Supir Untuk Sang Nyonya

Supir Untuk Sang Nyonya
Bab 98. Bertemu dengannya lagi


__ADS_3

Kampung Mj.


Mj yang tengah duduk dan bercengkrama bersama ibu dan putrinya mendengar suara ketukan pintu. Mereka bertiga serentak menoleh kearah pintu yang tertutup.


"Biar Malik saja bu!" Mj menawarkan diri.


Ia beranjak menuju pintu depan rumah.


Ketukan terdengar lagi dan lagi.


"Siapa sih dia?" Mj bergumam lirih.


Ceklek, pintu terbuka.


Mj mendengar gadis itu memberi salam.


"Waalaikumsalam," Mj menjawab salam dari gadis berjilbab yang ada di depannya.


"Lho, mas Malik ya! kapan kamu pulang mas?" tanya gadis berjilbab itu.


Ia begitu tersentak ketika melihat Malik di depannya. Mata gadis itu membulat dan seperti nya memancarkan kerinduan yang mendalam.


"Kamu itu siapa ya?" tanya Mj membuat gadis berjilbab itu kecewa.


Raut wajah gadis itu langsung berubah murung. Ia tertunduk dan tak mampu menatap Malik.


"Hem, mas Malik sudah tidak ingat ya siapa aku, mungkin karena kita jarang bertemu sebelum mas merantau." Jawab gadis itu sembari tersenyum dengan terpaksa.


"Aku memang berkata sejujurnya!" Mj menyahut.


"Baiklah kalau mas Malik sudah tak ingat padaku, kita kenalan lagi aja!" seru gadis berjilbab itu.


Malik mengerutkan keningnya. Ia penasaran akan gadis didepannya ini. Ia sungguh tak mengenal dan mengingat nya.


"Sebenarnya saya itu dulu pernah naik angkot mas Malik pergi ke rumah sakit tempat Fatma di rawat. Waktu itu Fatma kecelakaan!" gadis itu menerawang dan menundukkan pandangan nya.


"Aku Aisyah mas! sekarang aku menjadi guru paud Annisa!" gadis berjilbab yang bernama Aisyah itu menjelaskan.


Mj berpikir kembali, mencoba mengingat kenangan masa lalu ketika masih menjadi supir angkot.


"Maaf, tapi aku masih tidak ingat siapa kamu dulu! berarti kamu sekarang guru nya Annissa?" tanya Mj.


"Iya mas Malik!" Aisyah mengangguk pelan.


"Mari silahkan masuk! kita mengobrol di dalam saja!" Malik mempersilahkan tamunya masuk kedalam rumah nya.


"Terimakasih mas!" sahut Aisyah.


"Bu, Nissa, ada tamu nih buat kalian!" Mj memanggil ibu dan anaknya yang berada di depan ruang televisi.


"Eh, nak Ais. Ada perlu apa sore begini kemari nak?" tanya Sumiyati menghampiri tamunya itu.


Sumiyati menyuruh Aisyah duduk di dipan yang berada di sebelah ruangan televisi.


Mereka berdua mengobrol akan hal kegiatan sekolah Annissa.


"Lumayan tuh, biar Nissa nanti bisa bergaul dengan lebih banyak teman lagi!"

__ADS_1


"Jadi, ibu setuju kalau Nissa ikut berkemah di perkebunan teh di kota sebelah?" tanya Aisyah tak percaya.


"Iya ibu setuju, kan ada Malik bapak nya yang akan menjaga Nissa disana! sementara ibu sudah tak sanggup bepergian terlalu jauh!" Sumiyati tersenyum.


Hati Aisyah kegirangan. Ia sangat bahagia bisa bertemu dan akan bertemu kembali dengan Malik di perkemahan nanti saat liburan.


"Syukurlah bu, tadi maksud saya kesini itu mau membujuk ibu agar Annissa diijinkan pergi ke perkemahan!" sahut Aisyah.


"Ternyata belum di bujuk ibu sudah berubah pikiran!" Aisyah tersenyum lembut.


"Sebenarnya kalau selain ibu yang mendampingi gak masalah nak! ibu sudah tidak bisa pergi terlalu jauh, dan sekarang ayahnya sudah pulang secara tiba-tiba!" Sumiyati menjelaskan.


"Syukurlah kalau begitu bu, jadi Nissa bisa pergi dan menjelajah bersama teman-temannya nanti!" Aisyah tersenyum lembut.


"Iya nak, oh iya! kamu tadi ngobrol apa aja dengan Malik? kok sepertinya agak lama ngobrol nya!" tanya Sumiyati.


"Hm, kami tidak mengobrol bu! mas Malik lupa siapa saya bu dan saya memberi tahu siapa saya dulu dan kenal dimana dengan saya!" Aisyah tersenyum getir.


"Oalah tuh anak emang bener-bener ya! ibu pikir kalian itu mengobrol sesuatu eh ternyata malah Malik gak inget sama kamu!" seru Sumiyati kesal.


"Gak apa-apa Bu, wajar kan kalau mas Malik lupa! saya kan dulu cuma beberapa kali bertemu dengannya!" sahut Aisyah.


"Maaf kan nak Malik ya Ais, dia sepertinya banyak pikiran jadi mungkin saja dia lupa!" Sumiyati mencoba tersenyum. Ia tak enak hati pada Aisyah. Karena selama di sekolah, Aisyah lah yang membantu menjaga Nissa dan sering mengantar nya pulang.


