
Suatu pagi. Dimana Fatma sudah mulai bekerja kembali.
"Waitt....." Fatma bergumam seorang diri dan
kembali masuk ke kamarnya.
"Hampir lupa....fuih," bernafas lega, sambil memasukkan berkas kerjanya yg sudah semalaman dia kerjakan kedalam tas.
Zainab yang melihat anaknya sumringah dari bangun tidur tadi bertanya heran.
"Kenapa kamu Fat? perasaan dari tadi sumringah mulu...kamu seneng ya bisa masuk kerja lagi?" tanya Zainab pada putrinya.
"Gak gitu juga kok bu...ada yang lain," jawabnya ambigu.
"Alah...sudahlah...cepat pergi kerja keburu siang, biar gak telat!" suruh Zainab.
Fatma berjalan keluar rumah dah memandang sekeliling halamannya bahkan di jalan raya depan rumahnya.
"Yaaahh...hari ini gak liat mas Malik deh," lirihnya seorang diri sambil berjalan gontai dan memasuki mobilnya.
"Semangat Fatma...semoga sinyalmu bertambah kuat," kata Fatma seorang diri sambil mengepalkan tangannya penuh energi dan percaya diri.
Selang beberapa lama, Malik tiba di rumah majikannya dan langsung mengambil kunci angkot setelah berpamitan pada majikannya.
"Alhamdulillah...syukurlah Fatma sudah sembuh total dan bisa kerja lagi." Gumamnya seorang diri setelah mendapat informasi dari Zainab.
"Sekarang saatnya aku yang harus berkeringat menghasilkan uang." Tekad Malik percaya diri dan melajukan angkotnya kejalanan yang panas dan berdebu.
...----------------...
"Akhirnya...tuh manusia tidur lagi, padahal pengen abis shubuh tadi ngeliat Nissa," batin Rosyanti melihat suaminya yang tidur lagi setelah mandi dan sarapan.
Dia mengendap dan berjalan perlahan, keluar dari kamar tidurnya.
Hari ini kerinduan itu membuncah kembali.
Rosyanti semalaman tak dapat tidur memikirkan perasaannya yang merindukan Annisa. Dia ingin memeluk dan menciumnya.
Walaupun hanya sekali saja, tak masalah. Karena dia tau. Dialah pusat masalah yang terjadi dalam rumah tangganya bersama Malik.
Kali ini Ros mengantongi uang yang tertinggal di saku suaminya.
Jadi, dia tidak perlu capek berjalan kaki. Ya....dia sudah memesan ojek online menuju rumah Malik dikampung sebelah.
.....................
Sementara dirumah yang dituju Rosyanti.
Seorang nenek tengah bermain bersama cucunya di teras.
Annisa bermain dengan riang bersama Molly, boneka kesayangannya yang dia dapat dari Fatma. Fatma memberikannya sebagai kado ulang tahun Annisa yang ke-3 tahun.
__ADS_1
"Yangti ( eyang putri ).... Molly nya gak mau makan, dia bilang mau makan bunga melati." Ujar Nissa pada neneknya sambil mengangkat Molly di kepalanya.
"Bunga melati? kenapa Molly mau makan bunga? kenapa gak eskrim ajah?" tanya sumiyati pada cucunya.
"Molly bilang biar harum yangti....Molly kan pengen wangi kaya orang-orang." Cengir Nissa menunjukkan barisan gigi depannya.
"Molly yang mau bunga melati, apa Annisa yang mau?" tanya Sumiyati.
"Ehm.. ehm....," Nissa sedang memikirkan sesuatu.
"Nissa yangti....tapi, Molly juga mau kok mbah. dia bilang gitu lho yangti," jujur Nissa.
( Q: ini novel horror ato romant ya...kok boneka minta kembang segala?
A: ini hanya imajinasi Annisa aja kok readers sayankkk...dah mulai pinter boong nissa nya 😂😂😂 )
Sumiyati hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia tidak menyangka kalau Nissa meminta bunga melati padanya.
Apa karena kemaren dia dan Nissa pergi bersama ke pasar dan melewati toko bunga di pinggir jalan?.
"Ingatan anak kecil emang bagus, dia cuma sekali nanya nama bunganya tapi sampe sekarang masih hafal," batin Sumiyati.
"Gimana kalo nanti sore kita pergi kerumah om Dendi? disana banyak tuh bunga melati. Nanti kita petik bareng-bareng, bawa Molly juga ya!"
tawar nenek Sumiyati pada cucunya.
Nissa mengangguk kegirangan sambil mengangkat Molly ke udara.
Di pinggir jalan raya didepan rumah Sumiyati, ada seorang wanita turun dari motor. Dia memandang cucu dan neneknya yang sedang bermain di teras.
