekarang yaππ )
( Author kelewatan, dah lah pulang ajah Mj mah ππ)
Intermilan off. Eh, Intermezzo wkwkwk.
Keduanya terdiam lama. Rexi memandang wajah Alexandra yang berada di depannya. Sementara Alexandra hanya mampu memainkan ponsel Androidnya. Tak lama kemudian pesanan mereka datang.
"Pasti dia takut gue liatin, dasar manusia sa*pah!" batin Sandra ketika melihat pelayan restoran yang berbeda dari tadi.
"Eh, enggak kok. Enggak pa-pa." Sahut Sandra.
"Ternyata dari tadi elo memperhatikan gue. Benarkah yang elo bilang tadi, kalau elo masih cinta sama gue?" batin Sandra yang kebingungan.
"Makan dong sayang! jangan bengong gitu!" seru Rexi tersenyum lebar.
"Iya, santai saja!" sahut Sandra.
Keduanya makan dengan khidmat, tanpa ada suara. Hanya suara dari meja lain yang terdengar. Mereka berdua bungkam, terdiam tanpa kata.
Setelah makan selesai, Sandra mulai membuka suara.
"Udah ya, pulang dulu! udah jam segini." Pamit Sandra sambil beranjak berdiri.
"Tunggu dulu dong sayang! kamu buru-buru banget sih." Cegat Rexi menghalangi Sandra.
"Aku masih kangen banget sama kamu, maaf aku gak bisa menyusul kamu waktu di Singapura. Jadwal pemotretan aku penuh. Ini aja baru bisa pulang ke indonesia." Rexi memelas dan berkata lirih.
"Tapi, urusan masih banyak! sekarang juga harus pulang!" Sandra masih keukeuh.
__ADS_1
Rexi sudah tidak bisa menghalangi Sandra yang akan pulang. Dia melepas tangan Sandra perlahan.
"Hati-hati dijalan sayang! sebelum pulang berikan aku nomor ponselmu! aku mau mengobrol lebih banyak denganmu." Pinta Rexi.
"Baiklah, tidak ada pengulangan. Jadi, harus cepat ya!" sahut Sandra.
Rexi memperhatikan dan mendengar baik-baik apa kata Sandra. Dia menyiapkan ponselnya dan mengetik serta mengingat nomor ponsel Sandra.
"Untung saja gue bisa nyimpen nomor elu Sandra. Gak ketinggalan satu nomor pun. Elu kudu jadi pacar gue, bahkan jadi istri gue. Gue masih bener-bener sayang sama elu. Walaupun banyak yang bilang kalau elu itu norak. Setidaknya hanya gue yang tahu gimana sifat asli elu." Batin Rexi.
( Panjang amat ngebatinnya abang Rexi π³π³ )
"Thanks alot honey! Aku udah save di ponsel dan aku yakin kalau ini nomer kamu!" yakin Rexy.
Rexy mencoba menghubungi nomor yang di berikan Sandra tadi.
Tulalit, tulalit, tulalit.
"Tuh kan, ponselmu berdering sayang! otak aku sama jari aku bekerja sama dengan baik!" seru Rexy sumringah.
"Ya udah, cabut dulu! ada urusan!" Sandra langsung meninggalkan Rexy yang diam memperhatikannya.
"Alexandra Cahyono. Kamu masih saja berpura-pura tak peduli. Aku tahu pandangan mata itu. Masih ada rasa cinta dalam hatimu untukku. Jangan remehkan aku yang seorang mantan playboy. Kamu pasti akan bertekuk lutut kepadaku Sandra." Senyum lebar rexy terkembang.
"Mas, minta billnya!" panggil Rexy pada pelayan disana.
Seorang pelayan tergopoh mendekati Rexy.
"Ini billnya, silahkan dilihat dulu!" ujar Pelayan itu sopan.
Rexy membayar sesuai dengan jumlah yang tertera, tak lupa dia memberi tip pada pelayan itu. Dia langsung beranjak keluar dari restoran.
Rexy mengendarai mobil sport Ferrari keluaran terbaru. Ketika dia masuk kedalam mobil, banyak orang sekelilingnya yang melihat. Antara kekaguman dan keirian yang menjadi satu.
Dengan santai Rexy kembali ke apartemennya yang mewah. Beginilah gaya hidup Rexy. Pekerjaan menjadi model di luar negri membuatnya kaya dan glamour di Indonesia ini. Mobil mewah dan apartemen mewah sudah dia punya. Pendamping hidup saja yang belum Rexy dapatkan. Dan sekarang Rexy mulai berusaha mendapatkannya.
*
*
*
* Happy reading semua πππ
__ADS_1