"Ibu kenapa minta maaf? ibu gak salah apapun, begitu juga mas Malik. Itu hanya masalah waktu saja bu!" Aisyah tersenyum lembut.


"Bu, kalau begitu saya pamit dulu ya! sudah hampir adzan Maghrib ini!" pamit Aisyah dan mulai beranjak dari tempatnya duduk.


"Terimakasih banyak nak sudah memperhatikan Nissa selama ini!" ucap Sumiyati tulus.


"Sudah seharusnya bu! saya kan salah satu gurunya Nissa, jadi saya harus memperhatikan dia juga!" Asiyah tersenyum.


"Dimana ayahmu Nis?" tanya Sumiyati.


"Ayah di kamar eyang!" jawab Nissa cepat.


"Kita mandi dulu yuk! udah sore banget ini!" seru Sumiyati mengajak cucunya mandi.


Nissa hanya mengangguk dan beranjak berdiri mengikuti eyangnya ke kamar mandi.


Sore itu kebahagiaan melingkupi keluarga Jayadi. Walaupun Malik sendiri terpaksa untuk pulang kampung.


...----------------...


Malam hari di kediaman keluarga Cahyono.


Elisa sudah di perbolehkan keluar dari kamar.


Tapi, ia tak mengindahkan perkataan Sandra dan suaminya. Ia masih saja tak mau makan sedari pagi. Ia mencoba menghubungi Mj puluhan kali, tapi tetap saja ia gagal tak bisa menghubungi via ponsel.


"Mas, belum satu hari satu malam kamu meninggalkan aku. Tapi, aku sudah kangen padamu!" lirih Elisa pelan.


Sedangkan dikamar yang lain Marshella juga merasakan hal yang sama seperti yang Elisa rasakan. Ia seperti orang yang sudah kehilangan semangat. Ia juga tak mau keluar dari kamarnya sedari tadi sejak kepergian Mj.


Hatinya terasa teriris. Ia tak sanggup menghadapi hari-hari tanpa adanya Mj.


Silvia masuk kekamar kakaknya yang tidak dikunci. Ia mendekati kakaknya dan mencoba membujuk kembali.

__ADS_1


"Kak, kita makan di restoran yang kakak suka yuk!" ajak Silvia. Tapi, ia tak mendapat respon apapun dari Shella.


"Kakak jangan gini terus dong! dari pagi sampai malam jam segini kakak tuh belum makan taukk!" ucap Silvia.


Tetap saja ia tak mendapat jawaban dari kakaknya yang cerewet itu.


Silvia berpikir cepat, ia memikirkan sebuah ide.


"Kak, ayo dong makan! nanti kita nongkrong di tempat yang banyak cowok gantengnya disana." Silvia berkata dan menjitak kepala Shella.


Shella tersadar akan kelakuan adiknya itu.


"Eh, bocah dasar kurang ajar ya!" kesal Shella karena Silvia sudah berlaku kurang ajar padanya.


"Lagian kakak dari tadi gak mau dengerin gue ngomong. Ya udah gue jitak aja sekalian." Silvia tersenyum.


"Lu pergi sana! jangan ganggu gue!" bentak Shella pada adiknya.


"Ih, jahat banget sih gue diusir sama kakak sendiri!" Silvia kesal dan langsung keluar dari kamar kakaknya.


Baammm, suara pintu yang ditutup oleh Silvia. Ia jengkel dan kesal akan tingkah kakaknya.


"Kenapa lu Sil? kok mukanya udah kaya jemuran gitu!" tanya Sandra ketika lewat di depan keponakannya.


"Itu, ponakan tante sadis amat! Silvia jadi kesel!" Silvia menjawab dan langsung pergi ke kamarnya.


"Di rumah ini sudah gak beres semua ya orang-orangnya! cuma karena supir kampung kaya gitu doang!" cibir Sandra dengan senyum sinisnya.


Sandra melangkah keluar rumah dan masuk kedalam mobilnya. Ia pergi menginap ke rumah kekasihnya yaitu Rexy.


Sandra yang selalu diikuti 2 orang lelaki tidak menyadari. Ia dengan tenang nya mengendarai mobilnya dan menyetel musik dengan kuat.


"Sepertinya sekarang waktu yang tepat!" ucap pria botak.


"Tunggu jalanan sepi baru kita laksanakan perintah bos!" sahut Pria cepak.


Mereka berdua mengikuti kendaraan Sandra. Jalanan malam ini sepertinya sangat ramai dan padat. Entah apa yang akan Sandra dapat ketika jalan sepi nanti. Kedua pria itu masih saja mengikuti mobil Sandra di dibelakang.


Krriingggg.


Ponsel salah satu pria itu berdering nyaring.


"Ada apa bos? kami tengah mengikuti target!" sahut pria botak.


Suara wanita di seberang telepon menyuruh mereka berdua melakukan sesuatu.


"Baiklah bos, kami akan.......!"


Pria botak itu berusaha mencerna perkataan bosnya.


*


*


*


Selamat membaca.

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak berupa like, komen, favorit, rate ⭐ 5, dan vote nya. Karena semua dukungan dari anda sangatlah berarti untuk saya yang pemula ini. Terimakasih semua.


__ADS_2