
Baby Arshen seolah tahu bahwa sang ayah telah pergi ke luar Kota. Sedari tadi dia rewel terus. Digendong salah dan ditidurkan salah. Tidak biasanya Arshen seperti ini.
"Coba Ni, hubungi suami kamu. Mungkin anak ini rindu akan sosok ayahnya," ujar Bu Sari.
Niar segera menghubungi Dirga. Namun, panggilannya tak pernah suaminya jawab.
"Papih pasti lagi sibuk, Nak. Jangan nakal,ya," papar Niar.
Selang lima belas menit, Dirga melakukan sambungan video dan orang yang dia tanyai ketika melakukan sambungan telepon adalah putranya.
Niar mengarahkan ponsel ke arah Arshen. Seketika putranya terdiam dan tersenyum ke arah Dirga. Sungguh kejadian langka.
Setelah Dirga melakukan sambungan video, Arshen tertidur pulas. Niar hanya menggelengkan kepala.
"Papih, cepat pulang. Biar Arshen gak rungsing terus," tuturnya.
"Iya, Sayang. Setelah semuanya selesai Papih akan segera pulang."
Di lain Kota, sepasang suami istri baru tengah menikmati yang namanya bulan madu. Siang ini, Nindy ingin menikmati kulineran yang ada di Bandung dan juga khas di Kota kembang tersebut.
__ADS_1
Kenan yang masih ingin tidur pun terpaksa mengikuti kemauan istrinya. Padahal, semalam dia sudah menggempur Nindy sebanyak empat kali. Akan tetapi, tenaga sang istri malah berkali-kali lipat sekarang ini.
Nindy dan Kenan menikmati sepiring siomay dan juga es teler khas Bandung. Sungguh rasanya jauh dari yang biasa mereka makan di Jakarta.
"Enak banget, Mas." Kenan pun mengabulkan setuju. Matanya yang sudah lima Watt kini sudah cerah kembali.
Nindy dan Kenan terus bergandengan tangan menyusuri Kota Bandung. Mereka berdua merasakan indahnya menikah setelah pacaran. Mau apapun bebas.
"Mas, sering-sering kita ke sini, ya." pinta Nindy yang sudah meletakannya kepalanya di pundak sang suami.
"Apapun yang kamu minta, selagi Mas masih bisa turuti pasti akan Mas penuhi."
Sekarang, tangan Nindy sudah melingkar erat di pinggang Kenan. Mereka menikmati dinginnya Kota Bandung.
"Kita ke hotel lagi, ya."
Kenan tidak ingin terjadi apapun dengan sang istri tercinta. Tibanya di hotel, Kenan segera mengisi bath up dengan air hangat yang diberi aroma terapi.
"Kamu mandi dulu, ya. Setelah itu nanti Mas akan peluk kamu sepanjang malam."
__ADS_1
Asisten kakaknya yang dulu menyebalkan kini malah berubah menjadi kebahagiaan untuk Niar.
Apa yang diucapkan Kenan dia realisasikan dengan sempurna. Tubuhnya memeluk tubuh Nindy di sepanjang malam. Nindy pun tidak melepaskan pelukannya di pinggang Kenan.
Pagi harinya, Nindy masih betah memeluk tubuhnya. Mata sang istri belum terbuka. Terlihat sejak tengah terlelap dengan damainya. Kenan terus menemani sang istri hingga Nindy membuka matanya.
Ketika mata Nindy membuka. Dia tersenyum bahagia karena sang suami. Namun, Dirga segera mengarahkan tangan Nindy ke arah celana pendek yang dia gunakan.
Sangat menegang dan urat-urat kerangka itu sangat terasa dj tangannya.
"Sayang, Mas lagi on fire banget."
Akhirnya mereka berdua melakukannya. Benar-benar olahraga pagi. Tak mereka hiraukan kondisi tempat tidur seperti apa. Kenan terus menyerang Nindy lagi dan lagi.
"Mas, ampun," pinta Nindy. Dia sudah tidak bisa meladeni keperkasaan Kenan.
"Tapi, Mas masih mau, Sayang."
Akhirnya Nindy tidak bisa menolak. Hukumnya dosa menikah permintaan suami.
__ADS_1
...****************...
Nanti akan aku ubah ceritanya. Setelah ini terbit, nanti baca lagi, ya 🙏