Airmatanya sudah tak mampu di bendung lagi.
Mengalir, membasahi pipi Rosyanti yang mulai berisi akibat selalu berada dirumah.
Dia memberanikan dirinya masuk ke halaman rumah Sumiyati dan Sugeng, orang tua Malik.
Diusapnya air mata yang meninggalkan jejak di pipi.
"Aku harus minta maaf. Aku mau memeluk Nissa dan menciumnya," ujar Rosyanti bertekad.
"Assalamualaikum bu," Rosyanti memberi salam.
"Waalaikumsalam....kamu....!" menjawab salam dan terpekik karena terkejut akan kehadiran wanita di depannya.
Sumiyati langsung membawa Annisa kepelukannya.
"Ngapain kamu kesini? kami sudah tidak ada urusan apapun denganmu. Malik sudah lama menceraikanmu...asal kamu tahu saja ya."
Sumiyati mulai nampak emosi di raut wajahnya yang selalu tenang.
"Ma-af ....bu- sa-sa-ya," Rosyanti tergagap dan mengeluarkan air matanya lagi.
__ADS_1
"Maafkan saya buk, saya tidak berpikir terlalu jauh waktu dulu. Sekarang saya menyesal dan saya tau saya tidak bisa kembali sama mas Malik lagi. Tapi...tapi...ijinkan saya memeluk anak saya buk," Mohon Rosyanti pada mantan ibu mertuanya.
"Jadi setelah kamu menyesali semuanya. Kamu berani sekali menampakkan wajahmu itu kepadaku? lancang kamu jadi manusia Ros. Lupakan Nissa! anggap saja kamu tidak memiliki anak ketika kamu dan Malik berumahtangga," kata Sumiyati bertubi-tubi dengan nafas yang tersengal akibat emosinya yang mulai memuncak.
"Yangti...siapa tante itu? kenapa yangti marah?" tanya Annisa yang heran melihat neneknya emosi. Nissa hanya bisa menatap Rosyanti dan Sumiyati bergantian.
"Dia bukan siapa-siapa kok sayang," jawab Sumiyati pada Nissa.
"Buk...tolong jangan katakan itu!" mohon Ros.
Ros melanjutkan kata-katanya yang belum selesai.
"Nissa...tante ini ib....,"belum selesai melanjutkan kalimatnya.
Plaakkk....
Sumiyati menampar pipi Rosyanti.
"Lancang sekali mulutmu itu Ros...pergi kamu dari sini!" teriak Sumiyati mulai berang.
"Nissa kita masuk sekarang!" neneknya menggendong Nissa dengan terpaksa. Walaupun sebenarnya di usianya yang sekarang dia sudah tidak bisa menggendong cucunya dengan benar.
"Bu, tolong aku. Aku mau memeluk Nissa," mohon ros pada Sumiyati yang melangkah masuk kedalam rumah menggendong cucunya.
Braaaakkkkkk.....
Sumiyati langsung menutup pintu dan menguncinya.
Wanita itu menggedor pintu rumah mantan mertuanya. Dia hanya ingin diijinkan memeluk Nissa, tidak lebih.
"Aku sudah memberanikan diri kesini buk. Hanya demi Nissa, hanya untuk memeluk dan menciumnya.Tolong buk, buka pintunya!" Mohon Ros yang menangis kencang.
"Gak usah sok kangen sama Nissa, pergi saja sama lelaki yang sudah menampungmu itu! kami semua disini sudah tidak ada hubungannya sama kamu lagi, pergi! atau aku akan menghubungi polisi, cepat pergi!" teriak Sumiyati dari dalam rumah. Dia mengancam mantan menantunya yang tidak tahu diri itu.
Wanita itu lemas terkulai, tenaganya habis akibat emosi yang memenuhi raga dan jiwanya.
Dia terduduk didepan pintu yang terkunci sambil terisak perlahan.
Sejenak dia mengambil nafas dan mengeluarkan perlahan, dia hanya ingin sesak didadanya sedikit berkurang.
Perlahan dia mulai berdiri. Dia melangkah dan menjauh pergi dari rumah itu.
Rumah yang dia tempati selama 2 tahun ketika menjadi seorang istri Malik Jayadi.
Raut wajahnya masih sembab dan dialiri rasa kecewa yang mendalam.
Hari ini dia tidak bisa memenuhi keinginannya
untuk memeluk dan mencium anak satu-satunya.
Langkahnya gontai, ketika ojek online pesanannya datang dan menghampiri.
__ADS_1
Motor sudah melesat, dia masih memandangi rumah itu sampai menghilang dari pandangan.