
*Author Pov.
Alexandra yang sudah masuk kekamar dan mengingat pertemuannya kembali dengan mantan pacarnya. Dia selama ini masih menyimpan perasaan untuk Rexy.
Apalagi baru 4 bulan yang lalu mereka berpisah.
"Ahhh tidakk, Rexy si*lan. Kenapa harus ketemu lagi sih, padahal bentar lagi aku mau berangkat lagi ke Singapura!" Sandra bergumam sendirian.
Sandra masih bingung dengan rencananya sendiri. Apalagi rencananya yang mau menghancurkan hubungan Malik dan Elisa.
Sekarang ini dia kembali memikirkan cinta lamanya yang muncul dan membawa kenangan indah dan buruk sekaligus.
Sandra masih saja kebingungan. Tak terasa matanya perlahan terpejam dan alam bawah sadarnya membawa kealam mimpi.
Padahal hari masih sore. Tapi, Sandra sudah masuk ke alam bawah sadarnya.
(Pasti banyak yang penasaran nih. Sosok pria yang ditemui Sandra ketika makan di restoran bersama Rexy 🤭🤭. Siapakah dia? Author pun juga penisirin 🤣🤣✌️)
...----------------...
Kosan Mj.
Mj yang seharian ini hanya berada di kamarnya hanya mampu meratap dan mengingat ancaman dari Sandra. Pikirannya sungguh kalut. Kata demi kata itu terngiang di benaknya.
"Elo kudu jauhin Elisa perlahan! Gue sudah mengambil alih tanah satu-satunya yang dia miliki. Semua harta bahkan nyawa Elisa ada ditangan elo, sopir kampung. Elo harus melaksanakan perintah gue, kalau tidak lihat saja nanti! gue bisa berbuat seenaknya! ingat itu!" suara bisikan Elisa di rumah sakit terngiang selalu.
"Apa lagi ini ya Allah, semoga hambamu ini bisa menghadapi semua ini. Cobaan datang bertubi-tubi ketika hamba mulai mencintai seseorang dengan tulus." Lirih Mj sambil berdoa.
( Semangat Mj, namanya hidup pasti ada ujian kan, emang anak sekolahan doang yang ujian mulu. Mj juga harus di uji juga dong 🤣🤣)
( Apalah daya Mj Author, nasib Mj kan Engkau yang menentukan. Jangan kasih penderitaan terus Thor, kapan senengnya Mj Thor //protes Mj pada Author//)
( Terserah gue lah mau nyiksa elo kaya apapun 🤣🤣. Kalau Mj gak di kasih cewek gimana hayooo? 🤭🤭)
( Jangan Thor, ternyata Mj butuh cewek juga 🤧. Kasihanilah Mj sebagai pemeran utama di novel ini Author 🥺 // Mj merayu Author//)
( Author pikir-pikir dulu ya Mj, kuatir elo nanti ngelunjak kalau hidup enak mulu 🤣🤣✌️)
( Males ah sama Author, masak di godain mulu tapi gak dicintai. 🤧🥺🥺 hiks// Mj terisak dan segera berlalu dari Author 🚶🚶)
Mj yang berusaha tenang dan segera berhenti memikirkan ucapan Sandra tadi hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia mengusap dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kasihan Elisa, dia mungkin sudah capek dan letih akan semua ini. Sudah 3 tahun lamanya penderitaan nya tanpa henti," ucap Mj lirih seorang diri.
"Aku harus mencoba menghindari Elisa. Hanya inilah cara untuk menolongnya. Tidak ada cara lain lagi," Mj frustasi.
Kruyuukkkk, kruyuuuuk.
"Nih perut bisa-bisanya lapar disaat seperti ini. Sudahlah, aku harus makan sebentar."
Mj beranjak mengambil dompet dan ponselnya.
Dia membuka pintu kamar kosan. Di depannya sudah berdiri sepasang suami istri yang pernah mengajaknya makan malam bersama.
"Mas Mj kemana saja? sudah 3 hari mas tidak pulang. Kami khawatir sekali mas!" ucap Anggi memelas.
__ADS_1
"Aku hanya masuk angin dan masuk ke rumah sakit selama beberapa hari ini. Makanya aku gak pulang." Senyum Mj di paksakan kepada sepasang suami istri itu.
"Masak masuk angin sampe 3 hari opname sih mas?" tanya Hendra.
"Iya mas Hendra. Anginnya angin jahat pasti. Makanya aku sampe lemes selama 3 hari." Sahut Mj malas.
"Sekarang mau kemana nih mas? tumben kaya orang terburu-terburu." Sergah Anggi.
"Perut laper banget, dari tadi pagi gak makan. Makanya mau keluar beli makanan!" sahut Mj enteng.
"Silahkan mas kalau begitu. Maaf kalau kami mengganggu waktunya ya!" Hendra menyingkir dari hadapan Mj.
Mj berlalu dari pasangan itu. Dan mengacuhkan keduanya tanpa permisi.
"Mas, kok sepertinya mas Mj berubah ya? jadi lebih dingin!" ucap Anggi heran.
"Apakah mas Mj mengingat sesuatu dari kejadian malam itu?" tebak Hendra.
"Entahlah, mana Anggi tahu mas." Sahut Anggi.
Tap, tap, tap.
Suara langkah mendekati warung Anggi dan Hendra yang mereka beri nama warung sembako Milenial.
"Owalah mbak yuuu. Iki warunge tutup nopo buka?" tanya seseorang.
"Maaf bu, bicara apa ya? saya tidak paham bahasa jawa!" seru Anggi kebingungan.
"Eh maaf ya mbak, saya pikir sampean orang jawa." Sahut ibu itu.
"Saya tadi tanya gini mbak. Warungnya tutup apa buka? soalnya saya perhatikan kok gak ada orang yang jaga!" ujar ibu itu.
"Owh, tentu saja buka bu. Kami hanya menjenguk teman yang baru saja sembuh!" sahut Anggi.
Mereka berdua bertransaksi seperti biasanya.
Hubungan antara penjual dan pembeli.
Hendra yang sudah bersiap melakukan pekerjaan sampingannya pamit kepada istrinya.
"Mas berangkat dulu ya! jangan sampai kecapean!" suruh Hendra.
"Jangan kuatir mas. Kami pasti baik-baik saja kok!" sahut Anggi sambil mengelus perutnya.
Hendra mengecup kening istrinya dan pergi meninggalkan Anggi sendirian.
20 menit kemudian.
Senja sudah menampakkan warna jingga. Mj yang kembali ke kosan merasa bersalah dan masih saja memikirkan nasib Elisa.
Tulalit, tulalit, tulalit.
Suara ponselnya berdering. Mj melihat nama yang tertulis di layar.
"Ck, Elisa yang menelpon. Gimana inih?" Mj galau.
__ADS_1
"Terpaksa angkat deh. Tapi, harus cuek dan dingin agar Elisa bisa menebak arah pikiranku." Gumam Mj seorang diri. Dia langsung masuk kedalam kamarnya. Tak peduli akan tatapan mata sang tetangga yang heran akan tingkahnya.
"Ada apa Lis?" tanya Mj singkat.
"Mas, kamu beneran sembuh total?"
"Iya, udah gak kenapa-napa kok!"
"Terus besok kerja gak nih?"
"Gak tau juga sih Lis!"
"Besok kesini ya mas! atau Elisa yang jemput?"
"Gak usah, biar aku jalan sendiri kesana!"
"Oke kalau begitu. Mas, kita makan malam yuk! kangen banget nih sama kamu mas!" ajak Elisa.
"Aku udah makan. Lagian malam ini aku ada urusan!" tolak Mj yang berbohong.
"Maafkan aku Lisa, aku terpaksa. Ini demi kebaikanmu." Batin Mj.
"Urusan apa mas? nanti aku yang antar ya! mas tinggal bilang aja mau kemana!" tawar Elisa.
"Gak usah, makasih banyak. Nanti temanku yang akan menjemputku!" tolak Mj tanpa basa-basi.
Mj menggigit bibir bawahnya. Dia merasa bersalah sekali.
"Udah dulu ya! aku mau mandi!" lanjut Mj lagi.
Tuuuuttt. Mj memutus panggilan Elisa.
"Mungkin kamu disana mengkhawatirkan keadaanku. Tapi, aku disini lebih mengkhawatirkan keselamatan nyawamu Lisa. Biarkan aku yang berkorban selama kamu bisa baik-baik saja." Lirih Mj sambil menghela Nafasnya.
Tulalit, tulalit, tulalit.
Dering ponsel Mj kembali terdengar.
Dia membaca nama yang tertera di ponselnya.
"Dia, ngapain dia menelponku?"
Malik hanya menatap layar ponselnya tanpa berniat mau menjawabnya.
Dering ponsel tak berhenti.
Malik akhirnya.......
*
*
*
*Happy reading. Maaf kalau updatenya tidak menentu. Jangan lupa selalu dukung karya pertama Author dengan cara like setiap episode, komen, favorit, rate ⭐️ 5, vote dan bahkan gift berupa 🌹,❤,☕. Terimakasih semuanya yang sudah menjadi pembaca setia Mj 🥺🥺🥺🙏🥰.
__ADS_1